Siapa Bilang Unjuk Rasa tidak Bertentangan dengan Sunnah dan Manhaj Salaf


Siapa Bilang Unjuk Rasa tidak Bertentangan dengan Sunnah dan Manhaj Salaf

Siapa Bilang Unjuk Rasa tidak Bertentangan dengan Sunnah dan Manhaj Salaf

oleh : Ust. Abdul Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah-

demonstrasi haram mutlakSebelum terjadinya demonstrasi pada tanggal 4 November 2016, kami sempat menurunkan beberapa artikel dalam menyanggah para pejuang demonstrasi, sampai banyak diantara mereka yang emosi dan tidak menerima kebenaran yang kami tegaskan dalam artikel-artikel tersebut berupa HARAMNYA DEMONSTRASI DALAM ISLAM.

Demonstrasi 4 November tersebut mengalami kegagalan dalam menjaga kedamaian dalam aksi demo mereka, yang membuat malu para pejuang demonstrasi. Padahal ulama sudah mewanti-wanti agar jangan melakukan demo, sebab ia adalah cara dakwah atau inkarul munkar yang akan menyebabkan banyak keburukan, seperti : berbuat rusuh, menjatuhkan martabat penguasa, memberi jalan bagi kaum perusak dalam mencoreng Islam, dll.

Kini mereka akan melakukan AKSI DAMAI 3, pada tanggal 2 Desember 2016 M, setelah mereka belum puas dengan aksi sebelumnya. Seiring dengan itu, sebagian kalangan di hari-hari ini kembali mengeluarkan pernyataan BOLEHNYA DEMONSTRASI & UNJUK RASA.

Saya ambilkan sebuah contoh, dari pernyataan Ust. Zaitun Rasmin dalam situs resmi Wahdah Islamiyah dengan judul “Unjuk Rasa Menuntut Penista AlQuran tidak Bertentangan dengan Sunnah dan Manhaj Salaf”.

Berikut inti pernyataan beliau dalam situs tersebut : Lanjutkan membaca

Demonstrasi Damai, Apakah Dia Sarana Dakwah dan Al-Masholih Al-Mursalah yang Boleh Ditempuh oleh Seorang Dai dalam Menasihati Pemerintah Muslim?!


Demonstrasi Damai, Apakah Dia Sarana Dakwah dan Al-Masholih Al-Mursalah yang Boleh Ditempuh oleh Seorang Dai dalam Menasihati Pemerintah Muslim?!

oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izahhafizhahullah

=============================================

demonstrasi haram mutlakPertanyaan seperti ini telah lama menyambangi seorang ulama Negeri Syam, Al-Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy.

Pertanyaan ini tampaknya datang kepada beliau awal munculnya syubhat dari sebagian kaum pergerakan (haroki) yang memaksakan bolehnya DEMONSTRASI DAMAI.

Si penanya berkata,

هل يجوز القيام بالمظاهرات و المسيرات السلمية للتعبير عن حق الرأي فإن كان الجواب بلا فنرجوا ذكر الدليل ، وهل تدخل هذه المسيرات ضمن المصالح المرسلة ( ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب ) فالأصل فيها الإباحة حتى يرد النص بتحريمها ، وهل القيام بها مع مراعات الضوابط والشروط التي ذكرها عبد الرحمن بن الخالق في رسالته “المسلمون و العمل السياسي” جائزة ؟؟

“Apakah boleh melakukan demonstrasi dan aksi damaiuntuk mengungkapkan hak berpendapat. Jika jawabannya adalah “tidak boleh”, maka kami harapkan penyebutan dalil.

