“Berlari dari Fitnah dan Kewajiban Setiap Orang untuk menetapi amal shalihnya”


“Berlari dari Fitnah dan Kewajiban Setiap Orang untuk menetapi amal shalihnya

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam hafidzohullah berkata :

pohon layuDari Abu Sa’id Al-Khudri radhiaullahu ‘anhu, beliau berkata :

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

“Hampir-hampir harta paling berharga yang dimiliki seorang muslim adalah kambing, yang dia menggiringnya dipuncak-puncak gunung dan tempat-tempat turunnya hujan. 

Dia berlari MEMBAWA AGAMANYA UNTUK MENJAUH DARI FITNAH“.

(HR. Al-Imam Bukhari no. 19)

 

Dan dari Abu Bakrah radhiaullahu ‘anhu, beliau berkata :

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

“Sesungguhnya AKAN TERJADI BERBAGAI FITNAH, Ketahuilah…!!!

Sesungguhnya akan terjadi suatu fitnah dimana seorang yang duduk pada saat terjadi fitnah LEBIH BAIK daripada orang yang berjalan. Dan orang yang berjalan lebih baik dari pada orang yang berlari kecil.

Ketahuilah…!!! Jika fitnah tersebut turun atau terjadi.

Barangsiapa yang memiliki onta maka berkumpullah (sibukkan diri, pen) dengan onta-ontanya dan barangsiapa memiliki kambing, maka sibukkan diri dengan kambing-kambingnya dan barangsiapa memiliki tanah (pertanian) maka sibukkan dirinya dengan tanah pertaniannya.

 

(Abu Bakrah radhiaullahu ‘anhu berkata) : Salah seorang sahabat bertanya : Yaa Rasulullah, bagaimana pendapatmu dengan orang yang tidak memiliki onta, tidak pula kambing ataupun tanah ??? Lanjutkan membaca

Iklan

Diam yang Menyelamatkan


Diam yang Menyelamatkan

diam bila tanpa disertai ilmu yg benarDari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang diam maka dia akan selamat.” (HR. Ahmad [6481] sanadnya disahihkan Syaikh Ahmad Syakir, lihat al-Musnad [6/36] dan disahihkan pula oleh Syaikh Abdullah bin Yusuf al-Judai’ dalam ar-Risalah al-Mughniyah fi as-Sukut wa Luzum al-Buyut, hal. 21-22 Bab Najatul Insan bi ash-Shamti wa Hifzhi al-Lisan)

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim yang baik adalah yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang yang benar-benar berhijrah adalah yang meninggalkan segala perkara yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Iman [10])

Dari Abu Musa radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan bahwa para Sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah! Islam manakah yang lebih utama?” Beliau menjawab, “Yaitu orang yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Iman [11] dan Muslim dalam Kitab al-Iman [42])

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Yaitu orang yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” Maknanya adalah orang yang tidak menyakiti seorang muslim, baik dengan ucapan maupun perbuatannya. Disebutkannya tangan secara khusus dikarenakan sebagian besar perbuatan dilakukan dengannya.” (lihat Syarh Muslim [2/93] cet. Dar Ibnu al-Haistam)

Imam al-Khaththabi rahimahullah berkata, “Maksud hadits ini adalah bahwa kaum muslimin yang paling utama adalah orang yang selain menunaikan hak-hak Allah ta’ala dengan baik maka dia pun menunaikan hak-hak sesama kaum muslimin dengan baik pula.” (lihat Fath al-Bari [1/69] cet. Dar al-Hadits) Lanjutkan membaca