Tuduhan Terhadap Kerajaan Arab Saudi


Tuduhan Terhadap Kerajaan Arab Saudi

Tuduhan Terhadap Kerajaan Arab Saudi(1)

Oleh Asy- Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul

bendera-arab“Arab Saudi asalnya adalah kelompok pemberontak (Khawarij), karena dulu mereka berada dibawah kekuasaan Kesultanan Turki Utsmani.”

Untuk membantah tuduhan itu, yang dari situ juga Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Muhammad bin Su’ud kemudian di anggap sebagai dua orang pemberontak terhadap turki Utsmani, saya katakan bahwa daerah Nejed sama sekali tidak pernah berada di bawah kekuasaan Turki Utsmani secara langsung.(2) Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah pernah mengatakan.

“Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah memberontak kepada Turki Utsmani sesuai dengan apa yang saya ketahui dan yang saya yakini. Tidak ada di daerah Nejed kekuasaan dan kepemimpinan Turki Utsmani. Bahkan, di daerah Nejed itu yang ada hanya pemerintahan-pemerintahan kecil berikut daerah-daerah yang terpencar-pencar. Setiap daerah itu, sekecil apapun, ada seorang pemimpin yang berdiri sendiri. Karena itu, Nejed terdiri dari pemerintahan-pemerintahan kecil yang berdiri sendiri. Karena itu, Nejed terdiri dari pemerintahaan-pemerintahan kecil yang disana sering terjadi berbagai peperangan dan pertikaian antara mereka. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri tidak memberontak kepada Turki Utsmani. Yang beliau lakukan sekedar memerangi perbuatan-perbuatan hina dan rusak yang ada di negerinya. Beliau berjihad karena Allah dengan sebenar-benar jihad di jalanNya dan benar-benar bersabar serta tetap teguh di jalan itu sampai cahaya dakwahnya kemudian memancar ke negeri-negeri yang lain. (3)

Demikianlah keadaan yang sebenarnya. Selain itu, ditambah keterangan yang ada dalam sejarah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhad adalah orang yang memuliakan pemerintahan para syarif yang ada di Hijaz.(4) Lanjutkan membaca

KEMENANGAN ISLAM BUKAN KARENA JUMLAH YANG BANYAK (PELAJARAN DARI PERANG HUNAIN DAN UHUD)


KEMENANGAN ISLAM BUKAN KARENA JUMLAH YANG BANYAK (PELAJARAN DARI PERANG HUNAIN DAN UHUD)

pelajaean-dari-perang-hunain-dan-uhudAllah ‘azza wa jalla berfirman tentang Perang Hunain,

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّمُّدْبِرِينَ

🌴 “Sesungguhnya Allah telah menolong kalian (wahai kaum mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kalian bangga dengan banyaknya jumlah kalian, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepada kalian sedikit pun; dan bumi yang luas itu telah terasa sempit oleh kalian, kemudian kalian lari ke belakang dengan bercerai-berai.” [At-Taubah: 25]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

يذكر تعالى للمؤمنين فضله عليهم وإحسانه لديهم في نصره إياهم في مواطن كثيرة من غزواتهم مع رسوله وأن ذلك من عنده تعالى ، وبتأييده وتقديره ، لا بعددهم ولا بعددهم ، ونبههم على أن النصر من عنده ، سواء قل الجمع أو كثر ، فإن يوم حنين أعجبتهم كثرتهم ، ومع هذا ما أجدى ذلك عنهم شيئا فولوا مدبرين إلا القليل منهم مع رسول الله – صلى الله عليه وسلم

🌴 “Allah ta’ala menyebutkan bagi kaum mukminin anugerah-Nya dan kebaikan-Nya kepada mereka dalam pertolongan-Nya untuk mereka pada banyak peperangan yang mereka ikuti bersama Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam, bahwa kemenangan tersebut berasal dari Allah ta’ala, pertolongan-Nya dan takdir-Nya, bukan karena jumlah mereka dan bukan pula karena jumlah musuh.

