Rangkuman isi ceramah al-ustadz Muhammad Nuzul Dzikri(Waspada Bahaya Lisan) Masjid Habiburahman-IPTN-Bandung(27 Oktober 2013 )


Rangkuman isi ceramah al-ustadz Muhammad Nuzul Dzikri(Waspada Bahaya Lisan) Masjid Habiburahman-IPTN-Bandung(27 Oktober 2013 )

lisan...

Abu Namira Hasna Al-Jauziyah

Bahaya Lisan :

1. Berkata dengan kekafiran, al-ustadz Muhammad Nuzul mencontohkan : Saya murtad dari Agama Islam.

2. Berkata agama tanpa ilmu. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabannya.” (Qs. Al-Isro : 36).

Fatwa tanpa ilmu

orang awam bertanya bukan berfatwa, yang berfatwa harus yang berilmu

Menyampaikan dalil tanpa penjelasanya, shohih atau dhoif.

Berbicara agama dengan akalnya.

3. Ghibah 

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.(Qs. Al-Hujarat : 12).

Lalu Al-Ustadz Muhammad Nuzul menyampaika hadist : Dari Abu Huroiroh radliyallahu ‘anhu bahwsanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tahukah kalian apakah ghibah itu? Sahabat menjawab : Allah dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya : Bagaimanakah pendapatmu jika itu memang benar ada padanya ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah mengghibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya”(Muslim no 2589, Abu Dawud no 4874, At-Tirmidzi no 1999 dan lain-lain).

ustadz Muhammad Nuzul menjelaskan, para ikhwan berpenampilan sunnah sering pergi ta`lim, tapi sering melakukan ghibah maka imannya bermasalah.

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari hadits no. 6089 dan Al-Imam Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah).

Membuka aib orang, maka Allah akan membuka aib kita.

Merusak kehormatan seorang muslim.

 4. Dusta/ berbohong.

bohong indetik dengan kemunafikan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika berseteru dia berbuat kefajiran”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim ).

Dusta yang diperbolehkan : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam meringankan dalam segala sesuatu yang diucapkan oleh para manusia itu, melainkan dalam tiga keadaan, yaitu dalam peperangan, dalam mengadakan hubungan baik antara manusia yang sedang berselisih, dan ucapan seseorang suami terhadap isterinya atau seorang isteri terhadap suaminya”(H.R. Muslim).

Sekian rangkuman ceramah ustadz Muhammad Nuzul Dzikri dengan tema : Waspada Bahaya Lisan, yang dilaksanakan di Masjid Habiburahman-IPTN Bandung pada hari Ahad, 27 Oktober 2013.

Lebih lengkap dan jelas silahkan download kajiannya di : (Album Sunnah (Koleksi Audio Ahlussunnah Wal Jama`ah)

Semoga Bermanfaat..

Dirangkum :

Abu Namira Hasna Al-Jauziyah

27 Oktober 2013. (Ahad Malam).

Afwan bila ada kekurangannya…