Beginikah Cara Menyambut Metallica?


Beginikah Cara Menyambut Metallica?

oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah –hafizhahullah-

Kali ini kita akan kedatangan orang-orang asing yang menamai diri dengan “Metallica”. Itulah band Amerika Serikat yang lahir di Los Angeles. Metallica sendiri merupakan band yang beraliran musik rock dengan genre Heavy metal, sebuah aliran musikrock yang berkembang pada 1970-an.[1]

Tak lama lagi Metallica akan menjadi “tamu kehormatan” bagi sebagian orang. Grup band mancanegara ini akan tampil di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada hari Minggu, 25 Agustus 2013 M. Banyak diantara manusia di Indonesia Raya ini yang mengelu-elukan kedatangan mereka. Para panitia pelaksana yang mengundang mereka untuk meruap keuntungan besar di balik konser yang mereka akan gelar, mulai sibuk dan kasak-kusuk sampai harus melibatkan dua ribu personil aparat kepolisian?

Menurut sebagian media, dalam menyambut konser Metallica, ribuan tiket telah habis terjual secara online dan akan disiapkan 3.000-an tiket lagi pada hari konser demi mengatasi orang-orang yang tak sempat membelinya.

Itulah hingar-bingar, gemuruh, semangat dan usaha keras dalam menyambut band legendaris, “Metallica” yang telah orbit sejak tahun 80-an sampai hari ini. Band ini disambut begitu meriah oleh masyarakat Indonesia yang di Jakarta pada khususnya.

Semua ini menunjukkan intensitas kecintaan mereka kepada Metallica sampai konon kabarnya saat show pertama Metallica di Jakarta sebelumnya sempat terjadi bentrok diantara penonton, karena saking meriahnya.

Tapi beginikah selayaknya Metallica disambut oleh seorang muslim? Jawabnya, tentu tak demikian, wahai saudaraku!! Sambutan seperti ini amat keliru hubungannya dengan seorang fasik, apalagi kafir!!! Seorang muslim dengan keimanannya tak akan mencintai dan membanggakan orang-orang kafir. Seorang muslim lebih mulia dan berwibawa dibandingkan dengan orang kafir!! Kaum muslimin lebih mulia di sisi Allah.

Sikap kita yang benar dalam menyikapi orang-orang kafir adalah membenci mereka, karena kekafiran mereka kepada Islam!! Oleh karena itu, Allah berfirman dalam melarang kita dalam mencintai mereka,

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ  [المجادلة : 22]

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah (yakni, kaum beriman) orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya.mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah (golongan Allah) itu adalah golongan yang beruntung”. (QS. Al-Mujadilah : 22)

Syaikh Muhammad bin Sulaiman At-Tamimiy -rahimahullah- berkata, “Barangsiapa yang mentaati Rasul -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , dan mengesakan Allah, maka tak boleh baginya mencintai orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, walaupun orang yang ia cintai adalah kerabat terdekatnya”. [Lihat Tash-hil Al-Ushul Ats-Tsalatsah (hal. 11), cet. Dar Ibnu Rajab]

Seorang muslim hendaknya mencintai dan mencontoh orang-orang sholeh, seperti Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, para sahabatnya, dan pengikutnya yang setia. Janganlah kalian tertipu dan terpedaya dengan kehidupan dunia yang Allah berikan kepada orang-orang kafir dan pelaku maksiat[2]. Glamournya dunia ini tampak indah, namun hakikatnya musibah.

Kaum muslimin harus menyadari bahwa kemuliaan mereka ada pada kuatnya mereka berpegang dengan prinsip agamanya. Salah satu diantara prinsip agama, seorang muslim wajib berlepas diri dari orang-orang kafir, bagamanapun mulianya mereka di dunia dengan banyaknya harta benda, tingginya popularitas dan jabatan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ ( 118) هَا أَنْتُمْ أُولَاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ  [آل عمران : 118 ، 119]

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kalian, kalian menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kalian beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kalian, mereka berkata, “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kalian. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kalian karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati”. (QS. Ali Imraan : 118 )

Ayat ini walaupun turun kaitannya dengan kaum munafik, namun perlu dipahami bahwa mereka juga sebenarnya orang kafir. Sebab, mereka adalah orang kafir yang menyembunyikan kekafiran, dan menampakkan keislaman. Jadi, walaupun turun kaitannya dengan kaum munafik, tapi sebenarnya juga mencakup orang-orang kafir secara umum. Sebab, telah dimaklumi bahwa setiap orang kafir pasti benci kepada kaum muslimin.

