Ahli Bait, Bukan Sekedar Pengakuan


Ahli Bait, Bukan Sekedar Pengakuan

Ada dua sebab yang mendorong kami menulis artikel ringkas mengenai ahli bait. Pertama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewasiatkan kepada umatnya untuk berlaku baik kepada ahli bait beliau dalam beberapa haditsnya. Kedua, adanya fenomena masyarakat yang telah menjurus pada sikap berlebih-lebihan kepada ahli bait. Di satu sisi, terdapat pihak yang mengagungkannya secara berlebihan, melebihi batas-batas yang diperkenankan syari’at. Di sisi lain, terdapat pihak yang tidak menghormati ahli bait dan mengingkari berbagai keutamaan yang mereka miliki.

Oleh karena itu, artikel ini berusaha menjelaskan secara ringkas, poin demi poin, beberapa permasalahan terkait ahli bait sehingga dapat diketahui bersama.

Poin Pertama
Pendapat yang tepat mengenai definisi ahli bait yaitu pendapat yang menyatakan bahwa ahli bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mereka yang diharamkan menerima zakat, yaitu para istri beliau dan keturunannya, dan setiap muslim dan muslimah dari keturunan Bani Hasyim bin Abdi Manaf, dari keluarga ‘Ali, keluarga ‘Aqil, keluarga Ja’far dan keluarga ‘Abbas. Lanjutkan membaca

Iklan

SURAT CINTA UNTUK HIZBUT TAHRIR [ LENGKAP ]


SURAT CINTA UNTUK HIZBUT TAHRIR [ LENGKAP ]

SURAT CINTA UNTUK HIZBUT TAHRIR, menarik memang melihat judul nya, seolah-olah kami Pro dengan mereka, seolah-olah kami mendukung mereka akan tetapi makna CINTA Kami kepada Hizbut Tahrir memang BENAR, BUKAN TIPU MUSHLIHAT, Karna hizbut tahrir adalah muslim, namun menyimpang maka kami tidak mau saudara semuslim kami menyimpang maka kami pun dengan cinta dan kasih sayang kami untuk memberikan nashihat agar kembali kepada al Haq.
berikut Sebuah bantahan kasih sayang terhadap artikel berjudul “Mengoreksi Penguasa Harus Dengan GAYA TUKUL…??” dan di bantah oleh Ustadz Badrussalam -semoga ALloh menjaganya-.

Judul asli artikel Kritik Atas Pendapat Yang Menyatakan Mengoreksi Penguasa Harus Dengan (Empat Mata) karya tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustadz Syamsudin Ramadhan An-Nawiy hadahullah

Oleh al Ustadz Abu Yahya Badrussalam, Lc. hafizhahullah

—————
Berkata Syamsuddin Ramadlan (HTI):

Mengoreksi Penguasa Harus Dengan GAYA TUKUL…??

Tanggapan: Tukulkah yang menjadi panutanmu ??

HTI: Perlu kami nyatakan bahwa hukum asal amar makruf nahi mungkar harus dilakukan secara terang-terangan, dan tidak boleh disembunyikan. Ini adalah pendapat mu’tabar dan perilaku generasi salafus sholeh.

Tanggapan: Lanjutkan membaca