SURURIYAH (edisi lengkap) oleh: Asy-Syaikh Muqbil Al Wadi’i -Rahimahullah-


SURURIYAH (edisi lengkap) oleh: Asy-Syaikh Muqbil Al Wadi’i -Rahimahullah-

Oleh : Al- Ustadz  Jafar Salih

SURURIYAH (edisi lengkap) oleh: Asy-Syaikh Muqbil Al Wadi’i -Rahimahullah-
oleh  Jafar Salih pada 18 Desember 2012 pukul 12:25 ·

بسم الله الرحمن الرحيم

fatwa ulama ahlussunnahKapan seseorang (boleh) dicap misalnya dengan (lebel) sururi atau turatsi?

Tanya-jawab bersama: Asy-Syaikh Muqbil Al Wadi’i –Rahimahullah

Tanya-jawab ini berlangsung di masjid Darul Hadits Dammaj pada tanggal 31 Mei 1999 Masehi

Tanya: Kapan seseorang (boleh) dicap misalnya dengan (lebel) sururi atau turatsi, kemudian apabila seseorang dicap dengan lebel demikian, apakah lebel ini berarti bahwa orang itu mubtadi’?

Jawab: Seseorang dicap dengan lebel sururi apabila ia mengetahui pendapat-pendapat Muhammad Zainul Abidin, ya (seorang) pimpinan sururiyah. Maka apabila seseorang mengetahui perkataan-perkataannya dan mengambilnya (sebagai ajaran) dan menyerang ulama, ya mereka mengatakan ulama tidak memahami waqi’ (realita). Dan bersemangat seperti semangat dia dan para pengikutnya pada perkara “meminta bantuan kepada Amerika” –semoga Allah menghancurkan mereka- . Mereka mengatakan; tidak boleh meminta bantuan kepada Amerika. Padahal penduduk Kuwait dan Saudi Arabia pada waktu itu mereka terdesak. Dan mereka –segala puji bagi Allah- benci kepada Amerika. Karena Amerika ingin mengambil kekayaan (alam) mereka. Wallahulmusta’an.

Maka orang yang mengerti pernyataan-pernyataan Muhammad Surur dan mengambilnya (sebagai ajaran), digolongkan sebagai sururi. Dan keburukan orang ini telah menyebar ke banyak negeri-negeri Islam. Dan yang menjadi sebab dalam hal ini adalah dunia. Sebab lainnya juga adalah (?tidak jelas). Para pemuda ya ikhwan, mereka memiliki semangat yang kelewat batas, oleh karena itu apabila ada orang yang mengajak mereka untuk menjelek-jelekkan pemerintah (mereka sambut –pentj). Yang benar adalah bahwa pemerintah yang telah mencelakakan dirinya sendiri.

Dan barangsiapa mengajak orang untuk mencelanya

Mencelanya benar atau pun salah Lanjutkan membaca

Iklan

Akhi, Belajarlah Terlebih Dulu…


Akhi, Belajarlah Terlebih Dulu…

Sa’id bin Jubair rahimahullah berkata, “Tidak akan diterima ucapan kecuali apabila dibarengi dengan amalan. Tidak akan diterima ucapan dan amalan kecuali jika dilandasi dengan niat. Dan tidak akan diterima ucapan, amalan, dan niat kecuali apabila bersesuaian dengan as-Sunnah.” (lihat al-Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil munkar karya Ibnu Taimiyah, hal. 77 cet. Dar al-Mujtama’)

A. Landasan Ucapan dan Amalan

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semuanya pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. al-Israa’: 36).

Imam Bukhari rahimahullah membuat bab dalam Shahihnya di dalam Kitab al-’Ilmusebuah bab dengan judul ‘Ilmu sebelum berkata dan beramal, berdasarkan firman Allahta’ala (yang artinya), “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan -yang benar- selain Allah.” (QS. Muhammad: 19).’ Lalu beliau berkata, “Allah memulai dengan ilmu.”(lihat Fath al-Bari [1/194])

Imam al-’Aini rahimahullah berkata, “Artinya: Ini adalah bab yang akan menerangkan bahwasanya ilmu didahulukan sebelum perkataan dan perbuatan. Beliau bermaksud untuk menjelaskan bahwa sesuatu itu hendaknya diilmui terlebih dahulu, baru kemudian diucapkan dan diamalkan. Sehingga ilmu lebih dikedepankan daripada keduanya secara hakikatnya. Demikian pula ilmu lebih diutamakan di atas keduanya dari sisi kemuliaan. Sebab ilmu adalah amalan hati, sementara hati adalah anggota badan yang paling mulia.” (lihat ‘Umdat al-Qari [2/58]) Lanjutkan membaca

5 Catatan tentang Ramalan Kiamat 2012


5 Catatan tentang Ramalan Kiamat 2012

5 Catatan tentang Ramalan Kiamat 2012

kiamat 21-12-2012Keyword itu kian melejit di google. Tentu saja pencarian kata kunci ini bukan kebetulan. Namun ada sekelumit informasi yang ingin mereka dapatkan tentang kiamat 2012. Fenomena ini menunjukkan betapa pengguna internet sangat penasaran dengan kata itu. Yang lebih mengherankan, ada saja orang yang mempercayai celoteh para dukun, yang meramalkan kiamat terjadi 21-12-2012.

Nampaknya ungkapan paling tepat untuk menggambarkan fenomena di atas adalah sebuah pepatah arab yang menyatakan,

لكل شيء وارث

“Segala pemikiran pasti ada penerusnya”.

Se-sesat apapun pemikiran itu, pasti akan ada orang yang mengikutinya. Kiamat 2012, sekalipun hanya ramalan tak bermakna, ternyata ada saja orang yang meyakininya.

Tidak mungkin 2012

Ada banyak mukadimah yang Allah ciptakan sebelum terjadinya kiamat. Diantaranya adalah kedatangan Dajjal, turunnya Nabi Isa dan munculnya Yakjuj Makjuj. Sementara semua kejadian itu memakan waktu tahunan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya para sahabat, berapa lama Dajjal tinggal di bumi. Beliau menjawab:

أَرْبَعِينَ يَوْمًا، يَوْمٌ كَسَنَةٍ، وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ، وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ

Selama 40 hari. Hari pertama seperti setahun, hari kedua seperti sebulan, hari ketiga seperti sepekan, dan hari-hari sisanya seperti hari biasa. (HR. Muslim 2940, turmudzi 2240, dan Ahmad 17629). Lanjutkan membaca