KESESATAN KELOMPOK “ISIS”


KESESATAN KELOMPOK “ISIS”

kesesatan IsisPada akhir-akhir ini nama ISIS (Islamic state of Iraq and Syam/Negara Islam Iraq dan Syam) menjadi berita terhangat di media. Hampir semua orang telah mendengar nama tersebut beserta sepak terjangnya yang mengerikan. Tidak sedikit pemuda-pemudi muslim di dunia ini yang tertipu dengan propaganda dan slogan mereka. Sungguh besar fitnah ISIS bagi generasi kaum muslimin khususnya di negeri kita ini. Bukan hanya menimpa yang awam saja, bahkan yang notabene belajar agama di ponpes.

Dan lebih parah lagi penyakit ISIS ini juga bisa mengenai mereka yang hidup di tengah lingkungan ahlussunnah.
Al-Kisah, ketika penulis mengkaji sebuah kitab aqidah ulama salaf di salah satu masjid Ahlussunnah Dakwah Salafiyah. Dan penulis sedikit menjelaskan tentang kesesatan ISIS. Tiba-tiba ada secarik kertas yang dengan nada marah mengatakan: “Kenapa ustadz mencela ISIS padahal mereka kan juga berjuang untuk Islam ?…”. Tidak cukup sampai di situ saja, setelah penulis pulang ke rumah ternyata orang yang marah disecarik kertas tersebut mengirim sms kepada keluarga penulis dengan nada yang sama. Dia masih tidak terima jika ISIS dikritik dan dikatakan sesat. Padahal dia tinggal dilingkungan ahlussunnah wal jama’ah. Sungguh besar fitnah/syubhat ISIS ini. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Padahal sebetulnya kalau kita mau menengok sejarah, kita akan mendapatkan bahwa kemunculan jaringan teroris ISIS bukanlah sesuatu yang baru. Jaringan teroris ISIS hanyalah rekaman ulang dari sejarah kelam sebuah kelompok yang Rasul namakan dengan Khawarij. Jaringan teroris ISIS dan Khawarij bak dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Rasulullah bersabda tentang Khawarij: Lanjutkan membaca

Mengenal Lebih Dekat dengan Sakaratul Maut dan Kematian


Mengenal Lebih Dekat dengan Sakaratul Maut dan Kematian

Ingatlah kematianHidup di dunia ini tidaklah selamanya. Akan datang masanya kita berpisah dengan dunia berikut isinya. Perpisahan itu terjadi saat kematian menjemput, tanpa ada seorang pun yang dapat menghindar darinya. Karena Ar-Rahman telah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 35)

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (An-Nisa`: 78)
Kematian akan menyapa siapa pun, baik ia seorang yang shalih atau durhaka, seorang yang turun ke medan perang ataupun duduk diam di rumahnya, seorang yang menginginkan negeri akhirat yang kekal ataupun ingin dunia yang fana, seorang yang bersemangat meraih kebaikan ataupun yang lalai dan malas-malasan. Semuanya akan menemui kematian bila telah sampai ajalnya, karena memang: Lanjutkan membaca

SIAPA YANG DIJADIKAN RUJUKAN? (Edisi 1)


SIAPA YANG DIJADIKAN RUJUKAN?
(Edisi 1)

mengikuti manhaj salaf adalah sebuah kemulyaanBeberapa kali dilontarkan kepada kami sebuah syubhat (kerancuan) dari para aktivis harakah atau takfiriyyin (tukang mengkafirkan kaum muslimin tanpa haq) yang selalu mengembar-gemborkan jihad dengan senjata melawan Amerika dan sekutu-sekutunya serta untuk memberontak pemerintah kaum muslimin. Syubhat yang mereka kira sebuah dalil qath’i yang setara dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, bahkan mungkin lebih dari itu. Mereka menyebarkan syubhat ini untuk menguatkan ambisi mereka mengajak umat berbondong-bondong keluar berjihad dengan senjata mengikuti pemimpin-peminpin gerakan bawah tanah mereka, tanpa mau menoleh lagi kepada para ulama yang darah dan dagingnya bersatu dengan ilmu agama ini. Bahkan mereka tidak segan-segan lagi menuding para ulama rabbaniyyin sebagai antek-antek yahudi dan menuduh para pembawa bendera syariat, pewaris para nabi sebagai penggembos jihad.

كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

“Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.” (QS. Al-Kahfi : 5). Lanjutkan membaca

Ahlus Sunnah Menyuruh Kaum Muslimin untuk Sabar Ketika Mendapat Ujian Atau Cobaan


Ketujuh puluh delapan:
AHLUS SUNNAH MENYURUH KAUM MUSLIMIN UNTUK SABAR KETIKA MENDAPAT UJIAN ATAU COBAAN, BERSYUKUR KETIKA MENDAPAT KESENANGAN SERTA RIDHA TERHADAP PAHITNYA QADHA DAN QADAR

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Sebagaimana yang disebutkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” [Ali ‘Imran: 200] [1]

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَِحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.

“Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat musibah, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya” [2]

Begitu juga tentang orang-orang yang sabar lagi bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberinya petunjuk di dunia dan di akhirat.

Menurut para ulama: “Bahwasanya iman itu ada dua bagian, sebagian adalah sabar dan sebagian lagi adalah syukur.” Para ulama salaf berkata: “Sabar adalah sebagian dari iman.” Allah mengumpulkan sabar dan syukur dalam Al-Qur-an, yaitu pada firman-Nya:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

“…Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur.” [Asy-Syuraa’: 33] [3] Lanjutkan membaca

Tuduhan Terhadap Kerajaan Arab Saudi


Tuduhan Terhadap Kerajaan Arab Saudi

Tuduhan Terhadap Kerajaan Arab Saudi(1)

Oleh Asy- Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul

bendera-arab“Arab Saudi asalnya adalah kelompok pemberontak (Khawarij), karena dulu mereka berada dibawah kekuasaan Kesultanan Turki Utsmani.”

Untuk membantah tuduhan itu, yang dari situ juga Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Muhammad bin Su’ud kemudian di anggap sebagai dua orang pemberontak terhadap turki Utsmani, saya katakan bahwa daerah Nejed sama sekali tidak pernah berada di bawah kekuasaan Turki Utsmani secara langsung.(2) Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah pernah mengatakan.

“Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah memberontak kepada Turki Utsmani sesuai dengan apa yang saya ketahui dan yang saya yakini. Tidak ada di daerah Nejed kekuasaan dan kepemimpinan Turki Utsmani. Bahkan, di daerah Nejed itu yang ada hanya pemerintahan-pemerintahan kecil berikut daerah-daerah yang terpencar-pencar. Setiap daerah itu, sekecil apapun, ada seorang pemimpin yang berdiri sendiri. Karena itu, Nejed terdiri dari pemerintahan-pemerintahan kecil yang berdiri sendiri. Karena itu, Nejed terdiri dari pemerintahaan-pemerintahan kecil yang disana sering terjadi berbagai peperangan dan pertikaian antara mereka. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri tidak memberontak kepada Turki Utsmani. Yang beliau lakukan sekedar memerangi perbuatan-perbuatan hina dan rusak yang ada di negerinya. Beliau berjihad karena Allah dengan sebenar-benar jihad di jalanNya dan benar-benar bersabar serta tetap teguh di jalan itu sampai cahaya dakwahnya kemudian memancar ke negeri-negeri yang lain. (3)

Demikianlah keadaan yang sebenarnya. Selain itu, ditambah keterangan yang ada dalam sejarah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhad adalah orang yang memuliakan pemerintahan para syarif yang ada di Hijaz.(4) Lanjutkan membaca

FATWA ULAMA : HUKUM PERMAINAN / GAME POKEMON – KOMISI TETAP UNTUK FATWA DAN RISET ILMIAH (AL LAJNAH AD DA’IMAH LI AL IFTA’ WA AL-BUHUTS AL ‘ILMIYYAH) KERAJAAN SAUDI ARABIA


