Allah Tidak Membebani Kalian untuk Menghukumi Seseorang sebagai MUBTADI’ (Sebuah Tanggapan untuk Dalih QABUL KHABAR TSIQAH)


Allah Tidak Membebani Kalian untuk Menghukumi Seseorang sebagai MUBTADI’ (Sebuah Tanggapan untuk Dalih QABUL KHABAR TSIQAH)

Pertanyaan:

nabi isaTelah menjadi masalah bagi kami atau bagi kebanyakan pemuda di zaman ini masalahtabdi‘ [memvonis ahlul bid’ah] untuk sebagian orang, sehingga orang-orang dan para  pemuda terbagi menjadi dua kubu. Kubu yang [pertama] mengambil tabdi‘ seorang ulama, jika benar, sehingga ia pun menuntut orang lain menerimanya juga. Sebab hal itu termasuk dari perkara qabul khabar tsiqah [menerima kabar orang yang dapat dipercaya]. Kubu yang [kedua] mengatakan, “Sesungguhnya masalah tabdi‘ termasuk permasalahanijtihad. Oleh karena itu, dilihat, siapa yang punya kemampuan dalam hal tersebut. Setelah itu, baru diambil pendapat siapa yang tepat dalam ijtihad-nya.” Sungguh, perkara ini menjadi masalah bagi kami. Hafizhakumullah. Lantas, apa nasehat Anda untuk kami?

Syaikh Shalih bin Abdillah bin Al Fauzan hafizhahullahu ta’ala menjawab:

ALLAH TIDAK MEMBEBANI KALIAN UNTUK MELAKUKAN TABDI [memvonis orang sebagaiahlul bid’ah] TERHADAP MANUSIA dan menghukumi mereka sebagai mubtadi‘. Allah tidak membebani kalian dengan itu.

Menuntut ilmulah kalian sekarang. Jika kalian menuntut ilmu, kalian akan mengetahui apa itu bid’ah dan siapa itu ahlul bid’ah.

Adapun jika kalian mudah memvonis setiap yang menyelisihi atau setiap yang melakukan sesuatu, kalian kritik ia, kalian vonis ia dengan ahlul bid’ah, dosa ucapan ini akan kembali kepada kalian. DOSA UCAPAN INI AKAN KEMBALI KEPADA KALIAN.

Yang wajib bagi setiap orang adalah menahan lisannya dari perkara-perkara tersebut. Dan hendaknya ia menuntut ilmu, menyibukkan diri dengan menuntut ilmu.

Allah tidak membebaninya mencari-cari kesalahan orang-orang. Ia vonis, “Ini ahlul bid’ah”, “Ini fasik”, “Pada dirimu ada sesuatu”, “Pada dirinya ada sesuatu”.

Ya. Bisa jadi ia, orang yang memberikan kritik, memiliki kesalahan lebih dari orang yang dikritik. Kewajiban bagi kita untuk bertakwa kepada Allah pada diri-diri kita.

RUJUKAN: http://majles.alukah.net/t136452/ diakses pada tgl 8 April 2015

Sumber : http://dakwahislam.net/

Iklan