Raport Merah’ Aksi Demonstrasi


Raport Merah’ Aksi Demonstrasi

Muqoddimah

demonstrasi haram mutlakDemonstrasi adalah kata yang tidak asing lagi pada zaman ini, hampir setiap saat media mengekspos berita tentang demo, baik dalam negeri atau luar negeri. Seakan-akan tak ada hari tanpa demonstrasi.

Bila BBM naik, demonstrasi…

Bila seorang tokoh kalah dalam pemilihan, demonstrasi…

Bila gaji tak kunjung naik, demonstrasi…

Bila keputusan pemerintah dianggap kurang tepat, demonstrasi…

Demikian seterusnya…

Berita sedang aktual adalah demonstrasi besar-besaran di negeri Sungai Nil, Mesir, yang dilakukan oleh rakyat Mesir yang menuntut lengsernya Presiden Muhammad Husni Mubarok dari kursi kepresidenan. Tak cukup sekadar demonstrasi, tragedi ini merupakan tragedi berdarah yang menelan banyak korban. Hal itu mengingatkan penulis pada sejarah lengsernya presiden kedua Indonesia.

Aneh memang, banyak kalangan menilai bahwa demonstrasi adalah obat alternatif yang jitu dan solusi tepat untuk mengatasi seabrek problem yang menyelimuti umat manusia. Masalahnya, benarkah demonstrasi adalah solusi? Ataukah demonstrasi adalah polusi yang membawa kerusakan dan petaka?!! Bagaimanakah hukum demonstrasi dalam pandangan Islam? Bagaimana juga dengan sejarahnya? Di sinilah kami mengajak pembaca sekalian untuk mengkaji masalah ini dengan lapang dada dan niat mencari kebenaran.

Definisi Demonstrasi

Dalam sebuah kamus bahasa Indonesia, demonstrasi diartikan sebagai pengungkapan kemauan secara beramai-ramai baik setuju atau tidak setuju akan sesuatu, sambil berarak-arakan dengan membawa spanduk/panji-panji, poster, dan sebagainya yang berisikan tulisan yang menggambarkan tujuan demonstrasi tersebut.[1]

Jadi, demonstrasi adalah suatu metode untuk mengungkapkan aspirasi para demonstran terhadap negara atau atasan dengan menuntut terwujudnya tuntutan mereka dari aksi tersebut.

Sejarah Demonstrasi Lanjutkan membaca

Iklan