Apakah unjuk rasa ini masuk dalam al-masholih al-mursalah. Sesuatu yang tidak bisa sempurna suatu kewajiban, kecuali dengannya, maka ia wajib. Jadi, hukum asal padanya adalah mubah sampai datang nash dalam mengharamkannya. Lanjutkan membaca

Kabar Gembira dan solusi di Tengah Keterpurukan Umat


Kabar Gembira dan solusi di Tengah Keterpurukan Umat

Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah –hafizhahullah
Roh GentayanganDimana-mana kita telah menyaksikan, mendengar dan mendapatkan berita tertekan atau tertindasnya Islam dan kaum muslimin.

Sebaliknya kaum kafir semakin menunjukkan taring kebuasannya di hadapan kaum muslimin bagaikan singa yang siap menerkam mangsanya.

Islam dan pengikutnya selalu disempitkan geraknyaoleh orang-orang kafir sehingga kebenaran yang akan disuarakan oleh penegak dan pembawa panji kebenaran terpinggirkan, bahkan hampir tenggelam oleh kekuatan kaum kafir dan segala makarnya dalam memadamkan cahaya kebenaran Islam.

Allah –ta’ala– berfirman,

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (32) هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ (33) [التوبة/32، 33]

“Mereka (kaum kafir) berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki, selain menyempurnakancahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai”. (QS. At-Taubah : 32-33) Lanjutkan membaca

Fatwa Para Ulama Sunnah yang Menjelaskan Hukum Demonstrasi di Berbagai Belahan Dunia


Fatwa Para Ulama Sunnah yang Menjelaskan Hukum Demonstrasi di Berbagai Belahan Dunia

oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah-

demonstrasi haram mutlakDemonstrasi merupakan musibah yang merebak di berbagai belahan bumi, baik dilakukan oleh kaum kafir, maupun kaum muslimin.

Banyaknya demonstrasi yang terjadi menyebabkan banyak pihak yang melayangkan surat dan pertanyaan kepada para ulama besar Ahlus Sunnah di Timur Tengah.

Penting kiranya kami nukilkan beberapa fatwa para ulama besar kita tentang hukum demonstrasi yang terjadi di berbagai belahan dunia tersebut.

Tulisan ini kami sengaja turunkan, karena sebagian pihak mengklaim bahwa fatwa ulama yang mengharamkannya, hanya berkaitan kasus demo di Saudi, seperti yang diklaim pihak Wahdah Islamiyah.

Padahal pada realitanya, demo hampir bisa dibilang tidak ada demo terjadi di Saudi, kecuali 1-2 kali saja. Damai demo itu pun langsung diingkari oleh para ulama Saudi. <http://www.islamtoday.net/albasheer/artshow-12-147145.htm&gt;

 

Justru di luar Saudi yang lebih banyak, makanya penanya kebanyakannya dari luar Saudi, atau pertanyaannya tentang kasus demo di luar Saudi. Lanjutkan membaca

MENYINGKAP TABIR PARA PENDUKUNG DEMONSTRASI


MENYINGKAP TABIR PARA PENDUKUNG DEMONSTRASI

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

demonstrasi haram mutlakAkhir-akhir ini demonstrasi, aksi jahit mulut, aksi mogok makan, dan aksi protes lainnya kian marak terjadi di negeri ini seiring dengan banyaknya kejadian dan keputusan pemerintah yang dianggap menzhalimi rakyat dan umat Islam; BBM naik, pelantikan gubernur kafir untuk memimpin ibu kota, dan sebagainya.

Demonstrasi adalah sebuah virus ganas yang dicetuskan oleh orang-orang kafir, yang kemudian menular ke dalam tubuh kaum muslimin dan menimbulkan banyak musibah ke dalam diri kaum muslimin. Bahkan konon kabarnya ada nyawa yang melayang dan masjid pun ikut kena cipratan. Semua itu gara-gara aksi demonstrasi tersebut akibat terjadi tawuran dan kerusuhan.

