HUBUNGAN KEKERABATAN ANTARA AHLUL BAIT DAN SAHABAT NABI


HUBUNGAN KEKERABATAN ANTARA AHLUL BAIT DAN SAHABAT NABI

Oleh Ustadz Abu Fuad Haryanto Abdul Hadi

taliAllâh Azza wa Jalla berfirman:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

Muhammad itu adalah utusan Allâh dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka [al-Fath/48: 29]

Imam al-Baghawi rahimahullah menafsirkan makna رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ dengan, “Lemah lembut dan saling berkasih-sayang sebagian mereka kepada sebagian yang lain, layaknya hubungan anak dengan orang tuanya.”[1]

Syaikh ‘Abdurrahmân as Sa’di rahimahullah mengatakan: “Mereka saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi layaknya satu tubuh, sebagian mereka mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.”[2]

Ayat ini – dan ayat-ayat al-Qur`ân lainnya- yang disebutkan oleh al-Hâfizh Ibnu Katsîr rahimahullah mengandung semua sifat yang mulia dan pujian bagi para Sahabat Nabi.[3]

Keadaan dan sifat yang demikian itu senantiasa melekat pada mereka hingga hari Kiamat, tidak ada seorang pun juga yang dapat melepaskannya. Sehingga semua yang ada dan yang pernah terjadi di kalangan mereka tidak menggugurkan sifat-sifat mulia tersebut dan tidak pula menodai kehormatan dan keutamaan mereka. Lanjutkan membaca

Iklan