Kewajiban Menangkal Perkembangan Syi’ah


Kewajiban Menangkal Perkembangan Syi’ah

syiah bukan islamSudah menjadi kewajiban setiap Muslim untuk mewaspadai segala kejahatan. Apalagi jika berbicara tentang bahaya yang bersifat laten yang mengancam akidah dan keyakinannya. Perlu perhatian ekstra untuk membentengi hati dari lontaran syubhat yang bisa menyeret insan Muslim menanggalkan akidah Islamiyyahnya.

Selama ini, yang sering menjadi topik kekhawatiran adalah sepak terjang para misionaris yang menjajakan agama Nashrani –yang telah ditinggalkan para penganutnya di negeri asalnya– untuk memurtadkan saudara-saudara kita seagama. Apalagi jika terjadi di kantong-kantong kaum Muslimin. Atau isu ghazwul fikri, perang pemikiran yang dikobarkan para orientalis dan ‘orang dalam’ yang telah teracuni oleh syubhat kekufuran yang bernaung dalam komunitas Islam liberal.

Bahaya-bahaya lain yang mengancam keyakinan seorang Muslim sebenarnya tidak terpaku pada hal-hal yang telah di sebut di muka. Masih ada ancaman bahaya yang tidak boleh dipandang dengan sebelah mata. Yakni, golongan-golongan yang berbaju Islam, namun berhati hitam. Sekian banyak akidah dan aturan telah diadopsi dari luar Islam. Di antara golongan tersebut yang paling berbahaya adalah penganut agama Syi‘ah. Mereka adalah sekumpulan anak manusia yang menjadikan celaan kepada para Sahabat yang mulia sebagai ‘komoditas’ utama; taqiyah yang merupakan tindakan bermuka dua (nifâq) sebagai kewajiban agama yang mutlak, menuhankan Sahabat ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu, dan kedustaan menjadi menu wajib pada komunikasi verbal dan literatur mereka.

Mereka itulah golongan yang disebut sebagai Syi‘ah. Nama ini sebetulnya tidak sepantasnya disematkan pada mereka. Terlalu mulia jika mereka dikatakan sebagai ‘pendukung berat’ Khalîfah ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu. Julukan yang paling sesuai bagi mereka, seperti yang sering diungkap Ulama Ahli Sunnah adalah Râfidhah, golongan yang menolak Islam! Lanjutkan membaca

BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 10) – NABI MENJULUKI AISYAH : KELEDAI & SI HITAM


BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 10) – NABI MENJULUKI AISYAH : KELEDAI & SI HITAM

syiah bukan islamBanyak tuduhan konyol dari kaum syi’ah kepada Aisyah, akan tetapi pada kesempatan kali ini penulis membahas tuduhan bahwasanya Nabi menggelari Aisyah Al-Humairo bukan karena putihnya Aisyah, akan tetapi Al-Humairo isim tashghiir dari Al-Himaaroh (yang artinya keledai betina) sebagaimana yang dikatakan oleh ulama syi’ah dari Mesir Hasan Syahaatah (lihat http://www.youtube.com/watch?v=CBf6_fhZ8gE), atau mereka menyatakan bahwa Al-Humairo artinya wanita yang hitam (sebagaimana yang dituduhkan oleh ulama syi’ah Yasir Al-Habib dari Kuwait, lihat http://www.youtube.com/watch?v=wQaHBqFke7k ). Jadi gambaran yang ada pada syi’ah bahwa Aisyah adalah soerang wanita yang hitam dan bodoh sebagaimana himar (keledai).

Ini adalah kebodohan terhadap bahasa Arab. Sangat nampak pada poin-pon berikut :
Pertama : Bahasa Arabnya keledai jantan adalah “himaar” (حِمَار), adapun keledai betina maka bahasa Arabnya adalah Ataan (أتان), bukan dengan menambahkan taa marbuutoh (ة) pada kalimat himaar sehingga menjadi حمارة. Dan yang seperti ini banyak dalam bahasa Arab. Sebagai contoh :

-         Lelaki bahasa Arabnya (رَجُلٌ) adapun wanita bahasa Arabnya adalah (اِمْرَأَةٌ) dan bukan (رَجُلَةٌ)

-         Kuda jantan bahasa Arabnya (حِصَانٌ), adapun kuda betinah bahasa Arabnya (فَرَسٌ) bukan (حِصَانَةٌ)

-         Onta jantan bahasa Arabnya (جَمَلٌ), adapun onta betina bahasa Arabnya (نَاقَةٌ) dan bukan (جَمَلَةٌ)

Kedua : Seandainya dalam bahasa arab ada lafal (حِماَرَةٌ) maka ism tashgirnya adalah (حُمَيِّرَةٌ) bukan (حُمَيْرَاء)

Ketiga : Seluruh ahli lughoh sepakat bahwa (حُمَيْرَاء) adalah ism tashghir dari (حَمْرَاءُ). Dan seluruh Ahli bahasa sepakat bahwa pada kalimat (حُمَيْرَاءُ) atau (حَمْرَاءُ) maknanya kembali kepada warna merah, bukan warna hitam. Lanjutkan membaca

BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 9) – Ternyata Jasad Abu Lu’luah Al-Majusi (Pembunuh Umar binAl-Khottoob) di Paket ke Iran dengan Syi’ah Cargo !!


BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 9) – Ternyata Jasad Abu Lu’luah Al-Majusi (Pembunuh Umar binAl-Khottoob) di Paket ke Iran dengan Syi’ah Cargo !!

syiah bukan islamUmar bin Al-Khottoob radhiallahu ‘anhu pernah berdoa

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي شَهَادَةً فِي سَبِيْلِكَ وَاجْعَلْ مَوْتِي فِي بَلَدِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Ya Allah anugerahkanlah kepadaku mati syahid di jalan-Mu dan jadikanlah kematianku di kota RasulMu shallallahu ‘alaihi wasallam” (HR Al-Bukhari no 1890)

Dalam riwayat yang lain (sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Isma’ili dari jalan Rouh bin Al-Qoosim dari Zaid bin Asalm dari ibunya, dari Hafshoh bintu Umar), bahwasanya tatkala mendengar doa Umar tersebut maka putrinya Hafshoh berkata : وَأَنَّى يَكُونُ هَذَا؟   “Dan bagaimana ini mungkin terjadi”?, Umar bin Al-Khottoob menjawab : يَأْتِي اللَّهُ بِهِ إِذَا شَاءَ “Allah akan mengabulkannya jika Ia kehendaki” (Syarh Az-Zarqooni ‘ala Al-Muwattho’ 3/58)
Hafshoh merasa sulit akan dikabulkannya doa Umar, karena jika Umar ingin mati Syahid maka kaum muslimin tatkala itu berjihad melawan orang-orang kafir di luar kota Madinah, yaitu dengan mendatangi negeri-negeri kafir. Namun ingin mati syahid di kota Madinah, maka wajar jika Hafshoh pun berkata, “Bagaimana mungkin ini terjadi?”. Akan tetapi Umar dengan yakinnya menjawab “Allah akan mengabulkannya jika Allah menghendaki”. Dan ternyata doa Umar tersebut dikabulkan oleh Allah, beliaupun terbunuh ditangan seorang musyrik majusi yang disebut Abu Lu’lu’ah (budaknya Al-Mughiroh bin Syu’bah, dan disebutkan bahwa namanya adalah Al-Fayruz Al-Farisi) pada tanggal 26 Dzulhijjah tahun 23 Hijriyah di masjid Nabawi tatkala beliau mengimami kaum muslimin dalam sholat subuh. Lanjutkan membaca

BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 8) – Burung Pipit Ahlus Sunnah !!, & Belut Terkutuk Menjadi Haram Karena Menolak Keimamahan Syi’ah


BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 8) – Burung Pipit Ahlus Sunnah !!, & Belut Terkutuk Menjadi Haram Karena Menolak Keimamahan Syi’ah

syiah bukan islamDiantara banyolan kaum Syi’ah adalah kebencian mereka terhadap Ahlus Sunnah yang tidak terkontrol, sampai segala hal yang berkaitan dengan ahlus sunnah juga ikut dimusuhi dan dibenci. Diantara hewan yang terkena korban kebencian Syi’ah adalah seekor burung yang dicurigai mencintai ahlus sunnah (Abu Bakar dan Umar).

Nikmatullah Al-Jazaairi menyampaikan sebuah riwayat dari Al-Baqir tentang proses penciptaan manusia dari thiin (tanah yang tercampur air), dimana Allah membedakan tanah-tanah yang digunakan untuk menciptakan manusia.