Benarkah demonstrasi merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi?! Fakta dan realitas yang ada menunjukkan bahwa demonstrasi bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi problematik tersebut, bahkan malah menimbulkan kerusakan yang tidak sedikit.1

Anehnya, sedikit kaum muslimin yang menyadari masalah ini, bahkan banyak dari mereka yang menjadikan demonstrasi sebagai kendaraan untuk merealisasi ambisi-ambisi mereka. Mereka mengemas dan membumbui demonstrasi dengan label-label islami, seperti dikatakan “jihad islami”, “amar ma’ruf nahi mungkar”, dan sebagainya. Lanjutkan membaca

KESURUPAN DALAM TINJAUAN AKIDAH ISLAM


KESURUPAN DALAM TINJAUAN AKIDAH ISLAM

Oleh Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra, MA

Para pembaca yang dirahmati Allâh Azza wa Jalla

Hasil gambar untuk kesurupan islamSemoga Allâh Azza wa Jalla senantiasa menjadikan kita hamba-hamba yang bersyukur terhadap segala nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada kita. Shalawat beserta salam mari kita ucapkan untuk Nabi kita yang mulia Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Semoga Allâh menjadikan kita orang-orang senantiasa berpegang dengan sunnah beliau sampai akhir kehidupan kita.

Agama Islam adalah agama yang sempurna dalam menjelaskan antara hubungan antara sesama makhluk dan bagaimana mereka saling beriteraksi dalam kehidupan ini.

Pada kesempatan kali ini kita akan berbincang seputar hubungan antara bangsa manusia dengan alam jin ditinjau dari sisi sudut pandang Akidah Islam.

AL-QUR’AN DAN HADITS, SUMBER MEMAHAMI PERKARA GAIB

Dalam berbagai kasus, kita menyaksikkan sekian keanehan antara hubungan dua alam tersebut yang menimbulkan seribu tanda tanya dalam benak kita. Akan tetapi, sedikit di antara kita yang mencoba mencari jawabannya melalui berita terpercaya dan akurat. Sumber yang akurat dan terpercaya dalam memberikan jawaban dalam hal ini hanyalah wahyu yaitu al-Qur`ân dan Sunnah yang shahîhah. Sebab, perkara tesebut adalah perkara gaib yang tidak dapat uji secara empiris di laboratorium produk manusia.

Di antara bukti keimanan seseorang adalah meyakini berita perkara-perkara ghaib yang diwahyukan Allâh k kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , baik yang terdapat dalam al-Qur’an maupun Hadits yang shahih. Itu merupakan sifat-sifat orang beriman yang Allâh Azza wa Jalla sebutkan dalam firman-Nya:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ Lanjutkan membaca

PENTINGNYA BELAJAR DARI SEJARAH


PENTINGNYA BELAJAR DARI SEJARAH

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni MA

SirohSejarah dan peradaban Islam merupakan bagian penting yang tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan kaum Muslimin dari masa ke masa. Betapa tidak, dengan memahami sejarah dengan baik dan benar, kaum Muslimin bisa bercermin untuk mengambil banyak pelajaran dan membenahi kekurangan atau kesalahan mereka guna meraih kejayaan dan kemuliaan dunia dan akhirat.

Semoga Allâh Azza wa Jalla meridhai sahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu yang mengungkapkan hal ini dalam ucapannya, “Orang yang berbahagia (beruntung) adalah orang yang mengambil nasehat (pelajaran) dari (peristiwa yang dialami) orang lain.” [1]

Dalam al-Qur’ân Allâh Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan al-‘ashr (masa/jaman) karena padanya banyak terdapat peristiwa-peristiwa yang bisa menjadi bahan renungan dan pelajaran bagi manusia. Itulah jaman meraih keberuntungan dan amal shaleh bagi orang-orang yang beriman, serta saat mendapatkan kerugiaan dan kecelakaan bagi orang-orang yang berpaling dari petunjuk-Nya [2] . Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa ! Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shaleh, saling menasehati supaya mentaati kebenaran, dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran [al-‘Ashr/103:1-3] Lanjutkan membaca