Nasehat Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Barraak untuk Membantu Ahlus Sunnah Dammaj-Yaman


Nasehat As-Syaikh Al Waalid Al ‘Aalim Al Jaliil Abdurrahman bin Nashir Al Barraak –hafidzahullah– untuk Dammaj

Bismillahirrahmanirrahim

Pertanyaan: Anda mengetahui –ahsanallahu ilaikum- apa yang sekarang sedang terjadi di Dammaj berupa tekanan orang-orang Hutsiyyin, pengepungan, bombardir, tuntutan mereka untuk menyerahkan wilayah serta pengusiran. Begitu juga dengan segala musibah yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Maka, apa yang wajib bagi ahli sunnah di Yaman dalam menghadapi kejadian ini dan apa pula kewajiban kita terhadap mereka?

Jawaban: Segala puji bagi Allah dan shalatat serta salam atas Rasulullah, serta kepada kelurganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti perunjuknya. Amma ba’du:

Sudah dikenal bahwa kebanyakan orang-orang Hutsiyyun menganut madzhab rafidhah itsna asyriyyah. Mereka sangat terpengaruh dengannya. Begitu juga telah masyhur bahwa mereka mendapatkan dukungan dari negeri rafidhah di Iran. Telah dikenal juga bahwa pemerintah Iran sangat giat melakukan aktifitas penyebaran madzhab rafidhah di negeri-negeri ahli sunnah, begitu juga dukungannya terhadap revolusi khumaini. Maka, dari kalangan Hutsiyyun ini ada yang termasuk golongan rafidhah dan ada pula yang sekedar alat mereka. Mereka semua adalah alat pemerintah Iran di Yaman.

Telah dimaklumi dari para ahli ilmu dari kalangan ahli sunnah bahwa madzhab rafidhah biasa melakukan perbuatan syirik dengan sikap guluw (kultus) mereka terhadap para imam mereka yang dua belas (itsna asyriyyah). Mereka berdoa kepadanya, meminta pertolongan (istighatsah) dan berhaji ke kubur-kubur mereka. Dan telah diketahui dari para ulama ahli sunnah bahwa semua sekte rafidhah seperti itsna asyriyyah, nashiriyyah, darziyyah dan ismaa’iliyyah sangat memusuhi ahli sunnah dari pada kelompok-kelompok yang lain. Oleh karena itu, jika mereka menyerang dan menyakiti ahli sunnah, maka disyariatkan untuk memerangi mereka, karena kesyirikan mereka, juga karena kezaliman mereka.

Berdasarkan pada informasi tentang pengepungan mereka atas Dammaj dan upaya mereka untuk mengusir ahli sunnah dari sana, maka wajib atas kaum muslimin di Yaman dan yang lainnya untuk menggalang kerjasama dalam menolong saudara-saudara mereka yang terzalimi, membela mereka dan menggagalkan upaya kelompok sesat hutsiyyin ini, yang dijadikan oleh Negara Iran sebagai jembatan untuk merealisasikan cita-citanya di negeri Yaman.

Dengan demikian, memerangi mereka adalah sesuatu yang disyariatkan; ia adalah jihad di jalan Allah jika disertai dengan niat yang ikhlas, keinginan untuk meninggikan kalimat Allah, sebagaimana dalam hadis, “Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Ada orang yang berperang karena fanatisme kesukuan, berperang karena keberanian, berperang karena riya, yang manakah yang termasuk jihad fi sabilillah?” Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang berperang dengan maksud untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia di jalan Allah.”

Dan kami juga mewasiatkan kepada saudara-saudara kami di Yaman agar mereka bersatu untuk memerangi kelompok hutsiyyin yang zalim ini, yang berambisi untuk menyebarkan madzhab rafidhah orang-orang musyrik. Karena persatuan mereka adalah sebesar-besar sebab pertolongan dan kemenangan. Adapun perselisihan dan saling berbantah-bantahan, maka ia adalah sebesar-besar sebab kekalahan. Allah berfirman, Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al Anfal: 46)

Allah juga berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (Ali Imran: 103)

Dan bagi kaum muslimin yang berada luar Yaman hendaknya mereka juga membantu saudara mereka sesuai kesanggupannya dalam menolong mereka dari orang-orang zalim serta menghentikan perbuatan buruk hutsiyyin, dalam rangka mengamalkan firman Allah, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (Al Maidah: 2)

Allah juga berfirman, “jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka.” (Al Anfal: 72)

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al Hajj: 40)

Wa shallalallahu wa sallam ‘alaa nabiyyina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajmain.

Abdurrahman bin Nashir Al Barrak
Ahad, 8 Muharram 1433 H

Diterjemahkan oleh Ustadz Resa Gunarsa, Lc.