MEREKA BILANG WAHABI SESAT..???


MEREKA BILANG WAHABI SESAT..???
Poin-poin tuduhan dakwah syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Pertarungan antara ahlu tauhid dan ahlu syirik merupakan sunnatullah yang tetap berjalan, tiada berakhir hingga matahari terbit dari sebelah barat. Hal ini merupakan ujian dan cobaan bagi ahlul haq agar terjadi jihad fi sabilillah dengan lidah, pena, ataupun senjata.

Seandainya Allah menghendaki, niscaya Allah akan membinasakan mereka, tetapi Allah hendak menguji sebaian kamu dengan sebagian yang lain. (Muhammad : 4)

Kita lihat musuh-musuh tauhid berusaha sekuat tenaga dengan mengorbankan waktu dan harta mereka tanpa mengenal lelah untuk membela kebatilan mereka, menebarkan kesesatan mereka, dan memadamkan cahaya Rabb mereka.

Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, tapi Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. (At Taubah : 32).

Salah satu senjata pamungkas mereka untuk memadamkan cahaya Allah ialah dengan menjauhkan manusia dari da’i yang berpegang teguh dengan Al Qur-an dan As Sunnah, dengan gelar-gelar yang jelek dan mengerikan. Seperti kata yang populer di tengah masyarakat, yaitu Wahhabi. Semua itu dengan tujuan menjauhkan manusia dari dakwah yang haq. Lanjutkan membaca

Iklan

Mengenal Karektor Utama Mazhab Khawarij


Mengenal Karektor Utama Mazhab Khawarij(Mencela dan Memusuhi Pemerintah Adalah Mazhab Khawarij!)

Abu Numair Nawawi B. Subandi
www.ilmusunnah.com

Mengusik kehormatan dan kredibiliti pemerintah dengan cara memaki-hamun, mencela, menyebarkan aibnya, dan mengkritik mereka secara terbuka adalah satu bentuk kesalahan yang amat besar di sisi Islam. Bahkan ia termasuk benih-benih pemberontakkan terhadap pemerintah yang menjadi sebab rosaknya agama, tergugatnya keamanan, dan menghilangnya kemaslahatan dunia sekaligus.

Perbuatan mengecam dan memburuk-burukkan pemerintah adalah satu bentuk bid’ah yang sengaja diada-adakan dalam perlaksanaan amar ma’ruf nahi mungkar. Ia mula dicipta oleh seorang tokoh Yahudi bernama ‘Abdullah B. Saba’ yang berpura-pura memeluk Islam ketika zaman pemerintahan Khalifah ‘Utsman B. ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Disebabkan fitnah yang direka dan disebarkan oleh ‘Abdullah B. Saba’ inilah akhirnya sejarah Islam menjadi kacau-bilau sehingga terbunuhnya ‘Utsman dan ‘Ali.

Ideologi yang beliau cetuskan tersebut kemudian tersebar hingga meracuni dan memperdaya sebahagian kelompok umat Islam ketika itu. Keadaan ini mengakibatkan munculnya firqah-firqah sesat seperti Khawarij dan syi’ah, seterusnya dari Khawarij lahir pula Murji’ah, Qadariyah, dan Muktazilah.

Lebih awal dari itu, pemikiran mencela pemimpin secara terbuka ini juga telah wujud sejak hayat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lagi. Bahkan celaan tersebut diungkapkan terus kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tanpa segan-silu di hadapan umum. Orang yang mencela Rasulullah tersebut dikenali sebagai Dzul Khuwaishirah sebagaimana kata Imam Ibnul Jauzi rahimahullah.  Lanjutkan membaca

MENYIKAPI TRAGEDI SURIAH


MENYIKAPI TRAGEDI SURIAH

Oleh
Syaikh Dr Musa Alu Nashr [1]

Radio Rodja [2] menerima banyak pertanyaan tentang kewajiban kaum Muslimin seputar penderitaan kaum Muslimin Ahlus Sunnah di Suriah, dimana mereka dizhalimi oleh para penguasa mereka : Anak-anak dan kaum wanita dibunuh, maka apa nasehat Syaikh kepada kami terkait peristiwa ini? Dan bagaimanakah kami harus menyikapi masalah ini? Barakallah fikum

Syaikh Musa Alu Nashr Hafizhahullah :

