Bantahan Ahlussunnah terhadap Hizbut Tahrir tentang Definisi Darul Islam dan Darul kufur


Bantahan Ahlussunnah terhadap Hizbut Tahrir tentang Definisi Darul Islam dan Darul kufur

Oleh : Abu Namira Hasna Al-Jauziyah

Bismillah. pembahasan tentang Apakah Indonesia disebut negeri Islam atau negeri islam. maka ini perlu pembahasan yang cukup panjang. ada kelompok yang memang mengkafirkan Indonesia, jangankan Indonesia, Arab Saudi juga disebut negara Kafir, salah satu kelompok yang berpendapat bahwa negara Indonesia negara kafir, adalah kelompok pembebasan yang lebih dikenal dengan hizbut Tahrir.di sini, ana akan bawakan hujjah Hizbut Tahrir yang menyebutkan definisi negara islam dan negara kafir(ana sengaja nukil dari sumbernya langsung, supaya kita tahu bagaimana hujjah mereka)dan insya Allah, ana akan sertakan bantahannya. insya Allah di akhir pembahaan, kita bisa menyimpulkan, apakah Indonesia negara Islam atau kafir. (Semoga Allah Azza wajalla memudahkannya).

menurut pandangan Hizbut Tahrir, yang dinamakan negara Islam adalah : Telaah kitab kali ini membahas pasal kedua Masyrû’ Dustûr li ad-Dawlah al-Islâmiyyah yang berbunyi: Negara Islam adalah negara yang di dalamnya diterapkan hukum-hukum Islam dan keamanan negara tersebut berada di bawah keamanan Islam. Negara kafir adalah negara yang di dalamnya diterapkan hukum-hukum kufur dan keamanan negara tersebut berada di bawah keamanan bukan Islam. Lanjutkan membaca

Iklan

Pembicaraan Siksa Kubur Dalam Al-Quran


Pembicaraan Siksa Kubur Dalam Al-Quran

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Suatu saat kami menemukan dari salah satu blog perkataan semacam ini:
Bila kandungan isi hadits itu berhubungan dengan masalah ‘aqidah, misalnya tentang siksa kubur, maka kita tidak boleh menyakini adanya siksa kubur tersebut dengan keyakinan 100%. Sebab, derajat kebenaran yang dikandung oleh hadits ahad tidak sampai 100%.”

Inilah di antara aqidah menyimpang yang dimiliki sebuah kelompok yang terkenal selalu menggembar gemborkan khilafah. Mereka tidak meyakini adanya siksa kubur. Mereka beralasan bahwa riwayat mengenai siksa kubur hanya berasal dari hadits Ahad, sedangkan hadits Ahad hanya bersifat zhon (sangkaan semata). Padahal aqidah harus dibangun di atas dalil qoth’i dan harus berasal dari riwayat mutawatir. Itulah keyakinan mereka.

Sekarang yang kami pertanyakan, “Apakah betul riwayat mengenai siksa kubur tidak mutawatir dan hanya berasal dari hadits Ahad?” Juga yang kami tanyakan, “Apakah pembicaraan mengenai siksa kubur juga tidak ada dalam Al Qur’an?” Lanjutkan membaca

Ahli Bait, Bukan Sekedar Pengakuan


Ahli Bait, Bukan Sekedar Pengakuan

Ada dua sebab yang mendorong kami menulis artikel ringkas mengenai ahli bait. Pertama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewasiatkan kepada umatnya untuk berlaku baik kepada ahli bait beliau dalam beberapa haditsnya. Kedua, adanya fenomena masyarakat yang telah menjurus pada sikap berlebih-lebihan kepada ahli bait. Di satu sisi, terdapat pihak yang mengagungkannya secara berlebihan, melebihi batas-batas yang diperkenankan syari’at. Di sisi lain, terdapat pihak yang tidak menghormati ahli bait dan mengingkari berbagai keutamaan yang mereka miliki.

Oleh karena itu, artikel ini berusaha menjelaskan secara ringkas, poin demi poin, beberapa permasalahan terkait ahli bait sehingga dapat diketahui bersama.

Poin Pertama
Pendapat yang tepat mengenai definisi ahli bait yaitu pendapat yang menyatakan bahwa ahli bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mereka yang diharamkan menerima zakat, yaitu para istri beliau dan keturunannya, dan setiap muslim dan muslimah dari keturunan Bani Hasyim bin Abdi Manaf, dari keluarga ‘Ali, keluarga ‘Aqil, keluarga Ja’far dan keluarga ‘Abbas. Lanjutkan membaca

SURAT CINTA UNTUK HIZBUT TAHRIR [ LENGKAP ]


SURAT CINTA UNTUK HIZBUT TAHRIR [ LENGKAP ]

SURAT CINTA UNTUK HIZBUT TAHRIR, menarik memang melihat judul nya, seolah-olah kami Pro dengan mereka, seolah-olah kami mendukung mereka akan tetapi makna CINTA Kami kepada Hizbut Tahrir memang BENAR, BUKAN TIPU MUSHLIHAT, Karna hizbut tahrir adalah muslim, namun menyimpang maka kami tidak mau saudara semuslim kami menyimpang maka kami pun dengan cinta dan kasih sayang kami untuk memberikan nashihat agar kembali kepada al Haq.
berikut Sebuah bantahan kasih sayang terhadap artikel berjudul “Mengoreksi Penguasa Harus Dengan GAYA TUKUL…??” dan di bantah oleh Ustadz Badrussalam -semoga ALloh menjaganya-.

