MENYINGKAP TABIR PARA PENDUKUNG DEMONSTRASI


MENYINGKAP TABIR PARA PENDUKUNG DEMONSTRASI

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

demonstrasi haram mutlakAkhir-akhir ini demonstrasi, aksi jahit mulut, aksi mogok makan, dan aksi protes lainnya kian marak terjadi di negeri ini seiring dengan banyaknya kejadian dan keputusan pemerintah yang dianggap menzhalimi rakyat dan umat Islam; BBM naik, pelantikan gubernur kafir untuk memimpin ibu kota, dan sebagainya.

Demonstrasi adalah sebuah virus ganas yang dicetuskan oleh orang-orang kafir, yang kemudian menular ke dalam tubuh kaum muslimin dan menimbulkan banyak musibah ke dalam diri kaum muslimin. Bahkan konon kabarnya ada nyawa yang melayang dan masjid pun ikut kena cipratan. Semua itu gara-gara aksi demonstrasi tersebut akibat terjadi tawuran dan kerusuhan.

Benarkah demonstrasi merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi?! Fakta dan realitas yang ada menunjukkan bahwa demonstrasi bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi problematik tersebut, bahkan malah menimbulkan kerusakan yang tidak sedikit.1

Anehnya, sedikit kaum muslimin yang menyadari masalah ini, bahkan banyak dari mereka yang menjadikan demonstrasi sebagai kendaraan untuk merealisasi ambisi-ambisi mereka. Mereka mengemas dan membumbui demonstrasi dengan label-label islami, seperti dikatakan “jihad islami”, “amar ma’ruf nahi mungkar”, dan sebagainya. Lanjutkan membaca

Salah Kaprah tentang Puasa Rajab (Koreksi untuk Pencela Ulama)


Salah Kaprah tentang Puasa Rajab (Koreksi untuk Pencela Ulama)

Salah Kaprah tentang Puasa Rajab (Koreksi untuk Pencela Ulama)Diantara kesalahan dalam permasalahan puasa Rajab adalah orang yang memahami bahwa ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah melarang puasa di bulan Rajab atau membid’ahkannya secara mutlak, dan tidak jarang kesalahan memahami tersebut ditambah dengan kesalahan berikutnya yang lebih besar, yaitu menjelek-jelekan ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan memberi gelar “Wahabi” dan gelar-gelar lainnya yang mereka anggap jelek.

Padahal yang menjelaskan tentang kelemahan dan kepalsuan hadits-hadits khusus tentang puasa Rajab adalah para ulama yang hidup jauh sebelum Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, bahkan ulama besar dari kalangan Mazhab Syafi’i, Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqolani Asy-Syafi’i rahimahullah memiliki buku khusus yang menjelaskan tentang kelemahan dan kepalsuan hadits-hadits tersebut yang beliau beri judul “Tabyinul ‘Ajab bi Maa Waroda fi Fadhli Rojab”.

Tabyinul ‘Ajab bi Maa Waroda fi Fadhli Rojab

Dan kesalahan tersebut berasal dari kesalahan memahami ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dan ucapan para ulama Ahlus Sunnah lainnya yang semisal tentang hadits-hadits puasa di bulan Rajab secara khusus. Beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah) berkata, Lanjutkan membaca

Hadits Yang Sangat Lemah Tentang Jihad Paling Besar Dan Jihad Paling Kecil


Hadits Yang Sangat Lemah Tentang Jihad Paling Besar Dan Jihad Paling Kecil

Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni

بسم الله الرحمن الرحيم

Hadits Yang Sangat Lemah Tentang Jihad Paling Besar Dan Jihad Paling Kecil

عن جابر بن عبد الله  قال: قدم على رسول الله  قومٌ غزاةٌ، فقال : « قَدِمْتُمْ خَيْرَ مَقْدَمٍ مِنَ الجِْهادِ الأَصْغَرِ إِلَى الجِهادِ الأَكْبَرِ ». قالوا : وما الجهاد الأكبر ؟ قال : « مجاهدة العبد هواه » رواه البيهقي في “الزهد الكبير” والخطيب في “تاريخ بغداد” بإسناد ضعيف.