FATWA ULAMA : HUKUM PERMAINAN / GAME POKEMON – KOMISI TETAP UNTUK FATWA DAN RISET ILMIAH (AL LAJNAH AD DA’IMAH LI AL IFTA’ WA AL-BUHUTS AL ‘ILMIYYAH) KERAJAAN SAUDI ARABIA

HUKUM PERMAINAN/GAME POKEMON
pokemon proKomisi Tetap untuk Fatwa dan Riset Ilmiah (al-Lajnah ad-Da’imah li al-Ifta’ wa al-Buhuts al-‘Ilmiyyah) Kerajaan Saudi ‘Arabia
————————-
Permainan ini terdapat padanya sejumlah pelanggaran syar’i, di antaranya :
1.Syirik kepada Allah, yaitu meyakini banyak tuhan.
2. Judi yang Allah haramkan dengan nash al-Qur’an, Allah jadikan bersama dengan khamer (minuman keras) dan undian, yaitu dalam firman-Nya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنْصَابُ وَالأَزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
“Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya khamr (arak), judi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian beruntung.
Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran khamr dan judi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat. Maka berhentilah kalian (dari melakukan perbuatan itu)!! [ al-Maa’idah : 90-91 ]
3. Mempopulerkan syi’ar-syi’ar kekufuran dan propagandanya, mempopulerkan gambar-gambar yang diharamkan.
4. Memakan harta dengan cara batil.
 Karena pelanggaran-pelanggaran syar’i tersebut, maka al-Lajnah ad-Da’imah (Komite Tetap untuk Fatwa dan Riset) memandang bahwa :
– permainan tersebut HARAM,
demikian pula uang yang dihasilkan dari permainan tersebut juga HARAM, karena itu adalah judi yang diharamkan.
–  HARAM juga memperjualbelikannya, karena itu merupakan sarana yang mengantarkan kepada apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
 Al-Lajnah ad-Da’imah mewasiatkan kepada segenap kaum muslimin untuk waspada darinya (Pokemon) dan MELARANG ANAK-ANAK MEREKA DARI mengambil dan bermain dengannya. Ini demi menjaga agama, aqidah, dan akhlak anak-anak.
وبالله التوفيق . وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .
al-Lajnah ad-Da’imah li al-Buhuts al-‘Imiah wa al-Ifta’
Sumber : http://ahlussunnahsintangkalbar.blogspot.co.id/2016/07/artikel-fatwa-ulama-hukum-permainan.html

Jangan Buat Mereka Lari


Jangan Buat Mereka Lari

pohon layuBerdakwah kepada masyarakat bukanlah perkara yang mudah, tak selalu diterima dan tak jarang mendapat penolakan keras. Sebagian menerima, sebagian malah lari dari dakwah  kita. Hidayah memang milik Allah, namun Dia membuat hidayah itu teranugerahi kepada seseorang melalui usaha. Dan tentunya, usaha kita mengajak manusia kepada hidayah mesti merujuk pada sebaik-baik teladan, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika mengutus sahabat Mu’adz bin Jabal dan Abu Musa Al Asy’ari -radhiyallahu ‘anhumaa- untuk berdakwah ke Yaman, beliau menyampaikan pesan emas kepada kedua sahabat tersebut:

Berilah kemudahan dan jangan mempersulit, Berilah kabar gembira dan jangan membuat mereka lari..” [HR Bukhari dan Muslim].

Meskipun pesan tersebut singkat, namun maknanya sangat luas dan mendalam. Disebutkannya “jangan mempersulit” sebagai antonim setelah “berilah kemudahan”, memberikan faidah penegasan, bahwa perintah tersebut tidak hanya sekali saja, namun dalam segala kondisi. Karena bisa jadi seseorang memberi kemudahan pada orang lain di satu waktu namun di waktu yang lain dia mempersulit. Begitu pula perintah memberi kabar gembira dan larangan membuat lari. Demikian yang dijelaskan oleh Imam An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim. Lanjutkan membaca