BUNUH DIRI, BENARKAH MATI SEBELUM WAKTUNYA?


BUNUH DIRI, BENARKAH MATI SEBELUM WAKTUNYA?

NB :  Tulisan ini bantahan terhadap tulisan seorang syabab HTI di dalam blognya(http://adivictoria1924.wordpress.com) yang berjudul :  Bunuh Diri, Benarkah Sebuah Takdir?

Katanya mati bunuh diri itu mati sebelum waktunya dan bukan karena Allah , lalu apakah berarti yang mencabut nyawa bukan malaikat Izrail?

Dijawab oleh Al-Ustadz As-Sarbini Al-Makassari:

Anggapan bahwa orang yang mati bunuh diri mati sebelum waktunya dan bukan karena Allah Ta`ala adalah aqidah yang batil. Ini adalah aqidah kaum Mu’tazilah yang sesat, yang mengingkari takdir Allah Ta`ala. Oleh karena itu, mereka mengatakan bahwa orang yang mati terbunuh atau bunuh diri, adalah mati sebelum ajal yang diketahui, dikehendaki dan ditetapkan dalam Kitab Lauhul Mahfuzh oleh Allah . Artinya mati di luar takdir Allah Ta`ala. Kalau seandainya dia tidak terbunuh atau bunuh diri, dia akan hidup hingga ajal yang ditakdirkan oleh Allah Ta`ala. Jadi menurut mereka, orang yang mati terbunuh punya dua ajal.
Yang benar menurut aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang sesuai dengan dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah serta ijma’ salaf, bahwa orang yang mati terbunuh atau bunuh diri adalah mati sesuai ajal yang ditakdirkan oleh Allah Azza wa Jalla.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah  rahimahullah berkata: “Orang yang mati terbunuh sama halnya dengan orang mati lainnya. Tidak ada seorang pun yang mati sebelum ajalnya, dan tidak ada seorang pun yang kematiannya mundur dari ajalnya. Sebab ajal setiap sesuatu adalah batas akhir umurnya, dan umurnya adalah jangka waktu kehidupannya (di dunia). Jadi umur adalah jangka waktu kehidupan (di dunia) dan ajal adalah berakhirnya batas umur/kehidupan.” Lanjutkan membaca

Iklan