Bila Cinta Menyapa Remaja


Bila Cinta Menyapa Remaja

assalamu’alaikum. 
bagaimana menyikapi/solusi untuk menghindari rasa suka kepada lawan jenis dikarenakan masih seorang pelajar ( yg belum bisa menikah ) . syukron wa jazzakallahu khairan.

Jawab :

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sebenarnya ketika seorang pelajar (yang sudah dewasa) yang benar-benar cinta kepada lawan jenis yang baik (dlihat dari sisi agama dan dunianya), serta ia pun siap dengan konsekwensi pernikahan maka tidak ada salahnya bila ia berusaha menikah dengan lawan jenis yang ia cintai tersebut meskipun statusnya kala itu adalah pelajar. Ketika itu orang tua dari si laki-laki tentunya akan diharapkan sekali untuk membantu perekonomian anaknya yang baru menikah yang masih sibuk dengan studynya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

“Kami tidak pernah mengetahui sesuatu yang terbaik untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.”HR. Ibnu Majah no.1847 Dishahihkan oleh Al-Albani

Syaikh Ibnu Baz menerangkan:
Yang wajib adalah bersegera menikah, tidak selayaknya seorang pemuda mengakhirkan pernikahan dengan alasan study, begitu pula seorang gadis, tidak selayaknya ia mengakhirkan pernikahan demi study, pernikahan tidak menghalangi itu sedikitpun, seorang pemuda bisa menikah ( dan dengan begitu ia menjaga agama, akhlaq dan menundukkan pandangannya). Bersamaan dengan itu ia tetap bisa melanjutkan studynya. Begitu pula seorang gadis jika Allah memudahkan datangnya orang sekufu’ (yang ingin menikahinya.pen). Selayaknya ia bersegera menikah meski sedang belajar di tingkat sekolah menengah atas atau sekolah tinggi, itu semua (dalam keadaan belajar.pen) tidak menghalangi.

Yang wajib adalah ia (gadis.pen) bersegera dan setuju menikah jika ada laki-laki sepadan yang melamar, dan study tidaklah menghalangi pernikahan. Seandainya sebagian study terputus (karena pernikahan.pen) maka itu tidak apa, yang penting ia mempelajari apa yang bisa mengantarnya ke pengetahuan ilmu agama. Adapun ilmu lainnya, maka itu sekedar untuk kemanfaatan biasa.

Pernikahan memiliki maslahat yang banyak, khususnya pada zaman sekarang, dan pernikahan yang ditinggalkan akan menimbulkan bahaya untuk pemuda dan gadis. Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 20/421-422 no.181

Cinta yang muncul dalam hati seseorang bisa jadi timbul dikarenakan hal-hal yang diharamkan seperti selalu memandang lawan jenis, sengaja menyendiri berdua, melakukan sentuhan dan lain-lain.

Terkadang seseorang jatuh cinta begitu saja terhadap seseorang tanpa melakukan sesuatu yang haram. Seperti wanita mendengarkan laki-laki yang baik budi pekertinya sehingga dia jatuh cinta padanya. hal ini tidak berdosa kalau tidak diikuti dengan sesuatu yang haram.

Apabila seorang pelajar tidak mampu menikah dengan orang baik yang ia cintai dan orang tuanya juga tidak memfasilitasinya untuk menikah maka selayaknya ia menyibukkan diri dengan hal-hal positif seperti lebih banyak meluangkan waktunya untuk menuntut ilmu agama, menghafal al-Qur’an dan hal lainnya yang insya Allah akan memalingkan hatinya sedikit demi sedikit dari rasa cinta kepada lawan jenis tersebut.

Dan bagi remaja yang hatinya diselimuti cinta kepada lawan jenis dikarenakan perbuatan-perbuatan yang haram seperti sering melihatnya dengan sengaja atau sering berdua-duaan dengannya atau yang semisalnya maka ia harus segera berheti dari perbuatan-perbuatan itu dan bertaubat kepada Allah ta’ala dengan taubat yang sungguh-sungguh untuk kemudian menyibukkan dirinya dengan hal-hal positif sebagaimana disebutkan sebelumnya. Semoga Allah ta’ala menjaga kaum muslimin dan generasi mudanya dari perbuatan-perbuatan keji yang bisa mengantarkan mereka ke api neraka.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

 

Oleh : Redaksi salamdakwah.com
Iklan