Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 10 – SEJARAH DUSTA VERSI IDAHRAM


Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 10 – SEJARAH DUSTA VERSI IDAHRAM

BAB KEEMPAT
SEJARAH DUSTA VERSI IDAHRAM
(Koleksi kedustaan idahram)

Prolog :

Senjata yang paling utama yang digunakan oleh orang-orang yang hasad terhadap dakwah salafy wahabi adalah tuduhan bahwasanya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab dan para pengikutnya mengkafirkan kaum muslimin dan menghalalkan untuk memerangi mereka. Tuduhan inilah yang selalu digembar-gemborkan oleh mereka, dan tuduhan inilah yang menjadi pembahasan utama idahram untuk menggambarkan karakter bengis yang haus darah dari sosok seorang wahabi.

Akan tetapi yang benar adalah, barang siapa yang memperhatikan sejarah dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab maka ia akan mendapati perkara-perkara berikut:

Pertama : Syaikh Muhammad bin Abdil Wahab dan para pengikutnya seperti Alu Sa’uud mereka berada di atas manhaj salaf dalam hal tidak bolehnya menghalalkan darah kaum muslimin kecuali dengan dalil syar’i. Secara umum mereka berpegang teguh dengan manhaj ini dan tidak keluar dari jalan ini, kecuali mungkin dalam beberapa peristiwa yang sangat jarang, dan yang merupakan kesalahan atau kesalahan praktek dari sebagian pengikut mereka. Akan tetapi mereka sendiri mengingkari kesalahan-kesalahan dalam praktek-praktek yang keliru. Lanjutkan membaca

Iklan

Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 9 – TAKFIR (MENGKAFIRKAN)


Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 9 – TAKFIR (MENGKAFIRKAN)

TAKFIR (MENGKAFIRKAN)
Diantara tuduhan idahram yang sangat keji terhadap kaum salafy wahabi bahwasanya mereka suka mengkafirkan kaum muslimin. Dan ini salah satu argumen Idahram untuk mengkafirkan kaum salafy wahabi

Padahal, perkaranya adalah sebaliknya, justru kaum wahabi yang sangat berhati-hati dalam mengkafirkan, mereka tidaklah mengkafirkan kecuali setelah terpenuhi syarat pengkafiran. Tidak seperti idahram yang membabi buta mengkafirkan kaum salafy wahabi.

Aqidah “Hobi mengkafirkan” adalah ciri kaum khawarij yang suka mengkafirkan kaum muslimin hanya karena mereka terjerumus dalam dosa besar yang tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam. Aqidah khawarij ini telah diperangi dengan keras oleh kaum Salafy Wahabi. Silahkan para pembaca sekalian membaca sebuah disertasi Dr. Muhammad Hisyaam Thoohir yang berjudul

تَقْرِيْرَاتُ أَئِمَّةِ الدَّعْوَةِ فِي مُخَالَفَةِ مَذْهَبِ الْخَوَارِجِ وَإِبْطَالِهِ

(Penjelasan dan penetapan para imam dakwah dalam menyelishi dan membatilkan madzhab khawarij) Lanjutkan membaca

Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 8 – IDAHRAM MENGKAFIRKAN KAUM SALAFY WAHABI


Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 8 – IDAHRAM MENGKAFIRKAN KAUM SALAFY WAHABI

IDAHRAM MENGKAFIRKAN KAUM SALAFY WAHABI
(Siapa sebenarnya yang khawarij, kaum salafi atau idahram??)

Saya jadi bingung, sebenarnya yang suka mengkafirkan itu kaum salafy atauhkah idahram??!!, yang khawarij yang mana?, kaum wahabi ataukah idahram??!!

Idahram berkata, ((Mereka “keluar dari agama Islam seperti anak panah yang tembus keluar”. Mereka dihukumi oleh Nabi Saw. sebagai orang yang telah keluar dari agama Islam (murtad) dan tidak pernah kembali lagi seperti tidak pernah kembalinya anak panah yang tembus keluar dari badan binatang buruannya. Hal itu diantaranya karena penyimpangan aqidah mereka dalam (*1) tajsim (menganggap Allah Swt. memiliki badan dan anggota tubuh) dan (*2) tasybiih (menyerupakan Allah Swt. dengan makhluk), juga disebabkan perilaku mereka yang buruk terhadap umat Islam, seperti ; (*3) takfir (mengkafirkan), tabdii’ (membid’ahkan), menganggap diri paling benar, menjaga jarak dan tidak mau berteman atau menegur muslim lain di luar kelompok mereka (mereka istilahkan dengan hajr al-mubtadi’)”…)) (lihat Sejarah berdarah… hal 144-145).