Allah -Ta’ala- berfirman,

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ  [البقرة : 120]

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS. Al-Baqoroh : 120)

Mufassir Jazirah Arab, Al-Allamah Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’diy -rahimahullah- berkata dalam menafsirkan ayat yang mulia ini, “Allah -Ta’ala- mengabarkan Rasul-Nya bahwa orang-orang Yahudi dan Nashrani tak akan ridho kepadanya, kecuali harus mengikuti agama mereka, karena mereka adalah para penyeru menuju agama yang mereka anut, dan menyangkanya sebagai petunjuk…Dalam ayat ini terdapat larangan keras dari mengikuti hawa nafsu orang-orang Yahudi, dan Nasrani, dan dari menyerupai mereka dalam perkara yang khusus dalam agama mereka. Ucapan (firman) ini walaupun diarahkan kepada Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-, maka sesungguhnya ummatnya juga masuk dalam hal itu, karena barometernya adalah keumuman makna, bukan khususnya orang yang diajak bicara”. [Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman (hal. 65), cet. Maktabah An-Nubala’, 1420 H]

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tak senang dan ridho kepada kaum muslimin sampai kaum muslimin mengikuti hawa nafsu dan agama kaum Yahudi dan Nasrani yang terdapat dalam Taurat dan Injil yang telah mengalami penyelewengan berupa penambahan, pengurangan, pengubahan, dan takwil batil. [Lihat Nazhm Ad-Duror fi Tanaasub Al-Ayat wa As-Suwar (1/176) oleh Burhanuddin Al-Biqo’iy -rahimahullah-]

Kebencian kaum kafir kepada kaum muslimin amat jelas jika mau menilik Al-Qur’an dan Sunnah serta sejarah kehidupan manusia. Kebencian dan makar mereka dalam menjauhkan manusia dari agamanya ditempuh dengan berbagai cara, seperti melalui bantuan sosial dan kemanusiaan, politik, budaya, dan pendidikan.

Kebencian dan makar mereka terkadang jelas dan terang, dan terkadang -bahkan sering- tersamar bagi kaum muslimin. Yang tampak dan jelas, seperti perang dan penjajahan yang dilancarkan oleh mereka atas kaum muslimin. Perang dan penjajahan itu mengusung misi penyebaran agama. Di bawah penindasan dan kekejaman mereka, banyak diantara kaum muslimin yang terpengaruh dan lebih memilih pindah agama alias murtad dari Islam menuju agama Kristen atau Yahudi.

Diantara makar kaum kafir, mereka menyibukkan kaum muslimin dengan musik dan hiburan lain. Salah satu diantaranya, mereka sibuk mengadakan konser di berbagai belahan bumi, entah secara langsung ataukah disiarkan melalui media TV. Kedatangan Metallica ke Indonesia adalah satu usaha mereka dalam menjauhkan kaum muslimin dari agamanya, melalaikan mereka dari memikirkan saudara-saudara mereka yang ditindas oleh kaum kafir Yahudi dan Kristen. Konser seperti ini juga akan menguras dan menghabiskannya di jalan setan.Sebab, musik merupakan salah satu jalan-jalan setan dalam menjauhkan manusia dari agama Allah.

Allah -Ta’ala- berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ (6) وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (7) [لقمان : 6 ، 7]

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya  ayat-ayat kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan- akan ada sumbat di kedua telinganya; Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. (QS. Luqman : 6-7)

Nyanyian dan musik adalah perkara yang akan memalingkan hati dari kebaikan. Layak bila dianggap oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- sebagai suara yang terlaknat. Karena, musik akan menjauhkan seseorang dari agama dan kebaikan.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

صوتان ملعونان في الدنيا و الآخرة : مزمار عند نعمة و رنة عند مصيبة

“Dua suara yang terlaknat di dunia dan akhirat: seruling di kala senang dan suara sedih (ratapan) di kala ada musibah”. [HR Al-Bazzar dalam Al-Musnad sebagaimana dalam Kasyful Astaar (1/377/795). Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ (no. 3801)]

Al-Imam Ibnul Hajj Al-Faasiy –rahimahullah– berkata seusai membawakan hadits ini dan lainnya, “Berdasarkan atsar-atsar ini dan lainnya, para ulama kita menyatakan pengharaman nyanyian (yang bermusik)”. [Lihat Al-Madkhol (3/210)]

Kenapa musik diharamkan di dalam agama kita? Karena, di dalamnya terdapat banyak mudhorot dan keburukan sebagaimana halnya khomer dan judi merupakan dua penghancur generasi muslim. Khomer dengan berbagai macam jenisnya (termasuk, semua bentuk narkoba) adalah penghancur dunia dan akhirat bangsa dan agama generasi kita. Demikian pula judi, ia hanya melahirkan kemalasan dan penyesalan serta kerugian di dunia dan akhirat.

