Meluruskan Penyimpangan Manhaj Dakwah


(Meluruskan Penyimpangan Manhaj Dakwah)

Ditulis Oleh: Ust. Aunurrafiq bin Ghufron Lc

Dakwah yang berarti menyeru, memang dikagumi ummat. Rasanya tidak ada seorapun yang tidak punya keinginan berdakwah. bahkan orang kafir baik Yahudi dan Nashrani, mereka gotol sekali mengerahkan tenaga dan harta untuk mengajak manusia kepada kekufuran. Tidak ketinggalan pula orang-orang musyrik, ahli bid’ah dan munafik, mereka pun sangat giat berdakwah untuk menghancurkan Islam dan ummatnya dari dalam.
Para Dai pemecah belah ummat bermunculan di tengah masyarakat, masing-masing membela misi, ada yang bertujuan untuk membela organisasi, partai, kebid’ahan dan kesyirikan. Ada pula yang bertujuan membela Islam, ikut meyebarkan ajaran Islam, namun dainya bodoh dari ilmu agama, bukan orang berilmu (modalnya hanya semangat saja-red), mereka berdakwah dengan tujuan berbeda, dengan cara dan Manhaj (metode) berbeda pula sebagai contoh berdakwah dengan hiburan, nyanyian/musik, olah raga , seni agar orang mau berkumpul (dengan ditambahi embel-embel islami: musik islami, lagu islami, seni islami, dll-red-).
Adapula model dakwah dengan cara gulingkan dulu pemimpin thagut untuk meraih kejayaan, menegakkan khilafah, baru kemudian mengajarkan tauhid dan ibadah. Ada lagi dengan beramar ma’ruf saja namun tidak mengingkari kemungkaran, supaya ummat tidak lari. Adapula dengan cara memantapkan ekonomi dulu baru memantapkan aqidah. Mereka menyeru,” mari kita masuk ke parlemen kafir untuk mempengaruhi mereka, mari wujudkan imamah sirri (rahasia)dulu untuk mengumpulkan jamaah dan seterusnya.”
Apakah tujuan dan sarana tersebut benar menurut Islam ? simak bahasannya.

Apakah setiap dakwah itu pasti baik ?

Dakwah diambil dari kalimat ‘ da’aa ” yang berarti seruan atau panggilan, sedang pelakunya disebut Da’i atau da’iyyah yakni orang yang menyeru kepada agama atau pemikiran ( lihat : al mu’jamul wasith 1/286).
Penggunaan istilah dakwah maupun da’i tidaklah secara mutlak memiliki nilai yang baik atau sebaliknya, namun tergantung apa yang didakwahkan dan siapa pelaku dakwahnya. Ayat Al Qur’an menyebutkan da’i dan dua macam pertama Da’i yang menyeru kepada al haq (kebenaran) dan kedua da’I yang menyeru kepada kesesatan/kebatilan.
Alloh Azza wa Jalla berfirman, yang artinya, Lanjutkan membaca

Iklan

Membongkar Kesesatan Ingkar Sunnah [Bagian Ketiga]


Membongkar Kesesatan Ingkar Sunnah [Bagian Ketiga]

B. Dalam Hal Aqidah

1. Tentang syirik 

Melihat definisi syirik yang mereka kemukakan maka kita akan dapati definisi tersebut tidaklah bertentangan, mereka mengatakan bahwa syirik kepada Alloh Azza wa Jalla yaitu meyakini bahwa Alloh Azza wa Jalla memiliki sekutu dalam uluhiyyah atau rububiyyahNya, atau berarti peribadatan kepada selain Alloh Azza wa Jalla .
Namun, dalam prakteknya, mereka memasukkan pengamalan sunnah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dan menjalankan hukum-hukum Beliau Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam yang terkandung dalam hadits sebagai suatu kesyirikan atau menghidupkan kesyirikan, sebagaimana dikemukakan oleh dua tokoh mereka Abdullah dan Al Khawajah Ahmaduddin.
kalaulah benar, bahwa mengamalkan sunnah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam merupakan kesyirikan, tentulah Alloh Azza wa Jalla tidak akan memerintahkan para Shohabat rodliallohu anhum untuk tunduk dan patuh kepada keputusan Beliau, sebagaimana firman-Nya yang berarti,
“maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan,dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [QS An Nisa’ 65]Demikian pula, Alloh Azza wa Jalla tidak akan menjadikan hal menerima hukum (keputusan) RasulNya sebagai syarat keimanan.
“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka diseru kepada Allah dan RasulNya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, ‘Kami mendengar dan kami patuh’. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” [QS An Nur 51].
Sementara tidak ada jalan untuk mentaati hukum-hukum Rosul kecuali dengan mengamalkan sunnahnya.
Sedangkan tokoh lainnya -Berwiz- memandang bahwa syirik itu ada tiga macam, yaitu : Lanjutkan membaca