Idahram juga berkata, “…Seperti itulah faham Salafi Wahabi yang hadir di dunia ini baru kemarin sore, yaitu baru 210 tahun yang lalu, tetapi merasa paling benar, dan mengkafirkan semuar orang yang tidak mengikuti fahamnya. Mereka berlaku demikian karena iman mereka tidak dapat melewati kerongkongan, alias hanya di mulut saja, tidak meresap ke hati dan tidak diamalkan dalam bentuk nyata. Karena itu semua mereka dihukumi oleh Rasulullah Saw. sebagai orang yang telah keluar dari agama Islam. Na’udzubillah mindzalik” (Sejarah berdarah…145-146) Lanjutkan membaca

Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 7 – BENARKAH KHAWARIJ MUNCUL DARI NAJD ARAB SAUDI??


Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 7 – BENARKAH KHAWARIJ MUNCUL DARI NAJD ARAB SAUDI??

Idahram membawakan beberapa hadits yang –menurut persangkaannya- menunjukkan bahwa khawarij munculnya dari Najd yang ada di timur kota Madinah, yaitu daerah tempat munculnya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, yang ini menunjukkan bahwa yang dimaksud oleh Nabi dengan kaum khawarij adalah kaum Salafi Wahabi.
Diantara hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Najd adalah tempat munculnya fitnah adalah:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Nabi pernah bersabda : “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami”. Para shahabat : “Dan juga Najd kami ?”. Beliau bersabda : “Di sana muncul bencana dan fitnah. Dan di sanalah akan muncul tanduk setan. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1037. Diriwayatkan juga pada no. 7094 dan Muslim no. 2095)
Dalam riwayat yang lain dari Ibnu ‘Umar :

أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ مُسْتَقْبِلَ الْمَشْرِقِ يَقُوْلُ “أَلآ إِنَّ الْفِتْنَةَ هَهُنَا. أَلآ إِنَّ الْفِتْنَةَ هَهُنَا، مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ”.

Bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam – dimana beliau waktu itu menghadap ke timur -, beliau bersabda : “Ketahuilah, sesungguhnya fitnah datang dari sini, ketahuilah sesungguhnya fitnah datang dari sini, dari arah munculnya tanduk setan” (HR Muslim no 2095)
Dalam lafadh lain:

فَقَالَ بِيَدِهِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ “الْفِتْنَةُ هَهُنَا مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ” قالها مرتين أو ثلاثا.
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda dengan berisyarat dengan tangannya ke arah timur : “Fitnah itu dari sini, dari arah munculnya tanduk setan”. Beliau mengatakannya dua atau tiga kali” (HR Muslim 2905) Lanjutkan membaca

Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 6 – CIRI-CIRI KHAWARIJ YANG DIPAKSAKAN OLEH idahram HARUS COCOK DENGAN CIRI-CIRI KAUM SALAFY WAHABI


Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 6 – CIRI-CIRI KHAWARIJ YANG DIPAKSAKAN OLEH idahram HARUS COCOK DENGAN CIRI-CIRI KAUM SALAFY WAHABI

PERTAMA : Sabda Nabi tentang sifat khawarij “Kaum Yang Muda Usianya”

Idahram berkata :

((Usia kaum itu “berumur muda”

Poin ini bisa memiliki banyak maksud, diantaranya adalah (*1) usia pergerakan dakwahnya masih muda, atau (*2) ajaran yang dibawanya adalah ajaran muda (baru) yang tidak sama dengan sekte-sekte sebelumnya. (*3) Atau ilmunya sedikit dan belum matang sehingga dikatakan masih muda. (*4) Atau cara berpikirnya pendek dan sempit disebabkan oleh pengalamannya yang masih muda.