Sebagian orang ada yang berusaha menghalalkan khomer dan musik dengan menamainya dengan nama lain. Khomer mereka sebut –misalnya- dengan “minuman pria jantan”, “Minuman Penyegar”, “Minuman Para Bintang”. Musik mereka namai dengan “Qasidah”, “Lagu Padang Pasir”, “Nada dan Dakwah”, “Lagu Islami”, “Nasyid”, “Lomba Menabuh Beduk” dan lainnya. Tak heran bila takbiran pun dikotori dengan irama disco remix!!

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda dalam mengingatkan hal ini,

لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي الْخَمْرَ يُسَمُّونَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا يُعْزَفُ عَلَى رُءُوسِهِمْ بِالْمَعَازِفِ وَالْمُغَنِّيَاتِ يَخْسِفُ اللَّهُ بِهِمْ الْأَرْضَ وَيَجْعَلُ مِنْهُمْ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ

“Sungguh akan ada beberapa orang dari kalangan kaumku akan meminum khomer; mereka menamainya dengan nama lain. Dimainkan di atas kepala-kepala mereka alat-alat musik. Kelak mereka akan dilongsorkan ke dalam tanah dan diubah beberapa orang diantara mereka menjadi kera dan babi”. [HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (4292)]

Hadits ini menjelaskan bahwa kebiasaan minum khomer adalah kebiasaan buruk yang dilakukan oleh para pemain musik dan para penggemarnya. Allah mengancam mereka akan diubah bentuknya sebagai balasan atas tipu muslihat mereka, karena mereka telah melakukan tipu muslihat dalam menghalalkan sesuatu yang haram.

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ يَأْتِيهِمْ يَعْنِي الْفَقِيرَ لِحَاجَةٍ فَيَقُولُونَ ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا فَيُبَيِّتُهُمْ اللَّهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Sungguh akan ada diantara umatku orang-orang yang akan menghalalkan zina, sutra, khomer dan musik. Sungguh akan ada orang-orang yang tinggal di puncak gunung, sedang mereka akan didatangi pengembala di waktu sore dengan membawa hewan-hewan ternak mereka. Merekapun didatangi oleh orang fakir demi kebutuhannya. Orang-orang itu pun berkata, “Kembalilah kepada kami esok hari”. Akhirnya,  Allah membinasakan mereka di waktu malam, menimpakan gunung itu atas mereka serta mengubah yang lainnya menjadi kera dan babi sampai hari kiamat”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya ()]

Al-Imam Ibnu Nujaim Al-Hanafiy –rahimahullah– berkata, “Perkara ini menunjukkan bahwa semua jenis musik adalah haram sampai pun bernyanyi dengan memukulkan tulang-belulang”. [Lihat Al-Bahr Ar-Ro’iq Syarh Kanz Ad-Daqo’iq (22/117)]

Di dalam hadits ini terdapat isyarat dan peringatan keras tentang bahaya menghalalkan sesuatu yang haram. Sedang balasannya, Allah akan mengubah watak, bahkan rupa si pelakunya menjadi kera dan babi. Karena itu, setiap orang yang senang dengan musik dan menghalalkannya dengan perbuatannya, akan mengalami perubahan nyata pada wataknya. Tak heran bila para artis kehidupannya seperti kera dan babi yang senang memakan apa saja, tanpa pikir halal-haramnya. Kehidupan mereka bagikan hewan yang bebas berbuat apa saja yang mereka inginkan, tanpa menoleh kepada aturan syariat. Lantaran itu, mereka tampil di depan publik dengan pakaian, ucapan dan perbuatan yang serba bebas dari petunjuk agama!! Inilah sebabnya setan di hari ini telah berhasil menyerukan seks bebas, penistaan agama dan orang-orang beriman, pencemaran nama baik, pengajaran kata-kata kotor dan jorok melalui musik!!

Apalagi di zaman kita telah muncul sebuah aliran musik underground (seperti, Punk MetalHeavy MetalTrush Metal dan Black Metal) yang menyuarakan kebebasan mutlak dari segala macam aturan dan petunjuk, walaupun itu baik. Bermunculanlah aliran musik ekstrim ini di kalangan remaja-remaja Islam sampai setan menjerumuskannya ke dalam kubang kekafiran. Sebab memang para pencetusnya juga adalah manusia anti agama dan pemuja setan yang biasa disebut dengan “satanic”!!