الحمد للّه والصلاة والسلام على رسول اللّه وعلى آله وصحبه و من والاه وبعد

Saya berterima kasih kepada ikhwah yang melontarkan pertanyaan seputar permasalahan ini. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa kaum Muslimin itu dalam keadaan baik ; mereka saling merasakan penderitaan yag dirasakan oleh sebagian lainnya ; Jarak yang jauh yang memisahkan negara-negara kaum Muslimin tidak menghalangi mereka untuk merasakan penderitaan yang dialami serta mendengarkan harapan saudara-saudara mereka. Ini menunjukkan kebenaran sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

مَثَلُ الْمُؤْ مِنِيْنَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِا إِذَا اشْتكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِا لْحُمَّ وَالسَّهْرِ

“Perumpamaan kaum Muslimin dalam hal saling cinta-mencitai, sayang-menyayangi, kasih-mengasihi diantara mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh mengeluh (kesakitan), maka seluruh badan akan merasakan demam dan tidak bisa tidur malam”. [HR Muttafaqqun ‘alaih] Lanjutkan membaca

Realita Kebangkitan Islam


Realita Kebangkitan Islam

Oleh
Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly

Mulailah kaum muslimin sadar setelah melihat kenyataan pahit, negeri yang tercabik dan banyaknya orientalis yang mengajak mereka untuk meninggalkan agama dan sumber kejayaannya. Setiap kelompok dari kaum muslimin selanjutnya mulai memandang kenyataan yang ada dari sisi yang berbeda dari pandangan kelompok yang lain. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa jama’ah-jama’ah yang begerak di medan dakwah pada masa ini saling berselisih seputar manhaj dakwah, dari mana memulai dan bagaimana memulainya.

Perselisihan yang paling bebahaya yang menghalangi persatuan mereka diatas satu kata adalah dua hal :

Pertama : Ketidak Tahuan akan Besarnya Kekuatan Mereka.

Kita masih terus melihat hizbiyah yang sempit telah menguasai banyak akal pemikiran dan jama’ah yang bergerak dalam medan dakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga mereka tidak melihat kecuali diri mereka sendiri dan meniadakan keberadaan yang lain disekitarnya. Berkembanglah hal ini hingga kita melihat sebagian mereka mengaku sebagai jama’ah muslimin dan pemimpin mereka sebagai imam muslimin, lalu menetapkan dengan dasar itu beberapa prasangka :

Sebagiannya mengklaim kewajban berba’iat kepada imamnya dan yang lain mengkafirkan kaum muslimin setelah generasi-generasi terbaik yang dimuliakan. Sekelompok lainnya mengklaim bahwa merekalah jama’ah induk yang wajib bagi selainnya untuk berhimpun dan berlindung di bawah benderanya. Kebanyakan mereka telah melupakan bahwa mereka bergerak untuk mengembalikan jama’ah muslimin, maka seandainya jama’ah muslimin sudah ada dan imamnya pun ada maka kita tidak akan melihat perselisihan dan berbilangnya kelompok yang tidak diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala keterangan astasnya. Pada hakikatnya mereka yang bergerak untuk Islam tersebut adalah jama’ah dari sebagian kaum muslimin yaitu dari ahlil kiblat dan bukan jamaah muslimin. Lanjutkan membaca

Misi Kaum Muslimin Menaklukkan Tanah Palestina


Misi Kaum Muslimin Menaklukkan Tanah Palestina

Oleh
Muhammad Ashim Mustofa

Meski penaklukan ini merupakan misi peperangan, akan tetapi dalam Islam peperangan hanyalah alternatif terakhir dalam menegakkan dakwah tauhid. Sebagaimana menurut Syaikh Ali bin Hassan Al-Halabi, ketika menyampaikan ceramah di Masjid Istiqlal Jakarta, 15-Ferbruari-2006M, beliau mengatakan, peperangan dalam Islam bukanlah perang permusuhan, akan tetapi perang penebusan : peperangan untuk menebarkan sendi-sendi kasih sayang. Membunuh musuh bukanlah tujuan utama dan pertama, akan tetapi itu merupakan pilihan terakhir. Tawaran pertama adalah memeluk agama Islam, kedua adalah membayar upeti dan ketiga adalah tidak mengganggu kaum Muslimin

Begitulah cara dakwah yang dilancarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kaum kuffar, sangat elegan dan beradab. Tak terkecuali, ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru para raja dan penguasa di tanah Arab dan sekitarnya, yaitu terlebih dahulu menawarkan Islam, dengan cara mengutus delegasi

Sebagai salah satu contohnya, yaitu ajakan Rasulullah kepada Raja Hiraklius. Sahabat Dihyah mendapat kepercayaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan surat beliau, yang berbunyi. Lanjutkan membaca