FATWA-Fatwa Ulama Seputar Amalan-amalan Bulan Rajab (Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin dll)


FATWA-Fatwa Ulama Seputar Amalan-amalan Bulan Rajab (Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin dll)

Berkaitan dengan bulan Rajab, banyak pesan yang masuk melalui SMS dan Email yang menanyakan tentang fatwa Ulama di seputar pengkhususan ibadah di bulan Rajab berikut keutamaannya dalam pandangan syari’ah. Pasalnya, tidak sedikit dari kaum muslimin yang bersemangat melakukan amalan-amalan khusus di bulan ini semisal puasa dan shalat.

“Kajian Seputar Amalan Rajab dan Sya’ban” disini

Maka di sini kami menurunkan keterangan  yang merujuk kepada keterangan para Ulama dalam menyoroti amalan-amalan khusus di bulan Rajab.

وأما صوم شهر رجب فلم يثبت في فضل صومه على سبيل الخصوص أو صوم شيء منه حديث صحيح فما يفعله بعض الناس من تخصيص بعض الأيام منه بالصيام معتقدين فضلها على غيرها لا أصل له في الشرع

Beliau menegaskan, “Adapun puasa di bulan Rajab, maka tidak tsabit (tetap) pengkhususan keutamaan puasa di bulan Rajab, atau dengan kata lain tidak berdasarkan hadits-hadits yang berkualitas shahih. Maka amalan-amalan yang dikhususkan oleh sebagian orang pada hari-hari tertentu di bulan ini dengan berpuasa dan disertai keyakinan tentang keutamaannya atas amalan-amalan yang lain, maka itu semua tidak ada asal-usulnya dalam syari’ah.” Lanjutkan membaca

Iklan

Berhiaslah dengan Akhlak Ahlus Sunnah dalam Menyikapi Berita tentang Masalah Besar, Jagalah Persatuan


Berhiaslah dengan Akhlak Ahlus Sunnah dalam Menyikapi Berita tentang Masalah Besar, Jagalah Persatuan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

Allah ta’ala berfirman,

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Andaikan mereka menyerahkan urusannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan orang-orang berilmu) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” [An-Nisa’: 83]

Al-‘Allamah Al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,

هذا تأديب من الله لعباده عن فعلهم هذا غير اللائق. وأنه ينبغي لهم إذا جاءهم أمر من الأمور المهمة والمصالح العامة ما يتعلق بالأمن وسرور المؤمنين، أو بالخوف الذي فيه مصيبة عليهم أن يتثبتوا ولا يستعجلوا بإشاعة ذلك الخبر، بل يردونه إلى الرسول وإلى أولي الأمر منهم، أهلِ الرأي والعلم والنصح والعقل والرزانة، الذين يعرفون الأمور ويعرفون المصالح وضدها. فإن رأوا في إذاعته مصلحة ونشاطا للمؤمنين وسرورا لهم وتحرزا من أعدائهم فعلوا ذلك. وإن رأوا أنه ليس فيه مصلحة أو فيه مصلحة ولكن مضرته تزيد على مصلحته، لم يذيعوه، ولهذا قال: { لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ } أي: يستخرجونه بفكرهم وآرائهم السديدة وعلومهم الرشيدة.

“Ini adalah pengajaran adab dari Allah ta’ala bagi hamba-hamba-Nya atas perbuatan mereka (tergesa-gesa menyebarkan berita-berita dan mengambil sikap, pen) yang tidak layak. Padahal yang seharusnya mereka lakukan, apabila datang kepada mereka berita tentang urusan besar dan berhubungan dengan kemaslahatan umum, yaitu yang berkaitan dengan keamanan dan perkara yang menyenangkan kaum mukminin atau ketakutan yang di dalamnya terkandung musibah atas mereka, maka hendaklah mereka melakukan tatsabbut (memastikan beritanya) dan tidak tergesa-gesa menyiarkan berita tersebut. Lanjutkan membaca

