Fatwa Terkini Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madhkali Tentang Dammaj


Fatwa Tentang Dammaj Terbaru Oleh Syaikh Muhammad Bin Hadi Al-Madhkali -Hafidzahullah- yang Disampaikan Beliau Setelah Pelajaran Ma’arijul Qabuul, 23 Muharram 1433/18 Desember 2011.

Telah banyak pertanyaan tentang saudara–saudara kita di Dammaaj dan apa yang telah terjadi terhadap mereka. Dan semua dari kalian tahu -insyaAllah- tentang apa yang terjadi terhadap saudara-saudara kita Ahlu Sunnah di sana. Dan kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar memberikan keteguhan kepada mereka dan memberikan ketabahan pada hatinya. Dan mengkokohkan kaki-kaki mereka, agar Allah yang Maha Penolong memberikan pertolongannya kepada mereka dan agar memperlihatkan kepada kami suatu keajaiban keperkasaan-Nya pada musuh-musuh mereka. Musuh-musuh Islam dan orang-orang yang beriman. Mereka adalah seburuk-buruknya kelompok. Kelompok Rafidhah di masa kini dan seburuk-buruknya kelompok dan mereka murka kepada orang-orang Islam.

Kita memohon kepada Allah agar diberikan Al-’afiyah dan keselamatan kepada kita. Dan adapun keadaan mereka dan perkataan tentang mereka, maka aku telah berbicara di dalam permasalahan ini tiga kali sebatas yang aku ketahui. Satu kali sebelum haji di Masjid Bani Salimah ketika memberikan pelajaran tentang haji, sekali lagi (secara) langsung setelah haji, dan satu lagi ketika pada waktu pelajaran ini. Dan perkataanku di dalamnya itu adalah satu pendapat seperti apa yang telah kalian dengar.

Dan telah sampai kepada kalian, bahwasanya diharuskan bagi penduduk Yaman; bagi Ahlu Sunnah dan Ahlul iman di Yaman agar menolong saudara-saudara mereka. Apalagi mereka telah meminta pertolongan kepada kalian dan Allah Azza wa Jalla telah berfirman,

وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَاقٌ ۗوَاللَّـهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada Perjanjian antara kamu dengan mereka. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Anfaal: 72)

Dan mereka tidak ada perjanjian antara kita dan mereka. Mereka itu adalah musuh. Setiap saat mereka melanggar perjanjian. Dan mereka itu adalah cucu-cucunya Yahudi. Apalagi yang ditunggu dari mereka?

Maka sekarang ini wajib bagi Ahlu Sunnah di Yaman secara khusus. Selama mereka para Rafidhah  yang najis dan kotor ini menunjukan sikap permusuhan secara terang-terangan kepada Ahlu Sunnah dan Iman. Dan wajib bagi Ahlu Sunnah di Yaman seluruhnya agar menolong saudara-saudaranya. Apalagi mereka telah membentangkan tangan-tangannya agar diberikan pertolongan kepada mereka,

Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain-Nya dan tidak ada Rabb selain-Nya. Kalau seandainya aku berada di negeri Yaman maka sungguh aku akan keliling Yaman seluruhnya untuk memberikan semangat untuk memerangi kelompok yang keji ini.

Demi Allah, tidak boleh untuk saling tidak memberikan pertolongan kepada Ahlu Sunnah dan Iman. Maka wajib bagi Ahlu Sunnah seluruhnya untuk menolong saudara-saudara mereka. Dan jika tidak maka ketahuilah, sesungguhnya akan datang kepada mereka seperti apa yang datang terhadap saudara-saudara mereka dan apa yang terjadi pada saudara-saudara mereka. Mereka itu tidak mempunyai kasih sayang terhadap Ahlu Sunnah, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap orang-orang yang beriman dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian.

Mereka itu adalah musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya dari sejak munculnya mereka pertama kali. Mereka itu wajib baginya diperangi walaupun yang bersamamu kelompok Asya’irah dan walaupun yang bersamamu sebagian kelompok Sufiyah. Diharuskan memerangi kelompok yang jahat ini. Permisalan mereka ini seperti…..(kalimat tidak jelas) dan yang bersama dengan mereka. Bagaimana dikatakan kepada Ahlu Sunnah, janganlah kalian memerangi mereka?

Maka wajib bagi Ahlu Sunnah apalagi mereka telah meminta pertolongan dan mereka dalam jumlah yang sedikit, lemah, dan terkepung dan membentangkan tangan-tangannya meminta pertolongannya,kemudian mereka mengatakan kami tidak akan ikut berperang!

