Imam Darimi


Imam Darimi

Pertumbuhan beliau

Nama: Beliau adalah Abdullah bin Abdurrahman bin al Fadhl bin Bahram bin Abdush Shamad.

Kuniyah beliau; Abu Muhammad

Nasab beliau:

  1. At Tamimi; adalah nisbah yang ditujukan kepada satu qabilah Tamim.
  2. Ad Darimi; adalah nisbah kepada Darim bin Malik dari kalangan at Tamimi. Dengan nisbah ini beliau terkenal.
  3. As Samarqandi; yaitu nisbah kepada negri tempat tinggal beliau

Tanggal lahir:

Ia di lahirkan pada taun 181 H, sebagaimana yang di terangkan oleh imam Ad Darimi sendiri, beliau menuturkan; ‘aku dilahirkan pada tahun meninggalnya Abdullah bin al Mubarak, yaitu tahun seratus delapan puluh satu.
Ada juga yang berpendapat bahwa beliau lahir pada tahun seratus delapan puluh dua hijriah.

Aktifitas beliau dalam menimba ilmu

Allah menganugerahkan kepada iama Ad Darimi kecerdasan, pikiran yang tajam dan daya hafalan yang sangat kuat, teristimewa dalam menghafal hadits. Beliau berjumpa dengan para masyayikh dan mendengar ilmu dari mereka. Akan tetapi sampai sekarang kami tidak mendapatkan secara pasti sejarah beliau dalam memulai menuntut ilmu. Lanjutkan membaca

Iklan

Imam Ibnu Majah


 Imam Ibnu Majah

Pertumbuhan beliau

Nama: Muhammad bin Yazid bin Mâjah al Qazwînî.

Nama yang lebih familiar adalah Ibnu Mâjah yaitu laqab bapaknya (Yazîd). Bukan nama kakek beliau.

Kuniyah beliau: Abu ‘Abdullâh

Nasab beliau:

  1. Ar Rib’I; merupakan nisbah wala` kepada Rabi’ah, yaitu satu kabilah arab.
  2. al Qazwînî adalah nisbah kepada Qazwîn yaitu nisbah kepada salah satu kota yang terkenal di kawasan ‘Iraq.

Tanggal lahir:

Ibnu Majah menuturkan tentang dirinya; “aku dilahirkan pada tahun 209 hijirah. Referensi-referensi yang ada tidak memberikan ketetapan yang pasti, di mana Ibnu Majah di lahirkan, akan tetapi masa pertumbuhan beliau beradaA di Qazwin. Maka bisa jadi Qazwin merupakan tempat tinggal beliau. Lanjutkan membaca

Ibnu Hajar al-Asqalani


Biografi Al-Hafidz ibnu Hajar Al-Asqalani
(12 Sya’ban tahun 773H sd 28 Dzulhijjah 852H.)

Pada akhir abad kedelapan hijriah dan pertengahan abad kesembilan hijriah termasuk masa keemasan para ulama dan terbesar bagi perkembangan madrasah, perpustakaan dan halaqah ilmu, walaupun terjadi keguncangan sosial politik. Hal ini karena para penguasa dikala itu memberikan perhatian besar dengan mengembangkan madrasah-madrasah, perpustakaan dan memotivasi ulama serta mendukung mereka dengan harta dan jabatan kedudukan. Semua ini menjadi sebab berlombanya para ulama dalam menyebarkan ilmu dengan pengajaran dan menulis karya ilmiah dalam beragam bidang keilmuan. Pada masa demikian ini muncullah seorang ulama besar yang namanya harum hingga kini Al-Haafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani. Berikut biografi singkat beliau:

Nama dan Nashab

Beliau bernama Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar Al-Kannani Al-Asqalani Al-Mishri. (Lihat Nazhm Al-‘Uqiyaan Fi A’yaan Al-A’yaan, karya As-Suyuthi hal 45)

Gelar dan Kunyah Beliau

Beliau seorang ulama besar madzhab Syafi’i, digelari dengan ketua para qadhisyaikhul islam, hafizh Al-Muthlaq (seorang hafizh secara mutlak), amirul mukminin dalam bidang hadist dan dijuluki syihabuddin dengan nama pangilan (kunyah-nya) adalah Abu Al-Fadhl. Beliau juga dikenal dengan nama Abul Hasan Ali dan lebih terkenal dengan nama Ibnu Hajar Nuruddin Asy-Syafi’i. Guru beliau, Burhanuddin Ibrahim Al-Abnasi memberinya namaAt-Taufiq dan sang penjaga tahqiq. Lanjutkan membaca

Said bin al-Musayyib


Said bin al-Musayyib

Tokoh kita kali ini adalah salah seorang yang berpengetahuan luas dan biografinya pantas kami ketengahkan. Memang dia tidak begitu terkenal di kalangan khalayak umum, akan tetapi karena kepakaran ilmunya dia terkenal di kalangan intelektual dan para cendekia.

Nama Lengkapnya

Nama beliau adalah Said bin Al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahab bin Amru bin A’id bin Imran bin Makhzum Al-Qurasy Al-Mahzumi Al-Madani, panggilannya adalah abu muhammad al-madani beliau adalah salah satu pembesar para tabi’in.