Nasihat Untuk Remaja Muslim


Nasihat Untuk Remaja Muslim

Kami persembahkan nasihat ini untuk saudara-saudara kami khususnya para pemuda dan remaja muslim. Mudah-mudahan nasihat ini dapat membuka mata hati mereka sehingga mereka lebih tahu tentang siapa diri mereka sebenarnya, apa kewajiban yang harus mereka tunaikan sebagai seorang muslim, agar mereka merasa bahawa masa muda ini tidak selayaknya untuk diisi dengan perkara yang boleh melalaikan mereka dari mengingati Allah subhanahu wata’ala sebagai penciptanya, agar mereka tidak terus-menerus bergelimang ke dalam kehidupan dunia yang fana dan lupa akan negeri akhirat yang kekal abadi.
Wahai para pemuda muslim, tidakkah kamu menginginkan kehidupan yang bahagia selamanya? Tidakkah kamu menginginkan jannah (surga) Allah subhanahu wata’ala yang luasnya seluas langit dan bumi?
Ketahuilah, syurga Allah subhanahu wata’ala itu diperolehi dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam beramal. Syurga itu disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa yang mereka tahu bahawa hidup di dunia ini hanyalah sementara, mereka merasa bahawa gemerlapnya kehidupan dunia ini akan menipu umat manusia dan menyeret mereka kepada kehidupan yang sengsara di negeri akhirat selamanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Ali ‘Imran: 185) Lanjutkan membaca

Hak-Hak Orang Lanjut Usia Dalam Islam


Hak-Hak Orang Lanjut Usia Dalam Islam

Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr

Sesungguhnya di antara hak-hak yg mulia yang diserukan oleh agama kita yg hanif ini adalah hak orang yg telah lanjut usia atau tua, sama saja apakah dia adalah bapak kita atau kerabat kita baik muslim maupun kafir. Orang yg sudah lanjut usia mempunyai hak-hak yang telah dijaga dan perhatikan oleh Islam. Apa saja hak-hak yang harus kita perhatikan kepada orang-orang yang sudah tua? Simaklah ulasannya dalam lembaran berikut ini.

ISLAM AGAMA YANG MENJAGA HAK-HAK MANUSIA

Sesungguhnya manusia sangat membutuhkan penjelasan tentang hak-hak yang ada; hak Allah, hak Nabi, hak orang tua, hak kerabat, hak tetangga, dan hak orang yang sudah lanjut usia. Mengingatkan kepada permasalahan hak-hak ini adalah pintu pembuka kebaikan dan kebahagiaan karena seorang muslim jika diingatkan maka dia akan teringat, jika ditunjuki maka dia akan mendapat petunjuk. Allah berfirman : Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Adz-Dzariyat [51]:55).

Hendaknya seorang muslim mengetahui keindahan syari’at Islam, bahwa Islam adalah agama yang adil, agama yang memberi setiap pemilik hak-haknya masing-masing. Allah berfirman : Sesunggunya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kpd kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl [16] : 90). Lanjutkan membaca

KESESATAN PAHAM INGKAR SUNNAH


KESESATAN PAHAM INGKAR SUNNAH

Ketahuilah wahai saudaraku –semoga Alloh Ta’ala merahmatimu– bahwasanya Alloh Ta’ala menurunkan dua wahyu berupa al-Qur’an dan al-Hikmah kepada Rosul-Nya dan mewajibkan kepada seluruh hamba untuk mengimani keduanya dan mengamalkan kandungannya. Alloh Ta’ala berfirman:

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّـهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّت طَّائِفَةٌ مِّنْهُمْ أَن يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ ۖ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِن شَيْءٍ ۚ وَأَنزَلَ اللَّـهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُن تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّـهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا ﴿١١٣

“Dan Alloh telah menurunkan kitab dan hikmah kepadamu.” (QS. an-Nisa [4]:113)