Demikianlah Allah menghukum orang-orang yang menghalalkan musik atau khomer dan lainnya, Allah ubah watak dan rupanya menjadi kera dan babi. Entah wajahnya berubah, atau watak dan perangainya berubah menjadi seperti kedua binatang itu!! Kapankah hal itu terjadi?! Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

في هذه الأمة خسف ومسخ وقذف فقال رجل من المسلمين يا رسول الله ومتى ذاك قال إذا ظهرت القينات والمعازف وشربت الخمور

“Di tengah umatku akan terjadi longsor, pengubahan rupa dan pelemparan batu (dari langit)”. Salah seorang dari kalangan kaum muslimin berkata, “Wahai Rasulullah, kapankah hal itu (terjadi)?” Beliau bersabda, “(Hal itu terjadi) ketika para biduanita dan musik bermunculan, serta khomer mulai diminum”. [HR. At-Tirmidziy dalamSunan-nya (2212). Hadits ini dikuatkan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ar-Rodd bil Wahyain (hal. 64)]

Al-Imam Ibnu Baththol –rahimahullah– berkata tentang makna pengubahan, “Maksudnya adalah pengubahan hati sehingga hati tidak lagi mengenal yang ma’ruf dan tidak pula mengingkari. Sungguh telah datang dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bahwa al-Qur’an akan diangkat dari dada manusia; khusyu’ dan amanah akan dicabut dari mereka. Sedang tak ada pengubahan yang lebih besar dibandingkan pengubahan ini. Boleh juga hadits ini (dipahami) berdasarkan lahiriahnya. Jadi, Allah akan mengubah rupa orang yang Dia kehendaki agar hukumannya disegerakan sebagaimana halnya suatu kaum dilongsorkan ke dalam tanah dan Dia pun membinasakan mereka dengan longsor dan gempa. Sungguh kami telah menyaksikan hal ini dengan mata kepala. Nah, demikian pula perkara pengubahan bentuk ini, wallahu a’lam”. [Lihat Syarh Shohih Al-Imam Al-Bukhoriy (11/50)]

Para pembaca yang budiman, selayaknya seorang muslim membenci dan menjauhi orang-orang kafir, bukan malah memuliakannya, menghormatinya, dan mencintainya. Namun bukan berarti seorang muslim dibenarkan mengganggu dan menzhalimi orang-orang kafir yang masuk ke negeri kita dengan izin pemerintah. Beda halnya jika mereka di medan jihad, maka kaum kafir harus diperangi. Tapi di masa damai dan perjanjian, haram bagi seorang muslim mengganggu dan menzhalimi mereka.

Ketika kita dilarang mengganggu mereka, bukan pula berarti bahwa kita dibolehkan mencintai mereka dan memuliakannya sebagaimana halnya memuliakan orang muslim. Kedatangan Metallica kita harus benci, karena mendatangkan kerusakan bagi kaum muslimin.

Terlebih lagi memang kita diperintahkan untuk melakukan baro’ (sikap berlepas diri) dari kaum kafir!! Mereka dan kekafirannya harus dijauhi, sebab kekafiran adalah dosa dan kotoran yang melekat pada diri mereka.

Lihatlah Nabi Ibrahim -Shallallahu alaihi wa sallam- saat beliau berlepas diri dari kaumnya dan kekafiran mereka. Allah mengabadikan sikap belaiu dalam firman-Nya,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ [الممتحنة : 4]

“Sesungguhnya Telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu, dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja”. (QS. Al-Mumtahanah: 04)

Inilah sikap yang sepantasnya kita tampakkan kepada “Metallica”, sikap baro’ (berlepas diri) dari mereka dan kekafirannya. Apalagi mereka bukan hanya kafir, bahkan kehidupan mereka penuh dengan maksiat. Setiap saat mereka bermain musik, sedang musik itu adalah maksiat. Belum lagi maksiat-maksiat lainnya, seperti minum khomer dan lainnya. Orang-orang seperti ini tak pantas dimuliakan dan dihormati, sepantasnya mereka dijauhi, dikucilkan dan dihinakan.

 


[1] Heavy Metal awal 70′an digawangi oleh band-band seperti Led Zepplin, Black Sabbath, dan Deep Purple, Heavy Metal pada era tersebut masih dipengaruhi oleh elemen Blues yang kental. Judas Priest mengembangkan genre ini dengan menghilangkan unsur blues dan lebih mengandalkan distorsi, beat yang lebih cepat, dan harmoni. Pada akhir 70′an munculah New Wave oF British Heavy Metal lebih sering disingkat (NWOBHM), yang dipelopori Motorhead. NWOBHM menggabungkan Punk dan Heavy Metal. Band-band NWOBHM lainya adalah Iron Maiden, Saxon, Venom,Diamond Head, dan lain lain.

[2] Diantara mereka, Metallica.

Sumber : http://www.pesantren-alihsan.com/ (Beginikah Cara Menyambut Metallica?)

Iklan