Asal Bersih dari Syirik, Pasti Masuk Surga


Asal Bersih dari Syirik, Pasti Masuk Surga

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

syirik_masuk surgaAsal kita termasuk dalam kalangan ahli tauhid, yaitu orang yang tidak mengerjakan perbuatan syirik atau kalau sudah terjerumus dalam syirik lalu bertaubat, maka pasti masuk surga. Inilah keutamaan orang yang menjauhi perbuatan syirik, baik itu tradisi dan lainnya, maka pasti ia masuk surga apa pun amalnya, walaupun juga ia ahli maksiat. Ini juga menunjukkan bahwa amalan tauhid bisa menghapuskan berbagai dosa.

Dari ‘Ubadah bin Ash Shomit, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ ، أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ ، وَرُوحٌ مِنْهُ ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ

Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya; begitu juga bersaksi bahwa ‘Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, serta kalimat-Nya (yaitu Allah menciptakan Isa dengan kalimat ‘kun’, -pen) yang disampaikan pada Maryam dan ruh dari-Nya; juga bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya; maka Allah akan memasukkan-Nya dalam surga apa pun amalnya.” (HR. Bukhari no. 3435 dan Muslim no. 28)

Dalam lafazh Muslim disebutkan,

أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ

Allah akan memasukkannya ke pintu surga mana saja dari delapan pintu yang ia suka.

Maksud hadits ‘ala maa kaana minal ‘amal terdapat dua makna:

1- Allah akan memasukkannya ke dalam surga walaupun ia ahli maksiat dan penuh dosa karena orang yang bertauhid (tidak berbuat syirik) pasti masuk surga.

2- Allah akan memasukkannya dalam surga dan kedudukannya dalam surga tergantung amalnya.

Faedah dari hadits di atas:

1- Keutamaan tauhid dan tauhid bisa menghapuskan berbagai macam dosa.

2- Luasnya karunia dan kebaikan Allah pada hamba-Nya.

3- Wajib menjauhkan diri dari sikap melecehkan Rasul dan orang sholih, begitu pula sikap berlebihan terhadap mereka. Jika Rasul (utusan Allah), maka tidak boleh didustakan. Jika hamba, maka tidak boleh diangkat kedudukannya secara berlebihan.

4- Akidah tauhid menyelisihi agama kufur lainnya baik Nashrani, Yahudi atau agama orang musyrik.

5- Ahli tauhid namun penuh dosa tidak kekal dalam neraka.

6- Hal ini bukan berarti kita boleh meremehkan maksiat karena ahli tauhid yang menyempurnakan tauhidnya dengan menjauhi maksiat akan lebih mulia kedudukannya di surga dan lebih selamat dari siksa neraka.

 

Semoga Allah mengaruniakan kita tauhid dan akidah yang benar, juga bersih dari noda kesyirikan.

Wallahul muwaffiq.

 

[Faedah dari guru kami, Syaikh Sholih Al Fauzan hafizhohullah dalam kitab beliau Mulakkhosh fii Syarh Kitab Tauhid, hal. 25-27]

@ Madinah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, 8 Rabi’ul Awwal 1434 H

www.rumaysho.com