[Berdasarkan kesepakatan ulama salaf yang dimaksud dengan al-Kitab yaitu al-Qur’an dan al-Hikmah adalah Sunnah.[1

akan apa yang dikabarkan oleh Rosululloh  dari Robbnya, kewajiban kita adalah membenarkan dan mengimaninya. Hal ini merupakan pokok dasar yang disepakati oleh seluruh kaum muslimin, tidak ada yang mengingkarinya

[kecuali orang di luar Islam.[2

Namun anehnya, muncul sebuah pemahaman sesat yang mencukupkan diri dengan al-Qur’an saja tanpa hadits Nabi. Lebih aneh lagi, tatkala pemikiran beracun ini diadopsi oleh sebagian pemikir dan penulis zaman sekarang.

Sekadar contoh, simaklah ucapan Agus Mustofa berikut: Lanjutkan membaca

Mengkritik Buku “Harakah Jihad Ibnu Taimiyyah”


Mengkritik Buku “Harakah Jihad Ibnu Taimiyyah”

Mengkritik Buku
“Harakah Jihad Ibnu Taimiyyah”
Disusun Oleh: Abu Ahmad as-Salafi hafifzahullah

Talbis (pencampuradukan) antara haq dan batil adalah cara-cara ahli bid’ah dari masa ke masa. Suatu bid’ah, jika berupa kebatilan yang murni, maka tidak akan mungkin diterima. Setiap orang akan membantah dan mengingkarinya. Seandainya bid’ah itu kebenaran yang murni, maka bukanlah merupakan bid’ah. Maka bid’ah tersebar di kalangan manusia karena mengandung kebenaran dan kebatilan.

Di antara model talbis yang telah dilakukan oleh para hizbiyyin adalah mengaburkan pandangan kaum muslimin tentang manhaj yang lurus –manhaj Salafush Shalih- dengan mencampuradukkan antara manhaj manhaj salaf dengan manhaj harokah yang bid’ah yang dikemas dengan nama baru “Salafi-Haroki”. Dengan cara ini, mereka hendak mengajak para pengikut Slafush Shalih untuk berpaling dari manhaj Salaf dan menganut manhaj haroki yang bid’ah!

PENULIS DAN PENERBIT BUKU INI

Dalam pengantar penerbit, disebutkan bahwa buku ini terjemahan dari dua tulisan Syaikh* Abdurrahman Abdul Khaliqhadahullah– berjudul Masyru’iyyah al-Jihad al-Jama’i dan Ibnu Taimiyyah wal ‘Amal al-Jama’i, diterjemahkan oleh Wahyudin, dan diterbitkan oleh Media Islamika Solo, cetakan pertama, Mei 2007 M. Lanjutkan membaca

Hukum Memakai Topi


Hukum Memakai Topi

Apa hukum memakai topi (hat)? Sebagian ulama menyatakan tidak bolehnya. Seperti mungkin sebagian kita pernah mendengar dari fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin. Beliau menfatwakan akan haramnya karena terdapat bentuk tasyabbuh dengan orang kafir. Namun, topi sudah kita ketahui bersama untuk saat ini bukan lagi model pakaian orang kafir. Dan topi yang dimaksud bukanlah simbol keagamaan non muslim.  Topi ini jelas berbeda dengan salib yang  jelas-jelas menjadi simbol religius Nashrani. Untuk  itu perlu ada kejelasan mengenai hukum mengenakan topi seperti yang digunakan oleh anak-anak muda saat ini.

Dalam fatwa islamweb.net dijelaskan bahwa jika kita melihat fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin lainnya, ternyata tidak sampai beliau katakan haram. Sebagaimana dalam fatwa Liqo’ Al Bab Al Maftuh berikut ini:

السؤال: ما حكم لبس البرنيطة أو القبعة التي يلبسها الشباب؟

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin ditanya,  “Apa hukum memakai topi atau penutup kepala seperti yang dipakai pemuda-pemuda saat ini?” Lanjutkan membaca