Ada Sepuluh dasar yang dapat membantu pasangan Suami Istri menyelesaikan masalah rumah tangga dan menghindari terjadinya penceraian


Ada Sepuluh dasar yang dapat membantu pasangan Suami  Istri menyelesaikan masalah rumah tangga dan menghindari terjadinya penceraian

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin

1. Janganlah Membayangkan Kesempurnaan dari pasangan hidup.

one heart 3Hampir semua pasangan suami istri mengharapkan pasangan hidupnya sempurna dalam segala hal, sehingga bila menemukan kekurangan yang ada pada pasangannya maka akan selalu digunakan sebagai bahan perselisihan. Padahal ketahuilah bahwa tidak ada satu manusiapun yang memiliki kesempurnaan dan keistimewaan yang sempurna, oleh sebab itu masing-masing suami istri hendaknya menerima apa adanya sambil saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

Ingatlah, bahwa tidaklah kamu memilih seseorang menjadi pasangan hidupmu kecuali dia memiliki keistomewaan dari selainnya, dan ketahuilah bahwa kamu juga pasti memiliki kekurangan-kekurangan.

2. Dengarkan pembicaraan Pasanganmu

Betapa banyak pasangan suami istri yang akhirnya gagal dalam pernikahannya karena disebabkan oleh para istri yang menganggap suami-suami mereka tidak mau mendengar pembicaraanya. Ketika istri mengungkapkan permasalahannya yang membuat hidupnyasusah, suamiacuh tak acuh dan tidak mendengarkan keluhan istrinya.

Ketahuilah bahwa mendengarkan keluhan dan ungkapan isi hati pasangan hidupnya adalah salah satu bentuk perhatian kepada pasangannya, walaupun apa yang diutarakannya itu suatu yang sepele. Para suami harus berupaya untuk mendengarkan istrinya dan memberikan respon terhadap apa yang sedang dirasakan istrinya, jika tidak demikian maka ketidakpedulian anda akan menghancurkan kehidupan rumah tangga.

3. Proposonal dalam menjalin hubungan suami istri. Akan membangun kehidupan yang berbahagia.

Membangun kehidupan yang bahagia di antara suami istri menjadi tujuan berumah tangga, hal tersebut bisa dicapai dengan proposonal dalam menjalin hubungan yang baik di antara suami istri. Problem-problem yang terjadi bisa saja menghancurkan sekian banyak ikatan pernikahan yang sebelumnya bahagia. Oleh karena itu, hindarilah sebisa mungkin adanya problema dengan pasangan hidup.

Setiap pasangan hidup berusahalah untuk saling mencintai dan menyayangi, saling berlemah lembut dan saling berlomba untuk segera menampakkan kecintaannya kepada pasangannya. Laki-laki mempunyai sifat ingin mengetahui dari istrinya bahwa ia dicintai dan dibutuhkan.

4. Jangan biarkan Harta Menghancurkan kehidupan Rumah Tangga.

Betapa banyak suami Istri bertengkar hanya gara-gara harta, bahkan harta bisa menjadi pemicu kehancuran rumah tangga. Kebanyakan para istri mengeluhkan sikap suami mereka yang mencari harta hanya untuk memenuhi kepentingan pribadinya dan tidak melibatkan istrinya dan anak-anaknya. Sementara para suami mengeluhkan para istrinya yang membangkang dan bertingkah tatkala kondisi keuangan memburuk.

5. Selalu Tersenyum

Senyuman manis ketika menyambut suami bisa menghangatkan suasana dan menghilangkan sekian banyak perasaan negatif yang bisa saja menjadi awal dari malapetaka bagi kehidupan rumah tangga. Jadikan rumah anda menjadi tempatb terteduh yang nyaman dan tenang dari segala prolema hidup sehari-hari, sehingga kalian bisa menemukan waktu yang tepat untuk menddiskusikan berbagai macam problema yang salah berganti.

6. Sikap terbuka dan transparan antara Suami istri

Ketidakterbukaan di antara suami istri akan menimbulkan perasaan asing antara suami istri, sehingga istri tidak berani menceritakan isi hatinya takut suaminya marah begitu pula suaminya tidak bisa mengungkapkan isi hatinya kecuali dengan emosi. Sementara suami istri membutuhkan tepat untuk saling mengungkapkan isi hati dengan dengan jujur dan terbuka, karena kejujuran dan keterbukaan bisa meringankan keseriusan dan kegalauan yang dirasakan suami atau istri.

7. Janganlah istri memberikan masihat kepada suaminya kecuali sang suami memintanya.

Para istri mempunyai potensi untuk menghancurkan kehidupan pernikahan mereka dengan mencampuri urusan pribadi suami-suami mereka. Sementara para suami menginginkan kebebasan dan kewenangan penuh dalam mengerus kehidupan pribadinya. Para suami juga mmenginginkan istrinya percaya penuh kepada suaminya dan menjadikan tempat berlindung setelah Allah. Para suami akan sangat kesal jika para istri selalu mengorek kegiatan sekecil apapun yang dilakukan suaminya.

8. Jangan membiarkan perasaan cemburu menghancurkan istana cinta.

Kecurigaan atau kecemburuan yang tidak beralasan terhadap suami merupakan penyebab utama yang sering menyebabkan terjadinya penceraian. Kecemburuan dan ketidakpercayaan terhadap pasangan hanya akan menimbulkan kegelisahan dan bisa merusak hubungan fisik antara suami dan istri. Jika kecemburuan sudah sedemikian parah maka hendaknya para suami istri bersegera mencari solusi dengan bertanya kepada para alim ulama yang faqih dalam masalah ini, sebelum semuanya terlambat.

9. Jangan biarkan perdebatan meruncing.

Rumah tangga yang tidak pernah mengalami perselisihan, mustahil !!! semua pasangan suami istri pasti pernah mengalami perselisihan namun kadar perselisihan satu dengan yang lainnya berbeda, ada perselisihan yang gambang reda dan ada perselisihan yang semakin meluas dan menjadi peperangan yang berujung dengan peceraian. Perhatikan bagaimana cara berkomunikasi dan menyampaikan pendapat, berbicaralah dengan teang, pelan dan jangan mengulangi masalah yang sama berulang-ulang. Hindari berteriak-teriak dalam berbicara atau yang selalu memojokkan suami.

10. Tumbuhkan perasaan peka dan sensitif terhadap kejadian yang menimpa pasangan anda

Ada perbedaan cara dalam mengungkapkan rasa cinta di antara para suami dan istri. Sang istri menginginkan pembuktian cinta suami dengan ungkapan yang selalu diupdate setiap waktu baik dengan sentuhan ringan maupun kata-kata manja dari sang suami bahwa dia sangat mencintai istrinya. Pada sisi yang lain, para suami berkeyakinan bahwa selama mereka mampu melakukan hal-hal yang penting, seperti mendapatkan gaji yang tinggi untuk keluarga dan menyiapkan rumah yang bagus untuk istri, maka mereka merasa telah menunaikan apa yang dapat menjamin kelangsungan kehidupan keluarga yang baik. Oleh sebab itu, kemampuan mengkomunikasikan perbedaan sudut pandang tersebut akan membantu pasangan suami istri untuk mengenal dan mengetahui karakter pribadi masing-masing dari mereka dan akhirnya dapat merasakan kebahagian kehidupan keluarga.

*Dinukil dari buku : One Heart(Rumah Tangga satu Hati Satu Langkah), karya Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin, edisi Revisi cet. Kedua, Ramadhan 1434 H. / Juli 2013 M. Hal. 186-189.