Dan yang lebih aneh dari ini, bahwasanya sebagian dari ikhwah mendatangiku dan bertanya kepadaku dan berkata, “Sesungguhnya sebagian manusia berkata: ‘Kita, hanya saja da’wah kita adalah da’wah pengajaran/pendidikan.’

(Perkataan Syaikh Muhammad hafidzahullaah -pent): Baik da’wah pengajaran/pendidikan, apa yang kamu dapatkan faedah dari itu? Sekarang telah datang waktu untuk mengerjakan. Apa yang telah kita pelajari dari permasalahan jihad harus dipraktekan sekarang. Para imam hadits dan imam Sunnah mereka itu bukanlah orang yang bermalas-malasan. Para imam hadits itu adalah yang melakukan jihad.

Al-Hafidz Abdul Ghani Al-Maqdisi membaca pelajaran ketika menjaga di perbatasan musuh dibacakan kepadanya beberapa bagian pelajaran dan dia dalam keadan menjaga di perbatasan musuh di negeri Syaam. Semalaman penuh dia dalam keadaan berjaga dan dibacakan pelajaran kepadanya. Bagaimana dikatakan; kesibukan kita dan da’wah kita hanya da’wah pengajaran/pendidikan. Telah mengatakan kepada kami, dan telah mengabarkan kepada kami? Barangsiapa yang mengatakan ini dia tidak mengetahui arti telah berkata kepada kami dan telah mengabarkan kepada kami dan juga tidak memahami arti telah berkata kepada kami dan telah mengabarkan kepada kami kita membaca,telah berkata kepada kami dan telah mengabarkan kepada kami untuk kita amalkan dengannya. Jika datang setiap sesuatu pada waktunya maka kita mempraktekannya dan beramal dengannya.

Demi Allah tidak boleh untuk saling tidak memberikan pertolongan di dalam menolong saudara-saudara kita secara khusus kepada Ahlul Yaman. Dan aku mengatakan ini beberapa kali; fardhu ‘ain bagi mereka dan wajib bagi mereka untuk menolong saudara-saudara mereka dan mereka dalam keadaan yang seperti ini.

Dan telah sampai kepada kami bahwasanya keadaan akan lebih keras lagi kepada mereka di dua hari terakhir ini. Maka kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla melapangkan kesulitan mereka dan mengkokohkan mereka. Dan menabahkan hati-hati mereka. Dan agar memberikan ampunan bagi mereka yang telah wafat darinya. Dan agar Allah mempercepat dalam menolong Ahlu Sunnah dan Islam dan tentara hadits dan Al-Qur’an.

Aku mohon kepada Allah agar memgkokohkan mereka dan menjaga darah-darah mereka. Kehormatan mereka dan harta-harta mereka dan agar memberikan kemenangan terhadap musuh-musuh mereka dan musuh-musuh kaum muslimin.

Mereka orang-orang (Syi’ah) Hutsi itu adalah wali-walinya syaithan dan tidaklah ada dari musuh-musuh Islam kecuali Rafidhah telah menjadi penolong baginya dan pukulan keras darinya bagi orang-orang Islam. Barang siapa yang menolongnya tidaklah kecuali mereka. Dan barang siapa yang membuka jalan untuk mereka tidaklah kecuali mereka. Dan apa yang telah terjadi terhadap ummat Islam dari suatu kejadian kecuali mereka dan dari jalannya mereka.

Dan kemudian dikatakan setelah itu perkataan ini –yakni- yang mana kita telah mendengarnya (kami tidak memeranginya –pent) atau yang sebagian ikhwah telah datang untuk bertanya kepadaku. Dan sepertinya mereka ini dalam keadaan bimbang di dalam perkara ini. Mereka itu (Rafidhah-pent) tidak mempunyai belas kasihan kepada orang-orang Islam. Dan jika ikhwan kita Ahlu Sunnah tidak memberikan pertolongan dan tidak berdiri dengan benar karena Allah dan membiarkan mereka. Dikhawatirkan akan turun adzab dan bala secara meyeluruh kepada mereka disebabkan saling tidak menolong di antara mereka dan tidak adanya pertolongan.