Lahir dan wafatnya

Said bin Al-Musayyib dilahirkan dua tahun setelah berjalannya khilafah umar bin khattab. Sedangkan wafatnya, dari Abdul Hakim bin Abdullah bin Abi Farwah, dia berkata, “Said bin Al-Musayyib meninggal dunia di madinah pada tahun 94 Hijriah pada masa pemerintahan khalifah Al-Walid bin Abdul Malik. Pada saat meninggal dunia, dia berumur 75 tahun. Tahun dimasa said meninggal dunia disebut sebagai sanah al-fuqaha’(tahun bagi ulama’ fikih) kerena pada saat itu banyak ahli fikih yang meninggal dunia.”

Ilmu Pengetahuannya

Said bin Musayyib adalah tokoh yang terkemuka di madinah pada masanya dan yang sangat dihormati dalam bidang fatwa. Ada yang mengatakan bahwa dia adalah imam para ulama’ fiqih. Lanjutkan membaca

Bantulah Dammaj, Wahai Saudaraku!


 Bantulah Dammaj, Wahai Saudaraku!
[Sebuah Bantahan Bagi Pengelola Isnad
yang Menolak Bantuan Kaum Muslimin!]

Jawaban Syaikh Abdurraman Al-’Arumy* hafizhahullah

Bagi ikhwan yang menolak bantuan untuk masyarakat Dammaj.

Penerjemah: Ust Abu Sa’ad, M.A.

Kepada siapa masyarakat hendak memberikan bantuan dalam masalah Dammaj ?

Aku melihat ucapan beberapa ikhwah yang tidak benar dan tidak tepat, kesimpulan ucapan tersebut adalah : Barang siapa berkeinginan membantu maka langsung berhubungan dengan no hpnya Syaikh Yahya Al-Hajury, maka aku katakan kepada mereka:

Pertama :

Aku berharap kalian menghubungi dan berkomunikasi dengan Syaikh Yahya dan mengetahui pendapat beliau. Ikhwah telah berhubungan dengan beliau dan mendapatkan dari beliau penerimaan dan keterbukaan dan juga pengingkaran terhadap orang yang mencela ikhwah yang telah bersungguh-sungguh dalam membantu saudara-saudara mereka di Dammaj. Lanjutkan membaca

Nasehat Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Barraak untuk Membantu Ahlus Sunnah Dammaj-Yaman


Nasehat As-Syaikh Al Waalid Al ‘Aalim Al Jaliil Abdurrahman bin Nashir Al Barraak –hafidzahullah– untuk Dammaj

Bismillahirrahmanirrahim

Pertanyaan: Anda mengetahui –ahsanallahu ilaikum- apa yang sekarang sedang terjadi di Dammaj berupa tekanan orang-orang Hutsiyyin, pengepungan, bombardir, tuntutan mereka untuk menyerahkan wilayah serta pengusiran. Begitu juga dengan segala musibah yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Maka, apa yang wajib bagi ahli sunnah di Yaman dalam menghadapi kejadian ini dan apa pula kewajiban kita terhadap mereka?

Jawaban: Segala puji bagi Allah dan shalatat serta salam atas Rasulullah, serta kepada kelurganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti perunjuknya. Amma ba’du:

Sudah dikenal bahwa kebanyakan orang-orang Hutsiyyun menganut madzhab rafidhah itsna asyriyyah. Mereka sangat terpengaruh dengannya. Begitu juga telah masyhur bahwa mereka mendapatkan dukungan dari negeri rafidhah di Iran. Telah dikenal juga bahwa pemerintah Iran sangat giat melakukan aktifitas penyebaran madzhab rafidhah di negeri-negeri ahli sunnah, begitu juga dukungannya terhadap revolusi khumaini. Maka, dari kalangan Hutsiyyun ini ada yang termasuk golongan rafidhah dan ada pula yang sekedar alat mereka. Mereka semua adalah alat pemerintah Iran di Yaman. Lanjutkan membaca

Bukti Kebiadaban Syi’ah Terlaknat Terhadap Kaum Muslimin Dammaj-Yaman!


Bukti Kebiadaban Syi’ah Terlaknat Terhadap Kaum Muslimin Dammaj-Yaman!

Berikut ini adalah transkrip dari laporan medis yang dikeluarkan oleh Puskesmas Dammaj…  kami menyalinnya dengan penuh keprihatinan. Bukti nyata akan kekejaman kaum syi’ah yg tidak berperikemanusiaan sama sekali, pengecut, dan pengkhianat…

Sejak awal mereka mengklaim tidak pernah mengepung… lalu setelah mendapat tekanan internasional dan perang beberapa hari yg memakan korban ratusan orang, mereka mengklaim telah menyudahi kepungan, dan gencatan senjata. Tapi kondisi di lapangan berbeda 180 derajat ! Blokade masih terus berlangsung… bantuan kemanusiaan mereka rampok sepertiganya… dan tembakan sniper terjadi setiap hari…

semoga laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia selalu menimpa mereka di dunia dan akhirat !!

LAPORAN KESEHATAN YG DIKELUARKAN OLEH PUSKESMAS DAMMAJ TENTANG KONDISI WARGA DAMMAJ Lanjutkan membaca