Membongkar Kesesatan Ingkar Sunnah [Bagian Kedua]


(Membongkar Kesesatan Ingkar Sunnah [Bagian Kedua] )

Pada bagian kedua ini, dibahas kepanjangan dari syubhat Ingkar Sunnah yang menghasilkan berbagai kebatilan dan penyimpangan, baik dalam hal penafsiran Al Qur’an, aqidah, hukum-hukum syariat. diantaranya :

     A. Dalam Hal Penafsiran Al Qur’an
         Penyimpangan Ingkar Sunnah dalam hal ini berkisar pada tiga perkara pokok yang mendominasi pemikiran mereka.

1. Prinsip mereka bahwa Kitabulloh itu sudah cukup dalam mengatur kehidupan yang islami dalam segala sisinya, dan bahwa ia adalah undang-undang yang sempurna karena ia mencakupi semua apa yang dibutuhkan oleh manusia di setiap zaman-meskipun mereka sendiri berbeda pendapat tentang batsa kecukupan dan kesempurnaan tersebut. Atas dasar prinsip inilah mereka mengingkari hal-hal berikut ini :

       a. Nasakh [nasakh menurut istilah adalah menghapus suatu hukum syariat dengan hukum- baru- semisalnya yang datang setelahnya] Lanjutkan membaca

Membongkar Kesesatan Ingkar Sunnah [bagian pertama]


(Membongkar Kesesatan Ingkar Sunnah [bagian pertama)

Ditulis Oleh: Administrator
Kelompok Ingkar Sunnah [terkadang juga menggunkan nama Ingkar Hadits, Pengajian Qur’ani atau istilah yang semakna-red] adalah salah satu istilah atau nama lain dari satu aliran di Indonesia yang mengaku Islam. Inti dari ajaran kelompok ini adalah meyakini Islam hanya berpegang dengan Al Qur’an saja dan menolak Hadits Sunnah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , sejak semula kemunculannya- sekitar tahun 1980-an- aliran ini telah banyak menimbulkan keresahan karena menyebarkan pemikiran sesatnya ke tengah umat baik di Indonesia maupun negeri muslimin lainnya. Guna membantah pemikiran sesat ini kami nukilkan terjemah dari kitab Dirasat fi Al Firaq : Al Qur’aniyyun Wa Syubhatuhum Haula As Sunnah – dengan  tambahan dari beberap kitab lainnya- yang membongkar kesesatan Aliran Quraniyyun yang pada awalnya muncul dan berkembang di Pakistan, India dan sekitarnya, termasuk di Indonesia, [bahkan aliran sesat ini kembali merebak diantaranya melalui jaringan internet dan milis-milis bernuansa Islam -red ] namun ini sesungguhnya penipuan yang dilakukan oleh kaum sesat Ingkar Sunnah. Inilah bantahan terhadap syubhat sesat mereka.

Syubhat pertama:
tersimpulkan dalam perkataan mereka :
“ Cukuplah bagi kami Kitabulloh (saja) karena didalamnya telah disebutkan semua urusan agama beserta penjelasan dan perinciannya, sehingga kaum muslimin tidak perlu lagi sunnah sebagai sumber syariat dan tidak perlu lagi mengambil hukum-hukum darinya.” Ungkapan ini seperti diucapkan oleh Abdulloh bin Abdullah Al Jakrawali- berasal dari Punjab, Pakistan, yang merupakan salahs atu tokoh aliran Quraniyyun yang mengingkari Sunnah secara total !. pernyataan yang semakna banyak disebutkan oleh pengikut aliran ini.

BENTUK-BENTUK INGKARUS SUNNAH


(BENTUK-BENTUK INGKARUS SUNNAH)

Oleh : Muhammad Ashim Musthofa

PENDAHULUAN

Qur’aniyun bentuknya bermacam-macam. Di Indonesia ada yang secara tegas memakai sebutan Ingkarus Sunnah untuk menyatakan bahwa pegangan satu-satunya adalah al-Qur’an. Sebenarnya gerakan ingkarus Sunnah sudah lama muncul ke permukaan, sejalan dengan munculnya firqah-firqah umat Islam. Dalam sejarah, firqah yang dari segi waktu disebutkan oleh Ulama sebagai yang muncul pertama kali di tengah umat Islam adalah Khawarij, di susul kemudian dengan kemunculan Syi’ah. Keduanya muncul pada zaman kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Hanya saja, Syi’ah waktu itu masih sangat terselubung. (Lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah XIII/32,33 dan 49). Khawarij sejak pertama kemunculannya merupakan sekelompok orang yang terkesan sangar, pemberani dan tanpa basa basi. Sedangkan Syi’ah adalah sekelompok orang yang terkenal sangat licik, salah satu aqidahnya adalah menipu. Aqidah “menipu” ini mereka istilahkan dengan taqiyah. Namun baik khawarij maupun syi’ah, sama sama jahat, kejam dan bengis terhadap lawan-lawannya, khususnya terhadap Ahlu Sunnah dan tokoh-tokohnya. Bahkan syi’ah lebih jahat lagi. (Lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah XXVIII/478,479,480 dst).