Dari Jabir bin ‘Abdillah  beliau berkata: “Para pasukan perang telah datang (dan menemui) Rasulullah  (dari medan jihad), maka beliau  bersabda: “Kalian telah datang dengan sebaik-baik kedatangan, dari jihad yang paling kecil (berperang di jalan Allah ) menuju jihad yang paling besar”. Merekapun bertanya: Apakah jihad yang paling besar itu? Rasulullah  bersabda: “Perjuangan seorang hamba (untuk menundukkan) hawa nafsunya”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam al-Baihaqi dalam “az-Zuhdul kabiir” (no. 384), al-Khathib al-Bagdadi dalam “Tarikh bagdad” (13/523), dan Ibnul Jauzi dalam “Dzammul hawa” (hal. 39), dengan sanad mereka bertiga dari jalur Yahya bin Ya’la, dari Laits bin Abi Sulaim, dari ‘Atha’ bin Abi Rabah, dari Jabir bin ‘Abdillah , dari Rasulullah .

Hadits ini adalah hadits yang sangat lemah, karena dalam sanadnya ada rawi yang bernama Laits bin Abi Sulaim, riwayatnya ditinggalkan karena hafalannya yang sangat buruk[1]. Demikian pula rawi yang bernama Yahya bin Ya’la al-Aslami, Imam Ibnu Hajar berkata tentangnya: “Dia lemah dan penganut (paham) Syi’ah”[2]. Lanjutkan membaca

King Suleiman ANTV, Pemalsuan Sejarah


King Suleiman ANTV, Pemalsuan Sejarah

King Suleiman ANTV, Pemalsuan SejarahMohon tanggapan untuk sinetron King Suleiman di ANTV yang bnyak meresahkan kaum muslimin. Trim’s

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Keberadaan berbagai macam sinetron yang ditayangkan di televisi, memberikan pelajaran bagi kita akan pentingnya pendidikan sejarah dalam kehidupan manusia. Untuk melihat masa depan, seseorang perlu memahami masa lalunya. Al-Qur’an sendiri banyak memuat berbagai cerita umat terdahulu, agar umat Islam dapat mengambil hikmah dan pelajarannya untuk menghadapi hari depan.

Tidak heran jika setiap bangsa senantiasa merumuskan sejarah masa lalunya. Sejarah berperan sangat penting yang mengarahkan kebangkitan suatu bangsa atau peradaban. Lanjutkan membaca

Mau Tahu Sanad Ulama Salafy (Wahabi) ?


Mau Tahu Sanad Ulama Salafy (Wahabi) ?

Ketika sebagian orang tidak dapat membantah dalil-dalil Ahlus-Sunnah yang sangat meyakinkan dan terperinci dalam suatu permasalahan agama, maka alternatif terakhir bagi mereka adalah mengelak sambil melemparkan ejekan: “Carilah ilmu dari orang-orang yang memiliki sanad bersambung sampai Rasulullah seperti Habib Fulan. Ente Wahhabi ga punya sanad tapi banyak omong.

Sering kita mendengar ungkapan-ungkapan yang semisal di forum-forum perdebatan di dunia maya. Lalu benarkah tuduhan mereka bahwa Salafiyyun tidak punya sanad?

Untuk memberikan jawaban pertanyaan tersebut, penulis ingin menyebutkan beberapa sanad keilmuan yang dimiliki oleh guru kami tercinta Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Ushaimi dan Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidzahumallah..

Syaikh Shalih Al-Ushaimi adalah seorang alim yang sekarang menetap di kota Riyadh, Saudi Arabia. Beliau biasa mengadakan daurah ilmiyyah di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi. Jika beliau mengadakan daurah di Masjid Nabawi, beliau selalu duduk di kursi Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzahullah.

