Tidak Pernah ada Bangunan Kokoh di atas Pondasi yang Rapuh


Tidak Pernah ada Bangunan Kokoh di atas Pondasi yang Rapuh

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ

Saudaraku seiman..

Pondasi yang rapuh tidak akan pernah terbangun di atasnya bangunan yang kuat dan kokoh

Oleh karenanya Islam SEBAGAI AGAMA pondasinya sangat kokoh, yaitu 2 kalimat syahadat, PONDASI TAUHID.

Oleh karenanya pula, bagi siapa saja yang mendambakan masyarakat yang menjalankan syariat Islam, harus diberikan pondasi yang sangat kokoh tersebut.

Setelah memahami ini, Anda tidak heran sama sekali, apabila ada bangunan berdiri, kelihatannya kokoh, tetapi  Setelah beberapa waktu, SATU PERSATU tiang-tiang bangunan itu “mengambrukkan” diri mereka sendiri karena memang pondasi di bawah mereka tidak kuat dan sangat rapuh.

Sebagaimana Anda tidak akan pernah heran sama sekali setelah ini, apabila ada sebuah Negara yang kelihatannya kokoh dengan keislamannya, tetapi setelah selang beberapa waktu, bahkan baru akan dimulai pelaksanaan total terhadap syariat Islam, maka, janganKAN kaum kafir, bahkan sebagian yang beragama Islam sendiri, MENOLAK MENTAH-MENTAH syariat Islam itu tegak di tengah-tengah mereka. Dengan berbagai macam alasan;

– Syariat Islam tidak relevan dengan kemajemukkan lah

– Syariat Islam akan menindas kaum kafir lah

– Syariat Islam bertentangan dengan demokrasi lah

– Dan masih banyak alasan lain..

Dan alasan-alasan itu, sekali lagi, bukan dari orang kafir, tapi terkadang dari orang Islam itu sendiri.

Takdir Allah yang kemudian menjadi sejarah umat Islam telah membuktikan bahwa TANPA PONDASI YANG KUAT DAN KOKOH INILAH TENYATA, TERKADANG SEBAGIAN PENGANUT ISLAM SENDIRI YANG MENJADI BATU SANDUNGAN UNTUK TERLAKSANANYA SYARIAT ISLAM DI TENGAH-TENGAH MEREKA.

LIHATLAH  NEGARA-NEGARA YANG INGIN MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM TAPI MASYARAKAT MUSLIMNYA TIDAK DI DASARI DENGAN PONDASI YANG KUAT, MAKA MEREKA SENDIRI YANG AKHIRNYA MENOLAK MENTAH-MENTAH SYARIAT ISLAM.

DAN BANDINGKAN DENGAN NEGARA-NEGARA YANG MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM -MESKIPUN DI SANA SINI MASIH BANYAK KEKURANGAN-, TETAPI MASYARAKAT MUSLIMNYA DI AJARKAN PONDASI YANG KUAT SEHINGGA MENJADI DARAH DAGING MEREKA, MAKA MEREKA AKAN BERUSAHA SEKUAT TENAGA BAHKAN NYAWA, UNTUK MEMPERTAHANKAN SYARIAT ISLAM TERSEBUT TEGAK DI ANTARA MEREKA, TERUTAMA KETIKA ADA PENGACAU-PENGACAU ISLAM MASUK KE TENGAH-TENGAH MEREKA.

JADI…

SOLUSINYA CUMA SATU, YAITU IKUTI RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM DALAM MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM DI TENGAH UMAT MANUSIA TERUTAMA DITENGAH UMAT ISLAM SENDIRI., YAITU MEMBUAT PONDASI YANG KUAT, MEMBUAT UMAT ISLAM BENAR-BENAR MEMAHAMI DAN MENGAMALKAN DUA KALIMAT SYAHADAT. YANG TUJUAN UTAMANYA ADALAH;

MENYERAHKAN DIRI KEPADA-NYA DENGAN MENTAUHIDKAN-NYA, TUNDUK PATUH KEPADANYA DENGAN MENGERJAKAN KETAATAN KEPADA-NYA, BERLEPAS DIRI DARI KESYIRIKAN DAN PELAKUNYA.

TULISAN DI ATAS Renungan dari firman Allah Ta’ala:

{وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ } [النور: 55]

Artinya: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.  Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” QS. An Nur: 55.

Ditulis oleh Ahmad Zainuddin

Selasa, 20 Syawwal 1434, Dammam Arab Saudi

Sumber : DakwahSunnah.com