Bagi Yang Membenci SAUDI, Bacalah Surat Cinta Ini,.


Bagi Yang Membenci SAUDI, Bacalah Surat Cinta Ini,.

Surat Cinta Buat Para Pembenci Negeri Saudi Arabia

SaudiArabiaNegeri saudi arabia bukanlah khilafah di zaman para Sahabat radhiallahu anhum dan rajanya juga bukanlah Mu’awiyyah bin Abu Sufyan-radhiallahu anhuma demikian juga ulamanya bukanlah Ibnul Musayyib, bukan pula Ibnu Sirin ataupun Sulaiman bin Yasar bahkan tidak pula mendekati derajat Al Imam Asy Syafi’i ataupun Al Imam Al Auzai rahimahumullah.Kalau kalian mencari-cari kesalahannya niscaya kalian pasti akan mendapatinya sangat banyak, bahkan bukankah kesalahan-kesalahan sudah menjadi tabi’at manusia?

Jika engkau terus-menerus mencari-cari kesalahan saudaramu sama saja jika engkau memaksanya menjadi malaikat, sesuatu yang mustahil bukan?

Wahai Saudaraku…

Negeri Saudi Arabia bukanlah Khilafah di zaman para Sahabat radhiallahu anhum dan rajanya juga bukanlah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah demikian juga ulamanya bukanlah Urwah bin Zubair, bukan pula Al Hasan Al Bashri ataupun Muhammad bin Syihab bahkan tidak pula menghampiri derajat Al Imam Ahmad ataupun Imam Sufyan Ats Tsauri rahimahumullah.

Kalau kalian membandingkan negeri yang sempurna seperti negerinya Umar bin Al Khaththab atau pemimpin setegar Utsman bin Affan radhiallahu anhuma maka sungguh di mata kalian negeri Saudi Arabia saat ini hanyalah sampah.

Tapi wahai saudaraku…

Tunjukkan kepadaku negeri manakah yang saat ini lebih baik dari Kerajaan Saudi Arabia? Lanjutkan membaca

Ada Apa dengan Serangan Saudi ke Yaman?


Ada Apa dengan Serangan Saudi ke Yaman?

Saudi Serang Yaman?

Pak ustadz, bagaimana tanggapan Bapak atas keadaan di Yaman?dimana Arab menyerang Yaman, Israel dan Amerika berada dibalik penyerangan itu pula.. wassalam

Dari Beny Rusbandinar via Tanya Ustadz for Android

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Lanjutkan membaca

10 Catatan Syaikh Ali Hasan Al Halabi Terhadap ISIS


10 Catatan Syaikh Ali Hasan Al Halabi Terhadap ISIS

Ulama Salafi asal Yordania Syaikh Ali Hasan Al Halabi digandeng oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menangani masalah terorisme di Indonesia. Ahli hadits murid Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani ini ditugaskan untuk memberikan nasehat kepada para narapidana terorisme agar kembali ke ajaran yang benar.

Pada Senin (23/3/2015) lalu Syaikh Ali menjadi pembicara pada acara seminar internasional tentang terorisme dan ISIS. Hadir para tokoh nasional pada acara yang dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut.

Di sel-sela kunjungannya ke Indonesia, ulama yang sudah 12 kali mengisi daurah di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya ini menyempatkan diri mengisi ceramah di masjid Sulaiman Al Fauzan, Bagik Nyaka, Lombok Timur hari ini Rabu (25/3/2015)  sore selepas maghrib sampai isya.

Materi yang dibahas masih tentang bahaya ajaran takfir dan terorisme, tema yang diangkat adalah “Mewaspadai Bahaya Gerakan Sempalan ISIS”. Acara ini disiarkan secara live oleh Satu Radio Lombok Timur.

Dalam penyampaiannya, Syaikh Ali Hasan memaparkan bukti bahwa ISIS adalah kelompok sesat yang wajib dijauhi oleh umat Islam. Beliau membeberkan bukti-bukti bahwa ISIS benar-benar kelompok yang menyimpang dengan memberikan 10 catatan.

Berikut 10 catatan penting Syaikh Ali Hasan Al Halabi terhadap ISIS: Lanjutkan membaca

Petunjuk Ketika Mendengar Suara Kentut


Petunjuk Ketika Mendengar Suara Kentut

Suasana tenang akan mendadak berubah tatkala suara kentut terdengar di suatu tempat. Tipe suaranya yang khas kerap kali sukses memecah keheningan dan mengundang perhatian orang-orang yang tengah serius dengan kesibukannya. Keadaan pun menjadi riuh dan gaduh.

Walaupun merupakan bagian yang normal dari sistem pencernaan dalam tubuh manusia, kentut atau gas buang pencernaan menyebabkan munculnya respon yang bermacam-macam. Menertawakan atau tersenyum-senyum termasuk salah satu respon yang kerap disaksikan terhadap pelaku buang gas yang kadang tidak terdeteksi.

Orang yang mengeluarkan kentut di tengah orang banyak pastilah akan mengalami rasa malu yang besar, apalagi bila orang-orang menertawakan dirinya. Kehormatan bisa terkikis gara-gara angin yang bersuara tersebut tidak dapat terkontrol saat keluar. Dan seorang wanita akan mengalami malu yang lebih besar dan raut mukanya akan memerah malu jika kedapatan buang angin atau kentut.

Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam  telah menasehati orang-orang yang tertawa ketika mendengar suara kentut orang lain. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Mengapa salah seorang dari kalian menertawakan sesuatu yang ia perbuat (juga)” (HR. Al-Bukhari no. 4942 dan Muslim no. 2855) Lanjutkan membaca

MENGAMALKAN DUA KALIMAT SYAHADAT


MENGAMALKAN DUA KALIMAT SYAHADAT

Buletin At Tauhid Edisi 8 Tahun X

syahadatAsyhadu an laa ilaaha illallāh wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullāh. Kalimat ini adalah pondasi Islam dimana bangunan Islam dibangun diatasnya. Kalimat ini memiliki makna agung dan konsekuensi besar yang wajib ditunaikan oleh setiap pengucapnya. Oleh karena itu, setiap dari kita wajib mengetahui, memahami, dan mengamalkan kandungannya.

Makna Syahadat Laa ilaaha illallāh

Laa ilaaha illallāh memiliki 2 rukun yaitu an nafyu (peniadaan) dan al itsbat (penetapan). An nafyu ditunjukkan pada kalimat ’Laa ilaaha’, yang artinya meniadakan semua peribadahan kepada selain Allah. Sedangkan Al itsbat ditunjukkan pada kalimat ’illallāh’, yang artinya menetapkan bahwa hanya Allah saja yang berhak diibadahi, tidak ada sekutu bagiNya.

Maka, makna Laa ilaaha illallāh adalah laa ma’buda bi haqqin illallāh, yang artinya tidak ada sesembahan yang benar dan berhak diibadahi kecuali Allah semata. Sebagaimana firman Allah (yang artinya), ”Yang demikian itu karena Allah adalah sesembahan yang Haq (benar), adapun segala sesuatu yang mereka sembah selain-Nya adalah sesembahan yangbathil.” (QS. Luqman : 30).

Makna ”ilah” adalah sesembahan yang ditaati dan yang dipuja dalam hati dengan cinta, pengagungan, dan ketundukan. Sehingga, tidak ada ilah yang benar dan berhak diibadahi kecuali Allah semata. (Tadzhib Tas-hil ’Aqidah Islamiyyah, hal 32-33 dengan tambahan). Lanjutkan membaca

Faidah dari Kajian Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al Badr hafizhahullahu Ta’ala di Istiqlal, 15 maret 2015


Faidah dari Kajian Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al Badr hafizhahullahu Ta’ala di Istiqlal, 15 maret 2015

Oleh Ustadz Khalid Syamhudi hafizhahullahu 

Syaikh Abdurrazzaq 15 maret 20151. Tema : Tauhidullah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Karena tujuan ini Allah utus para nabi dan Rasul dan turunkan kitab sucinya.

2. Tauhid adalah asas tegaknya agama islam sehingga tidak akan manfaat sebuah ibadah tanpa tauhid seperti tidak ada tumbuhan tanpa pokok batangnya. Seperti dilampirkan dalam firmanNya dalam surat Ibrohim.

3. Tauhid ini adalah agama fitrah. Manusia diciptakan di atas fitrah bertauhid. Seperti sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Semua orang lahir di atas fitrah lalu kedua orang tuanya yang membuatnya menjadi Yahudi atau Nashrani.”

4. Di antara tanda keagungan tauhid adalah seluruh amalan terhenti dan tertolak kecuali tegak diatas tauhid. Kesyirikan menghancurkan amal ibadah dan ketaatan.

5. Tauhid adalah poros kebahagian seorang hamba. Siapa yang memiliki tauhid maka akan sukses dan selamat didunia dan akhirat sebagaimana dalam hadits Mu’adz radhiallahu ‘anhu tentang hak Allah atas hambaNya dan hak hamba atas Allah.

Siapa yang menyia-nyiakan tauhid dan tidak memilikinya maka akan merugi dan celaka di dunia dan akhirat.

Oleh karena itu jadikanlah tauhid sebagai tujuan dan cita-citanya yang tertinggi serta prioritas utama melebihi makan dan minum, sebab kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat hanya akan di dapat dengan tauhid.

7. Siapa yang tidak bertauhid hatinya berantakan dan hidupnya sempit serta perkaranya bercerai berai dan hilang percuma. Tidak istiqamah hati dan anggota tubuh tanpa tauhid.

8. Akal yang sehat tidak bisa menerima syirik dan sangat cocok dengan tauhid. Akal tidak ridha kecuali tauhid.

9. Tidak akan merasa aman dan ketenangan yang sempurna didunia dan akhirat kecuali dengan tauhid. Lanjutkan membaca

Siapakah yang Terasing dari Umat Islam yang Banyak?


Siapakah yang Terasing dari Umat Islam yang Banyak?

sendiri di tengah keramaianSiapakah yang dikatakan ghuroba atau orang yang terasing sehingga disebut orang yang berbahagia dan menuai kebaikan yang banyak?

Siapakah yang Terasing dari Umat Islam yang Banyak?

Orang yang berpegang teguh pada ajaran Islam yang murni, itulah yang selalu teranggap asing. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنَ سَنَّةَ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيباً ثُمَّ يَعُودُ غَرِيباً كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنِ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ

Dari ‘Abdurrahman bin Sannah. Ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabad, “Islam itu akan datang dalam keadaan asing dan kembali dalam keadaan asing seperti awalnya. Beruntunglah orang-orang yang asing.” Lalu ada yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai ghuroba’, lalu beliau menjawab, “(Ghuroba atau orang yang terasing adalah) mereka yang memperbaiki manusia ketika rusak.” (HR. Ahmad 4: 74. Berdasarkan jalur ini, hadits ini dho’if. Namun ada hadits semisal itu riwayat Ahmad 1: 184 dari Sa’ad bin Abi Waqqosh dengan sanad jayyid) Lanjutkan membaca