Sikap Seorang Muslim Terhadap Apa yang Terjadi di Mesir


Sikap Seorang Muslim Terhadap Apa yang Terjadi di Mesir

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

1. Sedih dengan bersimbah darahnya kaum muslim di Mesir

« لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ ».

“Sungguh hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dari membunuh seorang muslim”. HR. Tirmidzi.

2. Berdoa kepada Allah Ta’ala agar darah kaum muslim Mesir segera berhenti dari persimbahan

3. Berdoa kepada Allah Ta’ala agar kaum Muslim Mesir diberikan Pemimpin yang shalih dan baik untuk kebaikan kaum muslim secara khusus dan rakyat Mesir secara umum

4. Bertobat dan meminta ampun dari kesalahan, sungguh semua keburukan ini terjadi akibat dosa-dosa kita.

{ وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ} [الشورى: 30]

Artinya: “Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” QS. Asy Syura: 30.

5. Lebih memperbanyak beribadah dalam keadaan serba ketidak stabilan, penuh kegentingan dan kekacauan serta banyak pembunuhan.

« الْعِبَادَةُ فِى الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَىَّ »

“Beribadah di dalam kegentingan (yang menyebabkan banyak pembunuhan) laksana berhijrah kepadaku.” HR. Muslim

6. Merujuk kepada para ulama bermanhaj Salaf Ash Shalih tentang apa sebenarnya yang terjadi di Mesir dan bagaimana sikap kaum muslim terhadapnya. Yang fatwa mereka didasari Al Quran dan Sunnah dengan pemahaman para salaf ash shalih, fatwa yang mendatangkan kebaikan untuk kaum muslim BUKAN FATWA YANG MALAH MENDATANGKAN KEBURUKAN BAGI KAUM MUSLIM KARENA HANYA BERDASARKAN SEMANGAT DAN RASA IBA, TAPI TANPA ILMU.

7. Dalam keadaan seperti ini lebih diutamakan bagi umumnya kaum muslim untuk banyak menggunakan hadits Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam:

« مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ »

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” HR. Bukhari.

KARENA DITAKUTKAN SATU KATA YANG IA UCAPKAN AKAN MENAMBAH SIMBAHAN DARAH KAUM MUSLIM, YANG ITU SANGAT DIMURKAI OLEH ALLAH TA’ALA.

 

« لَنْ يَزَالَ الْمُؤْمِنُ فِى فُسْحَةٍ مِنْ دِينِهِ ، مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا »

 

“Seorang mukmin benar-benar akan leluasa dari perkara agamanya, selama ia tidak pernah mengenai darah yang haram (untuk diteteskan).” HR. Bukhari

Ditulis oleh Ahmad Zainuddin

Jumat, 9 Syawwal, Dammam Arab Saudi.

Sumber : DakwahSunnah.com