Semua kriteria ini bisa masuk ke dalam sekte wahabi)). Demikian perkataan Idahram dalam bukunya hal 143.

Bantahan terhadap igauan Idahram ini dari 2 sisi :

Pertama : Igauan Idahram menyelishi tafsiran para ulama.

Kalau kita kembali kepada para ulama yang menjelaskan sabda Nabi “Kaum yang muda usianya”, maka akan kita dapati bahwa seluruh ulama sepakat bahwa maksudnya adalah “berusia muda”, yaitu kaum khawarij pengikutnya adalah para pemuda.

Ibnu Hajar berkata: Lanjutkan membaca

Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 5 – SALAFI WAHABI = KHAWARIJ??!!


Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 5 – SALAFI WAHABI = KHAWARIJ??!!

BAB KETIGA
SALAFI WAHABI = KHAWARIJ??!!
Tatkala kaum yang hasad kepada kelompok Salafy Wahabi sudah kehabisan hujah dan dalil untuk menjawab bantahan-bantahan kaum Wahabi yang membongkar kedok kesesatan mereka, maka kaum yang hasad ini tidak putus asa. Masih ada senjata yang bisa mereka gunakan untuk menjatuhkan kaum wahabi… yaitu DUSTA !!!!., Hasad di dada mereka membuahkan penghasutan dan provokasi masyarakat umum yang tidak mengerti akan hakekat dakwah Salafi Wahabi.

Sudah terlalu banyak kedustaan yang saya temukan pada kaum yang hasad kepada wahabi sebagaimana yang telah kami paparkan dalam dua buku kami (“Ketika Sang Habib Dikritik”, dan “Ketinggian Allah di atas makhluknya” yang merupakan bantahan kepada sang pendusta Abu Salafy).

Demikian pula tatkala muncul dan melejitnya buku yang berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi, Mereka membunuh semuanya termasuk para ulama”….ternyata tidak ada dalil yang bisa ia paparkan kecuali DUSTA.

Judul buku yang sangat provokatif ini mengesankan bahwa kaum Salafi Wahabi adalah kaum yang bengis dan haus darah, hobi membunuh…., semua orang mereka bunuh bahkan para ulama !!!!.

Untuk membenarkan dan melegalisasikan kesan dusta ini maka sang penulis –Syaikh Idahram- berusaha mencap kaum salafi wahabi sebagai kaum khawarij yang terkenal bengis. Bahkan ia dengan nekat memvonis hadits-hadits tentang khawarij kepada kaum salafi wahabi. Lanjutkan membaca

Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 4 -RACUN AQIDAH SYI’AH


Membongkar Koleksi Dusta Syaikh Idahram 4 -RACUN AQIDAH SYI’AH

BAB KEDUA

RACUN AQIDAH SYI’AH

Para ulama ahlus sunnah telah sepakat akan sesatnya sekte syi’ah. Seluruh kitab-kitab yang membicarakan tentang firqoh sesat memasukan syi’ah –dengan beragam sekte-sektenya – termasuk firqoh yang sesat dan menyesatkan.

Akan tetapi akhir-akhir ini pemaham sekte syi’ah mulai semarak di tanah air kita, ditambah lagi dengan dukungan sebagian tokoh-tokoh Islam dari tanah air. Karenanya perlu untuk menanamkan kepada masyarakat akan bahayanya racun agama syi’ah.

Berikut ini bukti-bukti kesesatan syi’ah yang diambil dari kitab-kitab Syi’ah, website-website Syi’ah, dan perkataan para ulama Syi’ah yang telah dikumpulkan oleh ustadz Abul Jauzaa’ (silahkan kunjungi http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/01/syiah-itu-sesat-juragan-sebuah-masukan.html, dengan sedikit perubahan)
PERTAMA : Orang Syi’ah Raafidlah mengatakan Al-Qur’an yang ada di tangan kaum muslimin (baca : Ahlus-Sunnah) berbeda dengan Al-Qur’an versi Ahlul-Bait.

Berkata Muhammad bin Murtadlaa Al-Kaasyi dalam – seseorang yang dianggap ‘alim dan ahli hadits dari kalangan Syi’ah – : Lanjutkan membaca