Nasihat Emas yang Terlupakan


Nasihat Emas yang Terlupakan

Nasihat Emas Asy-Syaikh Rabe kepada Segenap Salafiyin serta Para Pengobar Fitnah Secara Khusus

Sebagaimana aku wasiatkan kepada kalian untuk menempuh cara-cara yang bijak dalam berinteraksi diantara kalian dan tidak menanyakan pertanyaan yang mengarah kepada saling benci dan “kata fulan” “kata allan”. Demi Allah ini semua memudharatkan.

Saya sendiri demi Allah sekarang menutup telepon dan tidak menerima pertanyaan-pertanyaan. Karena saya telah mendapati bahwa hal ini hanya menciptakan masalah-masalah yang tidak ada akhirnya. Yaitu pertanyaan-pertanyaan tentang fulan dan fulan. Jika aku memuji atau mencela semua ini menggiring kepada fitnah-fitnah, apakah aku memuji atau mencela. Maka tinggalkanlah wahai ikhwan, dalam kondisi seperti ini, tinggalkanlah perkara seperti ini, semoga Allah memberkati kalian. Tinggalkanlah “kata fulan” “kata allan” yaitu: kamu memuji fulan dan fanatik kepadanya. Lalu datang si fulan dan fanatik kepada salah satu musuhnya dan..

Kami telah katakan kepada kalian lebih dari sekali: bahwa dahulu terjadi perselisihan-perselisihan antara Asy-Syaikh Albani dan selain beliau dari para ulama sunnah. Sungguh demi Allah, tidak menimbulkan efek negatif pada barisan salafiyin di dunia ini seluruhnya, tidak ada efek negatif.

Tapi sekarang penuntut ilmu yang masih belia pengobar fitnah sengaja menyalakan api fitnah sehingga menjadi imam antara siang dan malam. Duduk belajar hanya 2 hari langsung dipanggil ustadz! Dan orang seperti ini memiliki pengikut yang fanatik kepadanya bahkan para pengikutnya tidak menerima kritikan yang diarahkan kepada ustadz mereka, meskipun kritikan itu memuat hujjah dan burhan yang banyak! Dan jika ada yang mengkritik ustadznya dengan hujjah-hujjah dan burhan para pengikutnya pun membuat keonaran. Wala’ dan kesetiaan mereka hanya kepada ustadznya. Dan terkadang ustadz yang patut dikasihani ini sebenarnya adalah seorang penuntut ilmu, ada padanya kebaikan, akan tetapi kenapa harus ada sikap fanatik seperti ini?!

Yakni akhlak hizbiyin telah meresap kepada sebagian salafiyin. Sungguh demi Allah sebelum ini tidak ada akhlak ini diantara kita. Sungguh antara Asy-Syaikh Albani dan Asy-Syaikh Ibnu Baz pernah terjadi perdebatan (diskusi) dan selain mereka juga dihadapan kami di Universitas Islamiyah, sungguh demi Allah ketika itu tidak menimbulkan efek apa-apa.

Asy-Syaikh Albani menulis dan berpendapat tentang meletakkan dua tangan (di dada saat i’tidal) dan beliau mengatakan: bid’ah. Sungguh tidak ada efek apa-apa. Dan kaum sufi serta khurafi (pengikut ajaran khurafat) ingin mengadu domba antara pemuda ketika itu dengan sebab perselisihan ini, yaitu antara Asy-Syaikh Ibnu Baz dan Asy-Syaikh Albani. Tapi sungguh mereka tidak mendapati jalan sama sekali untuk itu.

Maka berhati-hatilah dari yang demikian ini wahai ikhwah. Tinggalkan yang seperti ini, tinggalkan fanatik kepada fulan dan allan. Dan jangan kalian fanatik kepada siapa pun. Sungguh kalian telah memecahbelah dakwah salafiyah. Kami tidak rela kalian melakukan ini sama sekali. Saling bersabar, saling nasihat menasihati diantara kalian dengan cara-cara yang bijak. Jangan masuk ke dalam kerendahan dan hizbiyah seperti ini serta fanatik kepada fulan atau allan. Telah tercabik-cabik barisan salafiyah disebabkan cara-cara seperti ini. Para hizbiyin menyusup ke tengah-tengah kalian dan memasukkan yang seperti ini kepada kalian dan mereka mendapati pada mayoritas kalian bahwa kalian menerima cara-cara seperti ini. Tinggalkanlah ini semoga Allah memberkati kalian.

Aku mohon kepada Allah semoga Dia menyatukan hati-hati kalian dan menolak dari kalian fitnah-fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi. Kembalilah wahai ikhwan kepada kondisi salaf kalian dahulu sepanjang sejarah dari saling menasihati dengan bijak dan nasihat yang baik serta berhias dengan akhlak yang terpuji. –Selesai

 

Sumber: Kitab “Al Bayan wal Idhah li ‘Aqidati Ahlissunnah wal Jama’ah”

di nukil dari :http://www.tauhidfirst.net/nasihat-emas-yang-terlupakan/