Menyoal Roh Gentayangan


Menyoal Roh Gentayangan

Roh GentayanganBeberapa kali kami ditanya tentang roh gentayangan. Adakah dasarnya dalam agama bahwa mayat setelah dicabut rohnya, karena ia jahat atau sebab lainnya, ia terkadang dapat keluar dari Alam Barzakh alias alam kubur. Pertanyaan ini muncul disebabkan oleh beberapa faktor.

Pertama, karena kaum muslimin hari ini suka menonton film-film horor yang menggambarkan adanya orang-orang mati yang kembali hidup, dalam artian rohnya kembali ke jasad, lalu berkelana dan bebas kesana-kemari. Kedua, karena adanya desas-desus yang dusta bahwa ada roh yang gentayangan ditemukan di sebagian tempat, seperti di Makassar diisukan ada sebagian orang pernah melihat roh Sumiati di Lapangan Sepak Bola Karebosi atau tempat lainnya. Konon kabarnya, Suamiti adalah seorang wanita yang meninggal akibat diperkosa. Ketiga, adanya keyakinan salah yang diwarisi oleh masyarakat awam dari nenek moyang mereka yang jahil tentang agama. Keempatnya, munculnya setan menyerupai di depan sebagian orang dalam rupa kerabat atau orang yang mereka kenal.

Inilah beberapa sebab dan faktor yang melatari adanya keyakinan bahwa roh dapat kembali ke dunia, lalu gentayangan dan berkelana di dunia nyata. Subhanallah, sungguh ini adalah hal yang aneh bin ajaib.

Keyakinan ini telah dibantah oleh Allah -Ta’ala- di dalam Al-Qur’an Al-Majid,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (100) [المؤمنون/99، 100]

“Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan”. Sekali-kali tidak, sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan”. Lanjutkan membaca

Iklan

Hipnotis Dalam Tinjauan Syari’at


Hipnotis Dalam Tinjauan Syari’at

Definisi dan Sejarah Ilmu Hipnotis (HIPNOSIS/GENDAM)

hipnotis..Kata ‘Hipnotis’ dan ‘hipnotisme’ sama-sama merupakan turunan dari istilah ‘neuro-hipnotisme’ (nervous sleep), dicetuskan oleh dokter bedah Skotlandia James Braid sekitar tahun 1841 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Hipnotis Modern. Braid mendasari cara kerjanya dengan metode yang dikembangkan oleh Frans Mesmer dan para pengikutnya (“Mesmerisme” atau “Magnetisme Binatang”), tapi berbeda dengan teorinya sebagaimana prosedur dilakukan.

 

Hipnosis (Inggris: hypnosis) adalah teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain secara sengaja untuk masuk ke dalam kondisi yang menyerupai tidur, dimana seseorang yang terhipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan. Teknik ini sering dilakukan untuk menjelajahi alam bawah sadar.

Ilmu Gendam adalah ilmu olah kebatinan yang digunakan untuk memanipulasi kehendak orang lain, Kekuatan sebenarnya ada pada olah kebatinannya disertai keyakinan yang kuat sehingga tercipta energi dahsyat yang dapat memanipulasi kehendak orang yang menjadi sasaran.Dalam kasus kejahatan, gendam digunakan untuk memanipulasi kehendakkorban sehingga ia tidak melawan dan menuruti kemauan penggendam. Hipnotis  disebut sebagai western style dengan menggunakan kekuatan verbal.  Adapun Gendam disebut sebagai eastern style dan tergolong sebagai tradisional hipnotis. Contoh lain tradisional hipnotis adalah pendulum dan tenaga dalam.

Berlawanan dengan kesalahan konsep popular, bahwa hipnotis merupakan sebuah bentuk mirip ketidaksadaran waktu tidur, penelitan kontemporer menyebutkan bahwa hipnotis sesungguhnya merupakan keadaan bangun dari konsentrasi yang terfokus dan berpusat pada sugestibilitas, dengan kewaspadaan perifer yang berkurang. Pada buku pertama topik ini “Neurypnology” (1843), Braid mendeskripsikan “hipnotisme” sebagai keadaan relaksasi fisik disertai dan diinduksi konsentrasi mental (“abstraksi”).

Metode hipnotis bisa dibagi dua. Sleep transhipnosis dengan ciri korban yang terhipnotis dalam keadaan tidur. Metode lainnya bernamawaking transhipnosis. Cirinya, yang terhipnotis dalam keadaan mata terbuka.

Apakah Hipnotis Itu Ada Kaitannya Dengan Jin, Dan Apa Hukumnya?

Tidak kita pungkiri bahwa pertanyaan ini terkadang selalu muncul pada benak kita. Dan tidak kita pungkiri banyak orang menganggap bahwa penggunaan cara hipnotis itu banyak. Dan kenyataannya memang demikian, namun di suatu negara dan tempat penggunaannya ternyat berbeda. Kalau di jazirah arab banyak digunakan untuk menyembuhkan, menguatkan persiapan ujian, dan lainnya yang kelihatannya baik. Berbeda di negara yang lain digunakan untuk sarana merampok, mencuri dan menipu. Lanjutkan membaca