Download Kajian NonOnline dan Online Khusus Membahas Bid`ah Via YM Kota MEDAN dan Sekitarnya


Ini adalah rekaman beberapa kajian(Khusus membahas Bid`ah oleh ustadz Ali Nur ) yang diadakan di Medan yang Tidak Online dan di Online kan secara live melalui Radio Dakwah Streaming KAJIANONLINEMEDAN. Sengaja Kami menampilkan rekamannya secara lengkap agar kita semua mendapatkan manfaat yang lebih besar…

Semoga berrmanfaat bagi kita semuanya….

CATATAN : Seluruh Kajian ini adalah HAK SEPENUHNYA milik KAMI dan DILARANG untuk memperjualbelikannya (komersil) melainkan hanya boleh disebarkan secara GRATIS.

Kajian Ushul Bid’ah Bersama Ustadz Ali Nur ,Lc

01. Muqoddimah
02. Syariat Islam Sudah Sempurna (bag. 1)
03. Syariat Islam Sudah Sempurna (bag. 2)
04. Pengertian Bid’ah (bag. 1)
05. Pengertian Bid’ah (bag. 2) Lanjutkan membaca

Iklan

Tuduhan Pemalsuan Kitab Al-Adzkaar Oleh Wahabiy


Tuduhan Pemalsuan Kitab Al-Adzkaar Oleh Wahabiy

Tuduhan pemalsuan kitab ulama kepada Salafiyyun memang telah menjadi salah satu hobi baru para pengikut hawa nafsu. Mempertahankan keyakinan (bathil) mereka dan takut kehilangan pengikut mungkin menjadi motif utamanya. Diperparah lagi para muqallid-nya yang kebanyakan jahil/minim ilmu, akan tetapi punya hasrat kuat tampil sebagai komentator.

Dulu sebenarnya telah saya kirimkan scan kitab via imel kepada sebagian aktifis forum Sidogiri tentang apa yang mereka tuduhkan. Namun sayangnya, sampai saat ini tidak ada respon berarti dari apa yang saya kirimkan tersebut dan malah mereka mengulang kesalahan yang sama di beberapa forum dan media.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika saya ulang kembali apa yang pernah saya tulis dalam rangka membuat ‘melek’ mata mereka yang masih ‘merem’. Saya tidak akan berkomentar panjang lebar – walau sebenarnya ingin – , namun hanya akan menyuguhkan beberapa lembar scan kitab Al-Adzkar yang ditelurkan oleh orang-orang Wahabiy. Tujuan saya adalah untuk meminimalisasi wabah penyakit yang telah terlanjur tersebar akibat ulah segelintir orang yang lebih menyukai memperturutkan hawa nafsu mereka daripada kebenaran yang terang.

Dalam hal ini, kebetulan saya punya dua matan kitab Al-Adzkar-nya Al-Imam An-Nawawiy. Pertama, Terbitan Daarul-Fallaah, Damaskus, Cet. Tahun 1391 H; dengan tashhih, takhrij, dan ta’liq : Asy-Syaikh ‘Abdul-Qadir Al-Arna’uth. Seorang ulama Wahabiy tulen, kolega sekaligus rekan debat Asy-Syaikh Al-Albaniy. Kedua, Terbitan Maktabah Nizaar Mushthafa Al-Baaz, Riyadl, Cet. 1/1417; dengan tahqiq dan takhrij : Tim Peneliti dari Maktabah Nizaar Al-Baaz. Dua versi cetakan buku ini tentu sangat kentara bau Wahabiy-nya – dilihat dari penerbit dan pen-tahqiq-nya. Lanjutkan membaca

Hadist Palsu Perayaan Maulid Nabi


Hadist Palsu Perayaan Maulid Nabi
Oleh: Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi

“Barangsiapa yang merayakan hari kelahiranku, maka aku akan menjadi pemberi syafa’atnya dihari Kiamat. dan berangsiapa yang menginfaqkan satu dirhaam untuk maulidku maka seakan-akan dia telah menginfaqkan satu gunung emas di jalan Allah.”

Perkataan Serupa juga dinisbatkan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Tholib Radhiallahuanhum, sebagaimana dalam kitab Madarij as-Shu’udh hlm.15 karya Syaikh Nawawi Banten. (Lihat Hadist-Hadist bermasalah Prof. Ali Mustofa ya’qub hlm.102)

TIDAK ADA ASALNYA. Bagaimana mungkin hadist ini shohih, sedangkan perayaan maulid tidak pernah dicontohkan Rosulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dan para sahabatnya?! Al-Imam Ahmad bin al-Miqrizi asy-Syafi’i-seorang ulama ahli sejarah- mengatakan: “Para kholifah fathimiyun mempunyai perayaan yang bermacam-macam setiap tahunnya, perayaan tahun baru, perayaan Asyuro’, perayaan maulid Nabi, maulid Ali bin Abi Tholib, Maulid Hasan, maulid Husain, Maulid Fatimah az-Zahro….” (al-Mawaidz wal I’tibar bi Dzikril Khuthhathi wal Atsar (1/490).

Ketika Syaikh Abu Ubaidah masyhur bin hasan Alu Salman,- Salah seorang murid Syaikh al-Albani- ditanya tentang hadist ini, beliau menjawab:

“Ini merupakan kedustaan kepada Rasulullah yang hanya dibuat-buat oleh para Ahlu Bid’ah.”

Kepada para saudara kami yang berhujjah dengan hadist ini, kami katakan: “Dengan tidak mengurangi penghormatan kami, datangkan kepada kami sanad hadist ini agar kami mengetahuinya!!!”