Dan Allah mengingatkan kaum muslimin bahwa kemenangan berasal dari Allah, sama saja apakah jumlah mereka banyak atau sedikit, maka Perang Hunain menjadi saksi ketika mereka bangga dengan banyaknya pasukan, ternyata tidak bermanfaat bagi mereka sedikit pun, mereka pun terpukul mundur kecuali sedikit pasukan yang terus bertahan bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.” [Tafsir Ibnu Katsir, 4/110]

Allah ‘azza wa jalla berfirman tentang Perang Uhud, Lanjutkan membaca

Siapa Bilang Unjuk Rasa tidak Bertentangan dengan Sunnah dan Manhaj Salaf


Siapa Bilang Unjuk Rasa tidak Bertentangan dengan Sunnah dan Manhaj Salaf

Siapa Bilang Unjuk Rasa tidak Bertentangan dengan Sunnah dan Manhaj Salaf

oleh : Ust. Abdul Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah-

demonstrasi haram mutlakSebelum terjadinya demonstrasi pada tanggal 4 November 2016, kami sempat menurunkan beberapa artikel dalam menyanggah para pejuang demonstrasi, sampai banyak diantara mereka yang emosi dan tidak menerima kebenaran yang kami tegaskan dalam artikel-artikel tersebut berupa HARAMNYA DEMONSTRASI DALAM ISLAM.

Demonstrasi 4 November tersebut mengalami kegagalan dalam menjaga kedamaian dalam aksi demo mereka, yang membuat malu para pejuang demonstrasi. Padahal ulama sudah mewanti-wanti agar jangan melakukan demo, sebab ia adalah cara dakwah atau inkarul munkar yang akan menyebabkan banyak keburukan, seperti : berbuat rusuh, menjatuhkan martabat penguasa, memberi jalan bagi kaum perusak dalam mencoreng Islam, dll.

Kini mereka akan melakukan AKSI DAMAI 3, pada tanggal 2 Desember 2016 M, setelah mereka belum puas dengan aksi sebelumnya. Seiring dengan itu, sebagian kalangan di hari-hari ini kembali mengeluarkan pernyataan BOLEHNYA DEMONSTRASI & UNJUK RASA.

Saya ambilkan sebuah contoh, dari pernyataan Ust. Zaitun Rasmin dalam situs resmi Wahdah Islamiyah dengan judul “Unjuk Rasa Menuntut Penista AlQuran tidak Bertentangan dengan Sunnah dan Manhaj Salaf”.

Berikut inti pernyataan beliau dalam situs tersebut : Lanjutkan membaca

Demonstrasi Damai, Apakah Dia Sarana Dakwah dan Al-Masholih Al-Mursalah yang Boleh Ditempuh oleh Seorang Dai dalam Menasihati Pemerintah Muslim?!


Demonstrasi Damai, Apakah Dia Sarana Dakwah dan Al-Masholih Al-Mursalah yang Boleh Ditempuh oleh Seorang Dai dalam Menasihati Pemerintah Muslim?!

oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izahhafizhahullah

=============================================

demonstrasi haram mutlakPertanyaan seperti ini telah lama menyambangi seorang ulama Negeri Syam, Al-Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy.

Pertanyaan ini tampaknya datang kepada beliau awal munculnya syubhat dari sebagian kaum pergerakan (haroki) yang memaksakan bolehnya DEMONSTRASI DAMAI.

Si penanya berkata,

هل يجوز القيام بالمظاهرات و المسيرات السلمية للتعبير عن حق الرأي فإن كان الجواب بلا فنرجوا ذكر الدليل ، وهل تدخل هذه المسيرات ضمن المصالح المرسلة ( ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب ) فالأصل فيها الإباحة حتى يرد النص بتحريمها ، وهل القيام بها مع مراعات الضوابط والشروط التي ذكرها عبد الرحمن بن الخالق في رسالته “المسلمون و العمل السياسي” جائزة ؟؟

“Apakah boleh melakukan demonstrasi dan aksi damaiuntuk mengungkapkan hak berpendapat. Jika jawabannya adalah “tidak boleh”, maka kami harapkan penyebutan dalil.

Apakah unjuk rasa ini masuk dalam al-masholih al-mursalah. Sesuatu yang tidak bisa sempurna suatu kewajiban, kecuali dengannya, maka ia wajib. Jadi, hukum asal padanya adalah mubah sampai datang nash dalam mengharamkannya. Lanjutkan membaca

Kabar Gembira dan solusi di Tengah Keterpurukan Umat


Kabar Gembira dan solusi di Tengah Keterpurukan Umat

Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah –hafizhahullah
Roh GentayanganDimana-mana kita telah menyaksikan, mendengar dan mendapatkan berita tertekan atau tertindasnya Islam dan kaum muslimin.

