Hidup Bahagia dengan Bertauhid


Hidup Bahagia dengan Bertauhid

Kebahagian hidup adalah dambaan setiap insan yang hidup di atas muka bumi ini, merupakan tuntutan dalam sebuah masyarakat, serta sebuah pondasi dasar untuk sebuah negeri.

Upaya manusia dalam mencapai kebahagiaan sangatlah beraneka ragam, juga berbagai pandangan manusia dalam makna kebahagian adalah sulit dijumlah.

Namun, banyak kaum muslimin yang lalai bahwa sumber kebahagian dan keamanan itu semuanya berakar dan bercabang dari keimanan kepada Allah dan menauhidkan-Nya.

Allah telah mengingatkan dalam Muhkâm Kitab-Nya,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang beramal shalih, baik laki-laki maupun perempuan yang beriman (bertauhid), sesungguhnya Kami akan memberi kehidupan yang baik (indah, bahagia) kepadanya dan sesungguhnya Kami akan membalas mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa-apa yang telah mereka kerjakan.” [An-Nahl: 97] Lanjutkan membaca

Iklan

Bahaya dan Petaka Kesyirikan


Bahaya dan Petaka Kesyirikan

Pada suatu hari, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Dosa apakah yang paling besar?” Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallammenjawab,

أَنْ تَجْعَلَ للهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ

“Engkau mengadakan tandingan untuk Allah, padahal Allah yang telah menciptakanmu.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim dari hadits Abdullah bin Mas’ûd radhiyallâhu ‘anhu]

Itulah kesyirikan yang merupakan dosa terbesar. Namun, yang menjadi musibah pada masa ini adalah bahwa banyak kaum muslimin meremehkan dosa itu, bahkan terjatuh ke dalam dosa tersebut. Lanjutkan membaca

Islam Agama Rahmat


Islam Agama Rahmat

Dr. Syadi Muhammad Sal Ali Nu’man

Sebab Dipilihnya Tema Ini
Kita memilih tema ini karena banyak diantara manusia, baik dari kalangan kaum muslimin maupun dari kalangan non muslim mereka telah salah memahami agama Islam ini, yang mana mereka menduga bahwa Islam adalah agama yang identik dengan kekerasan dan radikalisme. Hal ini tentu adalah pemahaman yang salah kaprah tentang agama Islam tanpa diragukan lagi. Sesungguhnya (kita meyakini) bahwa Rab-kita adalah Rab yang maha Penyayang, agama kita adalah agama yang membawa rahmat, dan Nabi kita shallallahu’alaihi wasallam adalah Nabi yang rahmat.
Kasih Sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Sesungguhnya berbicara tentang sifat kasih sayang Allah Ta’ala adalah pembahasan yang sangat luas sekali. Akan tetapi cukuplah saya sebutkan satu surat yang selalu kita ulang-ulang siang dan malam serta seluruh shalat-shalat kita yaitu surat Al-Fatihah, yang mana Allah Ta’ala telah mensifati diri-Nya dengan sifat ‘Ar-Rahman’ dan ‘Ar-Rahim’ (Yang maha Pengasih lagi maha Penyayang). Bukankah anda mengucapkan,
“Dengan menyebut nama Allah Yang maha Pengasih lagi maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Rab semesta alam. Yang maha Pengasih lagi maha Penyayang.”
Demikianlah agar selalu menjadi perhatian bagi setiap muslim bahwasanya sifat Rahmat adalah sifat yang dimiliki oleh Allah subhanahu Wa Ta’ala.
Keagungan Rahmat Allah Ta’ala Lanjutkan membaca