Wahai saudaraku perkataan di dalam permasalahan ini sangatlah banyak. Dan setiap ada orang yang datang kepada kita, kita butuh untuk berbicara. Dan aku memohon untuk benar-benar dalam keadaan terjaga, cerdik, cerdas, dan faham terhadap agama Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Gambaran tentang Yaman bahwasanya Rafidhah itu adalah penduduknya atau mayoritas penduduknya ini adalah musibah yang sangat besar. Ini adalah yang membuat lemahnya kekuatan. Mereka itu adalah suatu kelompok walaupun mereka mempunyai senjata -dan hanya kepada Allah lah segala pujian- Allah Azza wa Jalla tidak memerintahkan kita untuk menyiapkan senjata, seperti halnya kita menyiapkan senjata untuk musuh-musuh kita. Hanya saja Dia memerintahkan semampu kita. Allah Azza wa Jalla berfirman,

أَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّـهِ وَعَدُوَّكُمْ

 “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu.” (QS. Al-Anfal: 60)

Dan yang kita mampu, kita menyiapkannya dan Iman itu membuat sesuatu yang ajaib. Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula). Sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Apakah kalian takut kepada mereka? Dan Allah lah yang lebih berhak untuk kalian takuti jika kalian benar-benar orang yang beriman. Perangilah mereka. Allah akan mengadzab mereka dengan tangan kalian dan menghinakan mereka. Dan kami memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar Allah mengadzab mereka dan menghinakan mereka dan menyembuhkan dada-dada kaum mu’minin.

Demi Allah, jika seandainya jujur niat-niat dan mengerakkan keinginan dan bersegera, sungguh akan timbul keberanian di hati-hati mereka dengan seidzin Allah. Maka wahai saudara se-Islam penduduk Yaman Ahlu Sunnah yang berada di Yaman dalam keadaan kesulitan. Dan mereka -kelompok Rafidhah- hanya saja yang diinginkan oleh mereka untuk menghancurkan kumpulan ini di tempat ini. Untuk menghapuskan cahaya Islam dan Iman yang ada di dalamnya. Mereka tidak tidur di tempat tidur mereka kecuali untuk mendapatkan tempat ini. Karena tempatnya Tauhid dan Islam dan Iman. Penghuninya adalah adalah Ahlu Tauhid dan Islam dan Iman. Kami juga menganggapnya seperti itu dan Allah lah yang menimbangnya dan kami tidak memberikan rekomendasi seorang pun di hadapan Allah. Dan dengan ini membuat mereka orang-orang keji menjadi dengki,maka tidak boleh menyerahkannya kepada mereka dan tidak boleh untuk tidak melakukan saling menolong kepada mereka. Dan kami hanya kepada Allah sajalah segala pujian itu.

Mendengar dan sampai kepada kami kabar-kabar dari orang yang terpercaya. Dan kabar orang-orang yang terpercaya itu kedudukannya seperti orang yang menyaksikan, Dan kami bukanlah orang-orang yang bodoh terhadap negeri Yaman. Dan hanya kepada Allah sajalah segala pujian itu. Kami mengetahuinya, mengetahui tulang punggungnya. Kami mengetahui qabilah-qabilahnya dan kami mengetahui kekuatan mereka, kami mengetahui senjata apa yang ada pada mereka, dan kami mengetahui aliran-aliran mereka secara global. Walaupun kadang sebagian ikhwah kita di Yaman telah melebihi kita dengan beberapa pengetahuan yang rinci yang tidak akan berpengaruh –insyaAllah- dan kami bukan lah orang-orang bodoh. Dan kami juga tidak hidup di dalam botol yang mana kita tidak mengetahui keadaan sekeliling kita. Kami tidak berkata kecuali dengan keilmuan dan dengan pengetahuan.

Maka wajib terhadap kita seluruhnya untuk menolong ikhwah kita. Dan mereka mempunyai hak terhadap kita dan paling minim kewajiban kita terhadap mereka di sini (Madinah –pent) dan setiap tempat yang jauh darinya adalah doa. Dan agar kita tidak lupa untuk mendoakan mereka di waktu-waktu yang dikabulkan di dalamnya suatu doa. Dan agar kita meminta pertolongan yang banyak kepada Allah. Agar Allah menyegerakan pertolongannya dan kita berusaha untuk memberikan pertolongan untuk mereka dengan sesuatu yang kita mampu.

Kita memohon kepada Allah agar memusnahkan mereka orang-orang yang sering melakukan kejahatan dan mengangkat bendera Sunnah dan Islam dan memusnahkan mereka orang-orang munafik. Sesungguhnya Dia-lah wali untuk melakukan hal  itu dan Maha Kuasa atasnya. Shalawat, salam, dan keberkahan atas hamba-Nya dan rasul-Nya Nabi kita Muhammad dan kepada keluarganya dan shahabat-shahabatnya seluruhnya.

Diterjemahkan oleh Al-Ustadz Fahmi Abu Bakar Jawwas di Madinah, 27  Muharram 1433 (22 Desember 2011) dengan sedikit pengeditan bentuk paragraf dan kata.