Sebaliknya kaum kafir semakin menunjukkan taring kebuasannya di hadapan kaum muslimin bagaikan singa yang siap menerkam mangsanya.

Islam dan pengikutnya selalu disempitkan geraknyaoleh orang-orang kafir sehingga kebenaran yang akan disuarakan oleh penegak dan pembawa panji kebenaran terpinggirkan, bahkan hampir tenggelam oleh kekuatan kaum kafir dan segala makarnya dalam memadamkan cahaya kebenaran Islam.

Allah –ta’ala– berfirman,

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (32) هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ (33) [التوبة/32، 33]

“Mereka (kaum kafir) berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki, selain menyempurnakancahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai”. (QS. At-Taubah : 32-33) Lanjutkan membaca

Fatwa Para Ulama Sunnah yang Menjelaskan Hukum Demonstrasi di Berbagai Belahan Dunia


Fatwa Para Ulama Sunnah yang Menjelaskan Hukum Demonstrasi di Berbagai Belahan Dunia

oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah-

demonstrasi haram mutlakDemonstrasi merupakan musibah yang merebak di berbagai belahan bumi, baik dilakukan oleh kaum kafir, maupun kaum muslimin.

Banyaknya demonstrasi yang terjadi menyebabkan banyak pihak yang melayangkan surat dan pertanyaan kepada para ulama besar Ahlus Sunnah di Timur Tengah.

Penting kiranya kami nukilkan beberapa fatwa para ulama besar kita tentang hukum demonstrasi yang terjadi di berbagai belahan dunia tersebut.

Tulisan ini kami sengaja turunkan, karena sebagian pihak mengklaim bahwa fatwa ulama yang mengharamkannya, hanya berkaitan kasus demo di Saudi, seperti yang diklaim pihak Wahdah Islamiyah.

Padahal pada realitanya, demo hampir bisa dibilang tidak ada demo terjadi di Saudi, kecuali 1-2 kali saja. Damai demo itu pun langsung diingkari oleh para ulama Saudi. <http://www.islamtoday.net/albasheer/artshow-12-147145.htm&gt;

 

Justru di luar Saudi yang lebih banyak, makanya penanya kebanyakannya dari luar Saudi, atau pertanyaannya tentang kasus demo di luar Saudi. Lanjutkan membaca

MENYINGKAP TABIR PARA PENDUKUNG DEMONSTRASI


MENYINGKAP TABIR PARA PENDUKUNG DEMONSTRASI

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

demonstrasi haram mutlakAkhir-akhir ini demonstrasi, aksi jahit mulut, aksi mogok makan, dan aksi protes lainnya kian marak terjadi di negeri ini seiring dengan banyaknya kejadian dan keputusan pemerintah yang dianggap menzhalimi rakyat dan umat Islam; BBM naik, pelantikan gubernur kafir untuk memimpin ibu kota, dan sebagainya.

Demonstrasi adalah sebuah virus ganas yang dicetuskan oleh orang-orang kafir, yang kemudian menular ke dalam tubuh kaum muslimin dan menimbulkan banyak musibah ke dalam diri kaum muslimin. Bahkan konon kabarnya ada nyawa yang melayang dan masjid pun ikut kena cipratan. Semua itu gara-gara aksi demonstrasi tersebut akibat terjadi tawuran dan kerusuhan.

Benarkah demonstrasi merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi?! Fakta dan realitas yang ada menunjukkan bahwa demonstrasi bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi problematik tersebut, bahkan malah menimbulkan kerusakan yang tidak sedikit.1

Anehnya, sedikit kaum muslimin yang menyadari masalah ini, bahkan banyak dari mereka yang menjadikan demonstrasi sebagai kendaraan untuk merealisasi ambisi-ambisi mereka. Mereka mengemas dan membumbui demonstrasi dengan label-label islami, seperti dikatakan “jihad islami”, “amar ma’ruf nahi mungkar”, dan sebagainya. Lanjutkan membaca