Penentuan Nasib dengan Burung (Tathoyyur)


Penentuan Nasib dengan Burung (Tathoyyur)

Sering dijumpai bila seseorang melihat atau mendengar suara burung seperti burung hantu atau burung yang lainnya, maka orang itu mengatakan “Akan ada orang yang celaka atau meninggal di daerah sini”. Mereka menjadikan burung itu sebagai penentu nasib pembawa sial (petaka). Ramalan atau kepercayaan itu merupakan suatu kesyirikan kepada Allah Subhanahu wata’ala, mari simak ulasan ulama berikut ini berdasarkan Alquran dan hadits.

Al Qur’an

1.Firman Allah Subhanahu wata’ala :

ألا إنما طائرهم عند الله ولكن أكثرهم لا يعلمون

Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi mereka tidak mengetahui” (QS. Al A’raf, 131).

2. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

قالوا طائرهم معكم أئن ذكرتم بل أنتم قوم مسرفون

Mereka (para Rasul) berkata : “kesialan kalian itu adalah karena kalian sendiri, apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib sial)? sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Yasin, 19).

Al Hadits Lanjutkan membaca

Iklan

TELINGA BERDENGUNG, ANTARA MITOS, MEDIS DAN SYARIAT


TELINGA BERDENGUNG, ANTARA MITOS, MEDIS DAN SYARIAT

Mitos

Sebagian masyarakat sudah sangat akrab dengan mitos yang satu ini. Hal ini disebabkan oleh mitos turun temurun sejak jaman dulu. Namun jika ditelaah dari sisi Islam, tidak ada pengertian seperti yang dijelaskan dibawah. Bagaimana mitos ini berkembang? wallahualam.. Yang kita tahu, mitosnya jika telinga berdengung berarti ada orang lain yang sedang membicarakan kita, ada yang iri dengan kita. Namun ada pula yang mengaitkannya dengan waktu. Sehingga jika telinga berdengung pada jam-jam tertentu, maka akan ada pertanda/firasat ini dan itu. Berikut arti dan firasat telinga Berdengung yang dikaitkan dengan waktu: Pukul 01.00 – 03.00 Telinga kiri berdengung: akan terjadi pertengkaran. Telinga kanan berdengung: kemungkinan terjadi pertengkaran yang lebih serius. Pukul 03.00 – 05.00 Telinga kiri berdengung: akan kehilangan uang. Telinga kanan berdengung: akan sangat sibuk. Pukul 05.00 – 07.00 Telinga kiri berdengung: akan ada pesta. Telinga kanan berdengung: akan dikunjungi teman. Pukul 07.00 – 09.00 Telinga kiri berdengung: kemungkinan akan bepergian. Telinga kanan berdengung: akan dikunjungi teman. Pukul 09.00 – 11.00 Telinga kiri berdengung: firasat akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Telinga kanan berdengung: akan mendapat keberuntungan. Pukul 11.00 – 13.00 Telinga kiri berdengung: akan menerima surat dari jauh. Telinga kanan berdengung: akan dikunjungi saudara. Pukul 13.00 – 15.00 Telinga kiri berdengung: akan pesta. Telinga kanan berdengung: akan dikunjungi teman dari jauh. Pukul 15.00 – 17.00 Telinga kiri berdengung: akan bepergian. Telinga kanan berdengung: akan dikunjungi teman dari jauh. Pukul 17.00 – 19.00 Telinga kiri berdengung: akan kehilangan uang. Telinga kanan berdengung: akan hoki. Pukul 19.00 – 21.00 Telinga kiri berdengung: akan pesta. Telinga kanan berdengung: akan dikunjungi teman. Pukul 21.00 – 23.00 Telinga kiri berdengung: pertanda keberuntungan. Telinga kanan berdengung: akan pesta. Pukul 23.00 – 01.00 Telinga kiri berdengung: kekasih memikirkan anda. Telinga kanan berdengung: kemungkinan akan kehilangan uang.

Medis Lanjutkan membaca

Pacaran Dalam Kacamata Islam


Pacaran Dalam Kacamata Islam
Pacaran dalam pandangan Islam
Sebuah fitnah besar menimpa pemuda pemudi pada zaman sekarang. Mereka terbiasa melakukan perbuatan yang dianggap wajar padahal termasuk maksiat di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala. Perbuatan tersebut adalah “pacaran”, yaitu hubungan pranikah antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom. Biasanya hal ini dilakukan oleh sesama teman sekelas atau sesama rekan kerja atau yang lainnya. Sangat disayangkan, perbuatan keji ini telah menjamur di masyarakat kita. Apalagi sebagian besar stasiun televisi banyak menayangkan sinetron tentang pacaran di sekolah maupun di kantor. Tentu hal ini sangat merusak moral kaum muslimin. Namun, anehnya, orang tua merasa bangga kalau anak perempuannya memiliki seorang pacar yang sering mengajak kencan. Ada juga yang melakukan pacaran beralasan untuk ta’aruf (berkenalan). Padahal perbuatan ini merupakan dosa dan amat buruk akibatnya. Oleh sebab itu, mengingat perbuatan haram ini sudah begitu memasyarakat, kami memandang perlu untuk membahasnya pada kesempatan ini.

Pacaran dari Sudut Pandang Islam
Pacaran tidak lepas dari tindakan menerjang larangan larangan Alloh subhanahu wa ta’ala. Fitnah ini bermula dari pandang memandang dengan lawan jenis kemudian timbul rasa cinta di hati—sebab itu, ada istilah “dari mata turun ke hati”— kemudian berusaha ingin memilikinya, entah itu dengan cara kirim SMS atau surat cinta, telepon, atau yang lainnya. Setelah itu, terjadilah saling bertemu dan bertatap muka, menyepi, dan saling bersentuhan sambil mengungkapkan rasa cinta dan sayang. Semua perbuatan tersebut dilarang dalam Islam karena merupakan jembatan dan sarana menuju perbuatan yang lebih keji, yaitu zina. Bahkan, boleh dikatakan, perbuatan itu seluruhnya tidak lepas dari zina. Perhatikanlah sabda Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam: Lanjutkan membaca