Menjawab Syubhat Hizbut Tahrir tentang urgennya pengangkatan Khilafah


Pertanyaan :

Bismillah. tolong bantuan ilmunya. ada seorang teman yang berpendapat khilafah adalah wajib, dengan argumen : ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam wafat, maka para sahabat berbeda pendapat, antara menguburkan Rasulullah atau mengangkat khilafah penganti Rasulullah dulu, maka para sahabat sepakat mengangkat khilafah dulu dan menunda pemakaman Rasulullah, nah kata teman ana : ini buktinya para sahabat berpendapat : bahwa mengangkat khilafah adalah kewajiban.

Jawab :

diangkatnya seorang Imam atau khoifah sungguh sangat penting ketika itu, tapi coba kita lihat bagaimana kondisi masyarakat muslim ketika Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa ‘ala aalihi wasallam wafat?! mereka adalah sebaik2 ummat, panutan dan Alloh ridho kepada mereka..Dan mereka sangat paham tentang Agamanya, baik itu Tauhid Aqidah, Adab, Mu’amalah, Hukum…

coba bandingkan dengan kondisi masyarakat muslim sekarang?! bahkan mereka sendiri tidak paham apa sebenarnya ISLAM itu… lalu bagaimana khilafah akan terbentuk?! hanya kepada Alloh tempat kita meminta tolong…

betapa miskin dan pendeknya akal manusia pada umumnya sekarang ini tentang Aqidah, bahkan dari saudara2 kita yang menggebu2 dalam tegaknya khilafah itu sendiri banyak yang terjebak dalam pemikiran mu’tazilah baik sadar maupun tidak sadar…syeikh Al-Albani pernah didatangi oleh saudara2 kita dari kelompok seperti itu, ketika beliau menanyakan “apakah orang-orang yang bersama kalian itu samua telah beraqidah bahwa Alloh itu di atas langit?”..mereka menjawab dengan diplomatis, tapi Syeikh Al-Albani tidak suka dengan jawaban seperti itu dan menegaskan pertanyaan beliau…akhirnya mereka mengaku tidak semua beraqidah seperti itu…sungguh hanya kepada Alloh kita meminta pertolongan…

Khilafah, negara Islam yang sesuai sunnah dan sesuai manhaj nubuwwah…siapa pula yang tidak merindukan dan mencintainya?! hanya hukum Islam lah hukum yang paling adil…akan tetapi harus diperhatikan bagaimana mencapai itu, cara apa yang dipakai, dan usaha apa yang dilakukan untuk meraih dan mewujudkan khilafah Islamiyyah?? ini penting….

semoga Alloh memberikan hidayah kepada kita semua dan semoga Alloh memberikan kemenangan kepada Islam dan Muslimin..aamiin.

Disebarluaskan oleh : Maktabah Online Abu Namira dari pustaka Ukhuwah Malang di Fb
Iklan

Tentang Kata Amiin


Bismillah,

Pertanyaan :

Ustadz, mohon bantuan apakah uraian tentang kata amin berikut adalah benar, jazakumulloh khoir sebelumnya
Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi,
Bismillahirrohmanirrohiim. . .
Assalamu ’alaikum warahmatullah wabarakatuh. . .
Mungkin artikel ini tidaklah seberapa penting buat sebagian orang, tapi buat saya pribadi teramat sangatlah penting sekali (lengkap amat kalimatnya ).  Banyak saya temui diantara teman-teman FB ini yang menurut saya salah dalam penulisan Aamiin.  Ada yang menulis “ amin“, “amiin”, “aamin” bahkan tidak jarang juga ada yg menulis “Amien”  Seperti kita ketahui Lafaz Aamiin diucapkan didalam dan diluar salat, diluar salat, aamiin diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain.  Aamiin termasuk isim fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengaa Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah).  Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah Subhanahu wata ’alaa.  Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain. Lanjutkan membaca

Karena Khilafah Gadaikan Aqidah ??? itulah Hizbut Tahrir


Karena Khilafah Gadaikan Aqidah ??? itulah Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir mengatakan bahwa aqidah Islam yang ada pada Hizbut Tahrir adalah bersadarkan pada akal dan siyasi (Al Iman halaman 68 dan Hizbut tahrir halaman 6). Maka akal orang-orang ini adalah dasar dari agama. Mereka berkata “kami mengetahui Allah berdasarkan akal kami”. Tapi bertentangan dengan pernyataan ini, adalah pernyataannya Umar Bakri, bahwa salah satu sebab perpecahan di kalangan muslimin adalah ketika sebagian kaum muslimin menggunakan akal dalam membahas permasalahan aqidah (Tafsir surat Al Ma’idah 5/29).

Mereka menjelaskan bahwa khilafah tidak akan tegak dengan berdasarkan pada akhlaqul karimah, tetapi berdirinya khilafah adalah dengan pengoreksian terhadap doktrin aqidah dan manhaj yang dibawa atau dipraktekkan dalam Islam (At Taqatul Hizbi halaman 1). Lanjutkan membaca