ADA APA DENGAN SYAIKH ALI AL-HALABI DAN SYAIKH KHOLID AL-ANBARI –HAFIDZAHUMALLAHU-??


ADA APA DENGAN SYAIKH ALI AL-HALABI DAN SYAIKH KHOLID AL-ANBARI –HAFIDZAHUMALLAHU-??

Oleh Ustadz Abdurrahman Thoyyib As-Salafy

syaikh Ali Hasan seorang syaikh salafy, BUKAN TOKOH MURJIAHDiantara sekian banyak para masyayikh dakwah Salafiyah yang tidak selamat dari tuduhan Murji’ah yang dilontarkan oleh para harokiyin, sururiyin dan takfiriyin adalah Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari dan Syaikh Kholid bin Ali bin Muhammad Al-Anbari –hafidzhumallahu-. Dan yang amat disayangkan adalah adanya fatwa Lanjah Daimah yang juga ikut serta mendukung orang-orang tersebut dengan menuduh bahwa di dalam beberapa kitab kedua syaikh tersebut terdapat pemikiran Murji’ah. Padahal kalau ditilik kembali kitab-kitab mereka tersebut sangat jauh dari pemikiran Murji’ah. Mereka adalah masyayaikh Ahlu Sunnah yang jauh dari pemikiran Murji’ah, aqidah mereka aqidah Salaf Ashabul Hadits khususnya yang berkaitan dengan masalah iman. Oleh karenanya Syaikh Ali bin Hasan dan Syaikh Kholid menulis jawaban akan fatwa Lajnah Daimah tersebut. Mereka berdua meminta kepada Lajnah Daimah untuk membuktikan dengan jelas mana pemikiran Murji’ah yang terdapat dalam kitab mereka.

Adapun Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi –hafidzahullahu-, maka dalam menanggapi fatwa Lajnah Daimah serta tuduhan Murji’ah ini beliau banyak menulis kitab yang menjelaskan kepada siapa saja yang hatinya masih bersih akan jauhnya beliau dari aqidah Murji’ah. Maka barangsiapa yang telah teracuni oleh syubhat bahwa Syaikh Ali Murji’ah atau sebagian buku beliau ada pemikiran Murji’ah hendaklah membaca kitab-kitab berikut ini agar dia tidak berbicara kecuali dengan ilmu dan bukti yang nyata : Al-Ajwibah Al-Mutalaaimah Ala Fatwal Lajnah Ad-Daimah, At-Ta’rif Wat Tanbi’ah, At-Tanbihaat Al-Mutawaaimah, Al-Hujjah Al-Qoimah Ala Fatwal Lajnah Ad-Daimah, Ar-Roddul Burhani, Kalimatun Sawaa dan lain-lain.

Diantara yang beliau ucapkan dalam menanggapi fatwa Lajnah Daimah adalah : “Oleh karena ucapan ulama meski tinggi derajat dan kedudukannya, bisa diterima dan bisa di tolak serta kemungkinan bisa salah bisa benar, maka saya ingin menulis sebuah dialog ilmiah yang ringkas untuk menjawab fatwa lajnah yang terhormat. Semoga apa yang akan saya sampaikan ini dari hujjah-hujjah dan dalil-dalil menjadi penjelas bagi jalan kebenaran. Semoga rahmat Allah bagi Imam Abdurrohman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab yang telah berkata : “Wajib bagi orang yang masih mengasihi dirinya, apabila membaca kitab-kitab para ulama dan melihat isinya serta mengetahui ucapan mereka agar dia menimbangnya dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Karena setiap mujtahid dari kalangan para ulama dan yang mengikuti mereka serta yang menisbatkan diri kepada mereka haruslah menyebutkan dalilnya. Kebenaran hanya satu dalam setiap permasalahan dan para imam-iman itu diberi pahala akan ijtihad mereka. Orang yang bijak ketika membaca ucapan mereka dan mempelajarinya, dia menjadikannya sebagai jalan untuk mengetahui permasalahan dan untuk mengetahui yang benar dan salah dengan melihat dalil-dalilnya…” Dari sinilah saya ingin memulai jawaban saya dengan penuh hormat terhadap para masyayyikh yang mulia dan semoga ucapanku dan dialog ini –insya Allah- sesuai dengan apa yang ada dalam hati kami dari penghormatan terhadap mereka…” [1] Lanjutkan membaca

Iklan