Keutamaan-Keutamaan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam


Keutamaan-Keutamaan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam

Written by Muhammad bin Jamil Zainu
Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pemberi khabar gembira dan peringatan.  Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan Izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. (OS. Al Ahzab: 45-47)
1. Allah Ta`ala berfirman:

Hai  Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pemberi khabar gembira dan peringatan. Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan Izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman  bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. (QS. Al Ahzab: 45-47)

2  Allah Ta`’ala berfirman:

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seornag laki-laki di antara kamu. Tetapi dia adalah Rasulullah dan Penutup para Nabi.  Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Ahzab: 40)

3. Allah Ta`ala  berfirman:

Tidaklah Kami mengutusmu kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.(QS. Al Anbiya: 40)

4. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam  bersabda:

Saya  adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari Kiamat, dan saya yang pertama kali akan mengetuk pintu surga. (HR. Muslim)

5. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam  bersabda:

Saya  yang pertama kali akan memberi syafa`at ke surga, belum pernah dibenarkan salah seorang dari para Nabi seperti dibenarkannya saya.  Dan sesungguhnya ada salah seorang dari para Nabi yang tidak dibenarkan umatnya kecuali hanya seorang saja (dari mereka).

6.Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam  bersabda yang artinya:

Saya  memohon kepada Allah tiga perkara.  Dia mengabulkan dua di antaranya dan menolak yang lain.  Saya memohon kepada-Nya agar umat saya tidak dibinasakan dengan paceklik, maka Allah mengabulkannya. Lalu saya memohon kepada-Nya agar umat saya tidak dibinasakan dengan tenggelam, maka Dia mengabulkannya.  Dan saya memohon kepada-Nya agar tidak menjadikan bencana di antara mereka, maka Dia menolaknya. (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam  bersabada:

Saya memohon kepada Allah agar musuh tidak menguasai umatku, maka Dia mengabulkannya.  (HR. At Tirmidzi & An Nasa`i, dishahihkan oleh Al Albani).

7. Berkata Anas bin Malik radhiallahu `anhu dalam hadits tentang Isra` Mi`raj, diantaranya: Dan kedua belah mata Nabi Muhammad  Shallahu `Alaihi wa Sallam   tidur, akan tetapi hatinya tidaklah tidur. (HR. Muslim)
8. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam  bersabda:

Saya adalah pemimpin anak Adam pada hari Kiamat, saya yang pertama  kali dikeluarkan dari kubur, yang pertama kali memberi syafa`at dan yang pertama kali diberi hak untuk memberi syafa`at.  (HR. Muslim)

9. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam  bersabda yang artinya:

Saya  diberi keutamaan atas para nabi dngan enam perkara:  Saya diberi  Jawami`ul Kalim 1)  saya ditolong dari ketakutan, dihalalkan bagi  saya rampasan perang, bumi dijadikan untuk saya sebagai Masjid dan tempat yang suci, saya diutus kepada semua makhluk, dan saya sebagai penutup para nabi. (HR. Muslim)

10. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam:

Saya  diiutus dari generasi terbaik anak Adam dari generasi-generasi, sampai saya berasal dari generasi yang saya berasal darinya. (HR. Bukhari)

11. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam  bersabda yang artinya:
Sesungguhnya   perumpaan saya jika dibandingkan dengan para Nabi sebelum saya adalah seperti seorang laki-laki yang membangun sebuah gedung,  dia  memperbagus dan mempercantik gedung tersebut, kecuali tempat  bata merah yang terletak di pojok bangunan.  Manusia mengelilingi  bangunan itu dan kagum daripadanya.  Mereka berkata:  Alangkah sempurnanya bila diletakkan bata merah ini.  Beliau berkata: Akulah bata merah itu, dan saya adlah penutup para nabi.
12.  Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam  bersabda yang artinya:

Sesungguhnya  di sisi Allah, saya ditetapkan sebagai penutup para Nabi, dan  bahwasanya Adam sungguh dilemparkan di muka bumi.  Saya akan memberi  tahu kalian tentang urusan saya yang pertama kali , yaitu: Dakwahnya  Nabi Ibrahim, berita gembiranya Isa, dan mimpi Ibu saya yang dilihatnya ketika melahirkan saya , telah keluar darinya cahaya yang menerangi  istana Syam.  (Dishahihkan oleh Al Hakim dan disetujui oleh  Adz Dzahabi, dan dishahihkan Al Albani di Misykah)

13. Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam ketika beliau berada di Gua Hira`.  Dia berkata:  Iqra` bismi Rabbikal  ladzi khalaq (Al `Alaq:1).  Maka pulanglah Rasulullah Shallahu`Alaihi wa Sallam  dengan hati yang bergetar.  Beliau menemui  istrinya Khadijah binti Khuwailid dan menceritakan kejadian yang dialaminya.  Beliau berkata:  Saya cemas,  Khadijah  menjawab:  Sekali-kali tidak, Demi Allah, Dia tidak akan menghinakan kamu selama-lamanya.  Karena kamu suka menyambung   tali silaturrahmi, menanggung anak yatim, memberi pekerjaan kepada yang membutuhkan, memberi makan tamu, dan membantu wakil-wakil kebenaran.  Kemudian Khadijah pergi bersama Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam  ke rumah Waraqah bin Naufal.  Berkata Khadijah:  Wahai anak pamanku, dengarkan apa yang akan dikatakan oleh anak saudaramu ini!` Lalu Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam  menceritakan apa yang dilihatnya.  Waraqah berkata:  Ini  adalah Namus (Jibril) yang telah diturunkan Allah kepada Musa. Duhai kiranya aku masih bisa bertahan, kiranya aku masih hidup     ketika kaummu mengusirmu,  Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam  berkata:  Apakah mereka akan mengusir saya? Dia menjawab: Ya, tidaklah seseorang datang membawa sesuatu  seperti yang kau bawa kecuali akan dimusuhi.  Kalau saya masih bisa menjumpai hari-harimu itu maka saya akan menolongmu dengan pertolongan yang besar.(HR. Bukhai di Kitab Bad`ul Wahyi)


catatan kaki:

1)  Jawami`ul Kalim: Kata-kata yang ringkas tetapi mengandung makna  yang luas.
Diketik  ulang dari:  Mengenal Kesempurnaan Rasul, Muhammad bin Jamil Zainu,  Penerbit: Yayasan Al-Madinah, cetakan pertama: Juni 1999 M/ Shafar  1419 H, hal.17-22