Pengalaman penulis yang paling berkesan bersama Syaikh Al-Ushaimi adalah kesabaran beliau yang mendalam tatkala mengajar. Dalam satu hari, syaikh dapat memberikan pelajaran dalam empat sesi. Sesi pertama dimulai setelah Shalat Subuh hingga pukul 10.00 pagi. Sesi kedua dimulai setelah Shalat Ashar hingga menjelang Maghrib. Sesi ketiga dimulai setelah Shalat Maghrib hingga Azan Isya dan dilanjutkan setelah Shalat Isya hingga pukul 22.00 malam. Masya Allah…semangat beliau benar-benar patut dicontoh oleh para da’i masa kini. Bahkan beliau pernah pingsan saat menyampaikan muhadharah, hingga ta’lim dihentikan untuk sementara. Ini saja biografi ringkas beliau yang dapat dituliskan. Lanjutkan membaca

ISIS (Khawarij) Mengkafirkan Pemerintah Muslim, Beda dengan Salafi (Bantahan terhadap Tokoh Syi’ah Indonesia) [Bag. 2]


ISIS (Khawarij) Mengkafirkan Pemerintah Muslim, Beda dengan Salafi (Bantahan terhadap Tokoh Syi’ah Indonesia) [Bag. 2]

ISIS-≠-SalafiTelah dimaklumi bahwa kelompok-kelompok Khawarij termasuk ISIS dan yang lainnya, mengkafirkan para penguasa muslim dan menjuluki mereka dengan thagut, bahkan ISIS berencana merebut Al-Haramain dari penguasa thagut Arab Saudi, menurut mereka.

Namun anehnya, ada sekelompok orang Syi’ah dan para simpatisan mereka yang menuduh bahwa Salafi sama dengan ISIS. Tulisan ringkas ini insya Allah akan membedah akar pengkafiran Khawarij terhadap para penguasa, yang sangat berbeda dengan aqidah Salafi, Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Makna Kekafiran dan Pembagiannya

Kekafiran (الكفر) secara bahasa maknanya adalah (الستر) dan (التغطية), yang berarti menutup. Sedangkan menurut syari’at, kekafiran adalah lawan dari keimanan (ضد الإيمان). Dan terbagi dalam lima jenis, yaitu:

1) Mendustakan (كفرالتكذيب)

2) Menentang (كفر الإباء والاستكبار)

3) Ragu (كفر الشك)

4) Berpaling (كفر الإعراض)

5) Kemunafikan (كفر النفاق)

[Lihat Madarijus Salikin, karya Al-Imam Ibnul Qoyyim, 1/335-338]

Adapun tingkatan kekafiran terbagi dua: Lanjutkan membaca

Persamaan Antara ISIS dan Syi’ah (Bantahan terhadap Tokoh Syi’ah Indonesia) [Bag. 1]


Persamaan Antara ISIS dan Syi’ah (Bantahan terhadap Tokoh Syi’ah Indonesia) [Bag. 1]

Dunia lagi dihebohkan dengan berita-berita tentang kekejaman ISIS, sebuah gerakan berhaluan Teroris Khawarij yang telah memproklamasikan diri sebagai negara di Iraq dan Syam. ISIS mengkafirkan kaum muslimin dan membantai dengan cara yang sangat kejam dan sadis.

Apa hubungannya antara ISIS dengan Syi’ah? Adakah hubunganya dengan Salafi?

Kenyataan berbicara, ISIS dan Iran adalah pendukung rezim Syi’ah Suriah yang membantai Salafi. Tidak heran, ulama besar Salafi, ahli hadits kota suci Madinah, Asy-Syaikh Al-‘Allamah Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr hafizhahullah memperingatkan dengan keras bahaya kelompok ISIS ini. Beliau berkata,

“Selang beberapa waktu terjadi peperangan di Suriah antara pemerintah dan para penentangnya, masuklah sekelompok orang dari ISIS ini ke Suriah, bukan untuk memerangi pemerintah, akan tetapi memerangi Ahlus Sunnah (Salafi) yang menentang pemerintah[1] dan membunuh Ahlus Sunnah (Salafi) dengan cara yang sangat kejam, dan telah masyhur cara membunuh mereka terhadap orang yang ingin mereka bunuh, dengan menggunakan pisau-pisau yang merupakan cara terjelek dan tersadis dalam membunuh manusia.” [Risalah Fitnatul Khilafah Ad-Da’isyiah Al-‘Iraqiyah Al-Maz’umah]

Lanjutkan membaca