Judul asli artikel Kritik Atas Pendapat Yang Menyatakan Mengoreksi Penguasa Harus Dengan (Empat Mata) karya tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustadz Syamsudin Ramadhan An-Nawiy hadahullah

Oleh al Ustadz Abu Yahya Badrussalam, Lc. hafizhahullah

—————
Berkata Syamsuddin Ramadlan (HTI):

Mengoreksi Penguasa Harus Dengan GAYA TUKUL…??

Tanggapan: Tukulkah yang menjadi panutanmu ??

HTI: Perlu kami nyatakan bahwa hukum asal amar makruf nahi mungkar harus dilakukan secara terang-terangan, dan tidak boleh disembunyikan. Ini adalah pendapat mu’tabar dan perilaku generasi salafus sholeh.

Tanggapan: Lanjutkan membaca

Sikap Islami Menghadapi Kenaikan Harga BBM (Bagian 2)


Sikap Islami Menghadapi Kenaikan Harga BBM (Bagian 2)

Sesungguhnya segala keresahan dan kesedihan yang dialami kaum muslimin adalah ujian dari Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا ، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Jika ada yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa capek, sakit, kebingunan, kesedihan, kezhaliman orang lain, kesempitan hati, sampai duri yang menancap di badannya maka Allah akan jadikan semua itu sebagai penghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari)

Mengingat hadis ini, sikap selanjutnya terkait kenaikan BBM: dilihat dari sudut pAndang takdir, kenaikan BBM adalah musibah yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk menguji kaum muslimin, sekaligus menjadi penghapus dosa mereka. Keresahan yang mereka alami, hakikatnya adalah penghapus dosa yang pernah mereka lakukan. Siapa yang bersabar dan meniti jalan kebenaran maka Allah akan hapuskan dosa-dosanya dan akan Allah berikan jalan keluar terbaik.

Allah berfirman,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Siapa yang bertakwa kepada Allah, maka akan Allah berikan jalan keluar. Allah akan berikan rezeki dari jalur yang tidak mereka perhitungkan..” (QS. At-Thalaq: 2–3) Lanjutkan membaca

DAULAH UTSMANIYYAH ( Musuh Dakwah Tauhid )


DAULAH UTSMANIYYAH ( Musuh Dakwah Tauhid )

Yang tak kalah gencar pula adalah permusuhan pemerintahan Dinasti ‘Utsmani yang telah terprovokasi kaum kafir penjajah. Keadaan ini diperburuk oleh para mufti pemerintahan Dinasti ‘Utsmani yang notabene beraqidah tashawwuf. Siang dan malam mereka memprovokasi pemerintah untuk memerangi dakwah tauhid di Najd, baik di masa Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu masih hidup, ataupun permusuhan mereka terhadap dakwah tauhid sepeninggal beliau.
Tercatat dalam sejarah, beberapa kali ada upaya penyerangan yang dilakukan Dinasti ‘Utsmani terhadap Negeri Najd dan kota-kota yang ada di dalamnya yang terkenal sebagai pusat dakwah tauhid.

Di antaranya apa yang terjadi di masa Sultan Mahmud II, ketika memerintahkan Muhammad ‘Ali Basya untuk menyerang kekuatan dakwah tauhid di Najd. Tentara Muhammad ‘Ali Basya dipimpin oleh anaknya Ibrahim Basya dalam sebuah pasukan besar dengan bantuan militer dari negara-negara kafir Eropa. Pada akhir tahun 1232 H, mereka menyerang kota ‘Unaizah dan Al-Khubra` serta berhasil menguasai Kota Buraidah. Lanjutkan membaca

Kajian Islam Ilmiah di Bandung


Kajian Islam Ilmiah di Bandung

Bismillah. Hadirilah Kajian Islam Ilmiah.
Tema : Meniti Jejak Para Sahabat Radhiyallahu Anhum
Pada Hari : Sabtu, 24 Maret 2012, pukul : 16.30-18.00 WIB
Tema : Mengungkap Fakta Sejarah Para Sahabat Radhiyallahu Anhum
Pada Hari : Ahad, 25 Maret 2012, pukul : 09.00-12.00 WIB
Pemateri : Al-Ustadz Abu Qotadah Al-Atsary
(Murid Syaikh Muqbil Rahimahullah, Darul Hadist Yaman
Mudir Pesantren Ihya As- Sunnah-Tasikmalaya).
Tempat : Masjid Raya Cipaganti, Bandung.
Jl. Raya Cipaganti, Bandung
Contact Person : 081322856501
Diselenggarakan oleh : Yayasan Ihya`u Al-Sunnah
Didukung oleh : Radio Rodja-Bandung 1476 am (Website radio Rodja-Bandung :Klik Disini )
Gratis Terbuka untuk umum kaum muslimin dan muslimat
Ajak serta keluarga dan rekan Anda

Disebarluaskan oleh : https://abunamira.wordpress.com