Hadist tersebut adalah dusta, tidak berekor dan tidak berkepala (takni tanpa sanad). Aneh dan lucunya bila seseorang yang melariskan hadist ini berkata: “Walaupun hadist ini lemah, tetapi bisa dipakai dalam fadhoilul A’mal”! Hanya kepada Alloh kita mengadu dari kejahilan manusia di akhir Zaman!

(Dinukil dari buku “Mengkritisi hadist-Hadist Populer” Karya Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi)

Disalin secara langsung tanpa menyeertakan tulisan/teks arab dari Majalah Al-Furqon edisi 8 tahun ketujuh/Robiul Awal 1429 H/2008M

Nasehat HABIB-HABIB WAHABI kepada HABIB-HABIB SUFI+ SYI’AH


Nasehat HABIB-HABIB WAHABI kepada HABIB-HABIB SUFI+ SYI’AH

Sungguh merupakan suatu kemuliaan tatkala seseorang ternyata termasuk Ahlul Bait, tatkala seseorang merupakan cucu dan keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadi keturunan orang yang paling mulia yang pernah ada di atas muka bumi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kita untuk memperhatikan para Ahlul Bait. Kita sebagai seorang ahlus sunnah, bahkan sebagai seorang muslim harus menghormati keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika keturunan Nabi tersebut adalah orang yang bertakwa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وأهلُ بَيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي

“Dan keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang ahlu baiti (keluargaku), aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang ahlu baiti keluargaku”
(HR Muslim no 2408)

Yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk bertakwa kepada Allah dalam memperhatikan hak-hak Ahlul Bait, dan memerintahkan kita untuk menghormati mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Ahlul Bait memiliki manzilah dalam Islam. Lanjutkan membaca

ANTARA HABIB MUNZIR & ISLAM JAMA’AH


ANTARA HABIB MUNZIR & ISLAM JAMA’AH

(Pernyataan Habib Munzir : Fatwa Orang Tidak Bersanad Adalah Batil)

 

PENIPUAN TERHADAP UMAT ISLAM INDONESIA

Penipuan besar-besaran telah dilakukan oleh Nur Hasan Ubaidah (pendiri sekte Isalam Jama’ah) kepada umat Islam di Indonesia. Nur Hasan Ubaidah tiba-tiba datang di Indonesia dengan mengaku-ngaku membawa sanad mangkul hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menyatakan bahwa orang yang Islamnya tidak bersanad (tidak mangkul) maka islamnya diragukan.

Ternyata… Nur Hasan Ubaidah ini mengaku-ngaku telah mengambil sanad dari kota Mekah negerinya kaum Wahabi. Jadi rupanya Nur Hasan Ubaidah ini mengambil sanad dari kaum wahabi !!???. Akan tetapi anehnya tidak seorangpun ulama di Kerajaan Arab Saudi yang berpemikiran ngawur seperti Nur Hasan Ubaidah ini.

Hingga sekarang Islam Jama’ah masih berusaha mengirim murid-muridnya ke Ma’had al-Harom di Mekah untuk berusaha menyambung sanad (karena konon isnad yang dibawa oleh Nur Hasan Ubaidah telah hilang atau kurang lengkap). Lagi-lagi Islam Jama’ah menguber-nguber sanad dari kaum Wahabi. Lanjutkan membaca

Habib Munzir Mencela Imam Masjidil Haram Syaikh Dr. Abdurrahman as-Sudais !!!!


Habib Munzir Mencela Imam Masjidil Haram Syaikh Dr. Abdurrahman as-Sudais !!!!

Sebelum saya memaparkan celaan-celaan Habib Munzir ada baiknya kita kembali mengingat akan bahaya lisan…

Allah berfirman :

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.
(QS : Qoof : 18)

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤)

Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
(QS An-Nuur : 24)

وعن أبي موسى – رضي الله عنه – قال: قلت يا رسول الله أي الإسلام أفضل؟ قال: “من سَلِمَ المسلمون من لسانه ويده”.

Dari Abu Muusa radhiallahu ‘anhu berkata : “Aku berkata, Wahai Rasulullah, islam mana yang paling mulia?”. Nabi berkata : “Yaitu orang yang kaum muslimin selamat dari (kejahatan) lisannya dan tangannya”
(HR Al-Bukhari no 11 dan Muslim no 42) Lanjutkan membaca

Habib Munzir Berbicara Tentang Ilmu Hadits (Seri 2)


Habib Munzir Berbicara Tentang Ilmu Hadits (Seri 2)

Di bawah ini empat pernyataan Habib Munzir yang berkaitan dengan ilmu hadits beserta sanggahan-sanggahan terhadap pernyataan-pernyataan tersebut.

Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita memahami agamaNya dengan baik dan benar…Allahumma aamiin.

PERNYATAAN PERTAMA :

Habib Munzir berkata :

“Sebagaimana para pakar hadits bukanlah sebagaimana yang terjadi dimasa kini yang mengaku–ngaku sebagai pakar hadits. Seorang ahli hadits mestilah telah mencapai derajat Al Hafidh. Al Hafidh dalam para ahli hadits adalah yang telah hafal 100.000 hadits berikut hukum sanad dan matannya, sedangkan 1 hadits yang bila panjangnya hanya sebaris saja itu bisa menjadi dua halaman bila ditulis berikut hukum sanad dan hukum matannya, lalu bagaimana dengan yang hafal 100.000 hadits? Lanjutkan membaca