Sejalan dengan kemunculan firqah-firqah itulah, penolakan terhadap sunnah berhembus kencang. Bahkan penolakan terhadap sunnah itulah yang menjadi pemicu lahirnya firqah-firqah. Baik penolakan secara total, maupun penolakan secara sepenggal-sepenggal, dalam arti; yang sesuai dengan hawa nafsu diterima, sedangkan yang tidak cocok dengan hawa nafsu ditolak.

Khawarij menolak berpegang kepada Sunnah jika menurut mereka tidak sesuai dengan zhahirnya nash al-Qur’an. (Majmu’ Fatawa XIII/48-49). Sedangkan Syi’ah menolak banyak Sunnah yang shahih hanya karena mengikuti kaidah hawa nafsu mereka. Mereka adalah makhluk terjahat di muka bumi. Mereka tidak saja menolak Sunnah, bahkan juga al-Qur’an. [Majmu’ Fatawa XXVIII/480,481,482] Lanjutkan membaca

CACAT PENGANUT IDEOLOGI INGKAR SUNNAH


(CACAT PENGANUT IDEOLOGI INGKAR SUNNAH)

Oleh : Ustadz Ashim bin Musthafa

Umat Islam, sejak awal, telah satu kata bahwa hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Sunnah) merupakan bagian tak terpisahkan dari Islam. Berfungsi sebagai sumber hukum bagi agama yang hanif ini. Meski demikian, ada sebagian pihak yang mengalihkan pemahaman mengenai hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dengan melakukan pengingkaran terhadap hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melancarkan keraguan terhadapnya.

Gerakan pengingkaran terhadap Sunnah ini kian gencar menebarkan racun subhatnya terhadap Sunnah. Penyebutan kelompok gerakan ini sangat menarik. Mereka menamakan diri al-Qur`âniyyûn. Nama yang dinisbatkan kepada Al-Qur`ânul-Karim, padahal Al-Qur`ân berlepas diri dari pemikiran anti hadits ini.

Ciri yang menonjol aqidah golongan al-Qur`âniyyûn ini, ialah mendahulukan ketetapan hukum berdasar nash yang zhahir, disertai keyakinan bahwa Sunnah tidak memiliki kekuatan hukum sedikit pun.[1]

Sehingga, mereka pun mencampakkan hadits-hadits seraya berkata: “Kami tidak mengamalkan aqidah dan hukum-hukum kecuali yang terdapat dalam Al-Qur`ân saja”. Lanjutkan membaca

MEMBEDAH SYUBHAT INGKARUS SUNNAH


(MEMBEDAH SYUBHAT INGKARUS SUNNAH)

Oleh : Abul Abbas Kholid Syamhudi

PENDAHULUAN.
Sudah sejak lama As Sunnah dirongrong dan diserang oleh orang-orang yang berpenyakit hati baik dari kalangan ahlil bidah atau orang kafir dengan cara-cara yang sangat beraneka ragam bentuknya dari yang halus sampai yang paling kasar, dari kekerasan senjata dan perang sampai perusakan aqidah dan konsep pemikiran yang dilakukan mereka dalam rangka memadamkan cahaya Allah dan Allah senantiasa menggagalkan makar dan tipu daya mereka bahkan sebaliknya semakin menyempurnakan cahaya tersebut sehingga membuat mereka mati dalam kedongkolan dan kemarahannya.

Diantara cara mereka merusak Islam adalah dengan menyuntikkan konsep pemikiran yang berisi racun-racun yang dapat membius dan memabukkan kaum muslimin sehingga mereka tidak dapat melihat dan memandang agamanya secara benar dan tepat dan itu telah berhasil di suntikkan oleh musuh-musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kalangan para orientalis salibis yang memanfaatkan hasil rangkaian pemikiran ahlil bidah yang muncul didalam islam dan membesar-besarkannya serta menghembuskannya dengan propaganda dan profokasi yang beraneka ragam namanya seperti sekulerisme, pluralisme, kebebasan berfikir, berfikir moderat dan reformis dan lain-lainnya dari propaganda musuh-musuh islam yang hakikatnya hanya satu yaitu menghancurkan dan melemahkan serta memberikan keraguan terhadap aqidah yang benar yang telah dimiliki oleh kaum muslimin. Lanjutkan membaca