Al-Baaqir berkata :


“Diantara apa yang diciptakan oleh Allah adalah tanah yang baik, lalu Allah mengeluarkan dari air yang segar, tawar, dan jernih, lalu Allah menawarkan keimaman kami Ahlul Bait kepada tanah tersebut dan diterima oleh tanah tersebut. Maka Allahpun mengalirkan air yang segar tadi di atas tanah tersebut selama 7 hari, lalu Allah menutupi tanah tersebut dengan air secara menyeluruh. Setelah itu Allah mengangkat air dari tanah itu, lalu Allah mengambil sari dari thin (tanah yang telah tercampur air) tersebut lalu Allah menjadikannya thin untuk menciptakan para imam ‘alaihim as-salaam. Lalu Allah mengambil dari sebagian thin tersebut untuk menciptakan syi’ah kita. Kalau seandainya Allah membiarkan thin kalian sebagaimana kondisinya sebagaimana Allah membiarkan thin kami maka kalian dan kami (para imam) merupakan satu kesatuan. Lanjutkan membaca

BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 7) – Al-Qur’an Kaum Syi’ah Kemungkinan Pakai Bahasa Iran


BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 7) – Al-Qur’an Kaum Syi’ah Kemungkinan Pakai Bahasa Iran

syiah bukan islamDiantara hal yang mutawatir di kalangan syi’ah keyakinan mereka bahwa al-Qur’an yang ada sekarang telah mengalami perubahan dan distorsi serta penyimpangan. Bahkan hal ini merupakan aqidah yang sangat mendasar bagi kaum syi’ah.

Bahkan aqidah mereka ini merupakan aqidah spesial dan istimewa yang hanya diyakini oleh mereka. Banyak kelompok-kelompok sesat seperti Al-Khowarij, Al-Mu’tazilah, Al-Jahmiyah, Al-Qodariyah, Al-Jabriyah, dan lain-lain, akan tetapi seluruh kelompok sesat tersebut meyakini bahwa al-Qur’an masih utuh dan masih otentik terjaga oleh Allah. Tidak ada satu firqoh sesatpun dalam dunia Islam yang berani menyatakan bahwa Al-Qur’an telah berubah kecuali Syi’ah.
Karenanya tatkala Ibnu Hazm berdialog dengan kaum Nashooro dan menjelaskan bahwasanya Allah menjaga Al-Qur’an dari segala bentuk penyimpangan, berbeda dengan kitab taurot dan injil yang berisi penyimpangan, maka sebagian Nashooro berkata kepadanya, “Bukankah sebagian kaum muslimin (yaitu kaum Syi’ah Roofidhoh) menyatakan bahwa Al-Qur’an juga menyimpang, dan telah dirubah oleh para sahabat??”. Maka Ibnu Hazm membantah mereka dengan berkata : “Kaum Roofidhoh bukanlah dari kaum muslimin…!!!” (lihat Al-Fishol fi al-Milal wa al-Ahwaa’ wa an-Nihal 2/213)
Sangatlah jelas dan tidak diragukan lagi bahwa barangsiapa yang meyakini ada satu huruf saja dalam al-Quran telah diselewangkan maka ia telah kafir kepada firman Allah

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (٩)

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya” (QS Al-Hijr : 9)

Maka bagaimana lagi dengan kaum yang menyatakan berbagai surat telah menyimpang dalam Al-Qur’an??!!, lantas bagaimana lagi dengan kaum yang meyakini bahwa Al-Qur’an mereka 3 kali lebih tebal daripada Al-Qur’an kita, karena Al-Qur’an kita telah banyak dihilangkan surat-suratnya dan diselewengkan?? Lanjutkan membaca

BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 6) – Hakekat Imam Mahdi versi Syi’ah


BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 6) – Hakekat Imam Mahdi versi Syi’ah

syiah bukan islamImam Mahdi Syi’ah adalah Imam yang sangat ganas dan haus darah ahlus sunnah. Berikut ini ciri-ciri imam Mahdi versi Syi’ah sebagaimana termaktub dalam kitab-kitab mereka :

Pertama : Imam Mahdi diutus sebagai pembawa kesengsaraan.


Abdurrahim Al-Qoshiir berkata : Abu Ja’far ‘alaihis salam berkata kepadaku : “Adapun jika telah datang al-Qooim (Al-Mahdi) maka Al-Humairoo’ (Aisyah radhiallahu ‘anhaa-pen) akan dikembalikan (dihidupkan kembali) agar dicambuk dengan hukum had oleh Al-Mahdi, sebagai bentuk balas dendam demi putri Muhammad Fathimah ‘alaihas salaam”

Aku berkata : Kenapa Al-Mahdi mencambuknya dengan hukum had?”. Abu Ja’far berkata : “Karena ia telah berdusta tentang Ibu Ibrahim shallallahu ‘alaihi”. Aku berkata : “Kenapa Allah mengakhirkan hukumannya untuk Al-Qoim (al-Mahdi)?”. Abu Ja’far berkata : “Sesungguhnya Allah tabaaroka wa ta’aala mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai rahmat, dan Allah mengutus al-Qooim (Al-Mahdi) sebagai kesengsaraan/penderitaan” (Bihaarul Anwaar 52/114-115)

Adapun Imam Mahdi Ahlus Sunnah diutus membawa rahmat dan kasih sayang sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diutus sebagai rahmat untuk alam semesta. Lanjutkan membaca

BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 5) – Imam Mahdinya Syi’ah Ketakutan, Sehingga Sembunyi Semenjak 1200 Tahun Lalu (Padahal Sang Imam Sangat Sakti?)


BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 5) – Imam Mahdinya Syi’ah Ketakutan, Sehingga Sembunyi Semenjak 1200 Tahun Lalu (Padahal Sang Imam Sangat Sakti?)

syiah bukan islamMerupakan perkara yang sangat konyol dalam aqidah syi’ah adalah keyakinan mereka bahwa imam mereka yang terakhir (imam yang ke dua belas, dan dialah al-imam al-Mahdi yang dinanti-nanti kaum syi’ah kemunculannya), telah menghilang bersembunyi di Sirdab sejak sekitar 1200 tahun yang lalu (yaitu tatkala sang imam masih kecil (belum baligh/dewasa)), hingga saat ini belum muncul-muncul juga. Sungguh tidak ada khurofat yang lebih banyol dan lucu dari khurofat syi’ah ini. Akan tetapi kaum syi’ah tetap ngeyel mempercayai ini, karena bagi mereka mempercayai akan “hilangnya” imam terakhir mereka ini merupakan dasar iman yang kokoh. Mereka meyakini bahwa ini semua adalah ujian dari Allah, sebagaimana termaktub dalam kitab Ushuul Al-Kaafi


Dari Zuroroh berkata :Aku mendengar Abu Abdillah (Ja’far As-Shadiq) ‘alaihis salaam berkata : “Sesungguhnya sang gulam (imam mahdi-pen) akan menghilang sebelum ia muncul”. Aku berkata, “Kenapa?”, Abu Abdillah berkata : “Dia takut” –sambil memberi isyarat kepada perutnya (yaitu ia takut dibunuh)-. Lalu Abu Abdillah berkata, “Wahai Zuroroh, dan dialah al-Muntadzor (Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu kemunculannya-pen), dan dialah yang diragukan tentang kelahirannya. Diantara mereka ada yang berkata ayahnya telah meninggal tanpa memiliki keturunan, dan diantara mereka ada yang berkata ayahnya meninggal dalam kondisi ia masih janin, dan diantara mereka ada yang berkata ia dilahirkan dua tahun sebelum wafat ayahnya, dan dialah al-muntadzor (yang dinantikan kemunculannya).Hanya saja Allah Azza wa Jalla suka untuk menguji syi’ah, dan tatkala itu ragulah orang-orang yang diatas kebatilan”  (Ushuul Al-Kaafi 1/396)

Inilah rahasianya kenapa kaum syi’ah bersikeras mempercayai dan mengimani khurofat ini, karena ini berkaitan dengan aqidah mereka yang paling mendasar dan paling pokok, yaitu adanya imam ke dua belas, imam terakhir mereka, imam mahdinya mereka, yang akan muncul menghancurkan untuk membantai dan membumi hanguskan ahlus sunnah wal jamaa’ah. Jika  mereka tidak percaya terhadap khurofat ini, maka akan gugurlah agama syi’ah imaamiyah mereka !!!! Lanjutkan membaca

BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 4) – Para Imam Syi’ah Meninggal Bunuh Diri !!


BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 4) – Para Imam Syi’ah Meninggal Bunuh Diri !!

syiah bukan islamDiantara sikap mengultuskan yang berlebihan kepada para imam adalah pernyataan kaum syi’ah bahwasanya para imam mengetahui ilmu ghoib.

Dalam kitab Ushuul Al-Kaafi Al-Kulaini berkata

باب أن الأئمة يعلمون علم ما كان وما يكون وأنه لا يخفى عليهم شيء

“Bab : Bahwasanya para imam mengetahui ilmu yang telah lalu, ilmu yang akan datang, dan bahwasanya tidak ada sesuatupun yang tersembunyi/samar bagi para imam” (Ushuul Al-Kaafi 1/316)

Sungguh ini adalah derajat yang tinggi yang terkhususkan untuk Allah. Allah berfirman ;
إِنَّ اللَّهَ لا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. (QS Ali Imron : 5)

رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ

Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang Kami sembunyikan dan apa yang Kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. (QS Ibrahim : 38) Lanjutkan membaca

BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 3) – Para Imam Syi’ah Bisa Jadi Pilot Pesawat dan Masinis Kereta


BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 3) – Para Imam Syi’ah Bisa Jadi Pilot Pesawat dan Masinis Kereta

syiah bukan islamTelah lalu penegasan Al-Majlisi dalam kitabnya Bihaarul Anwaar :
أقول : أما كونهم عالمين باللغات فالاخبار فيه قريبة من حد التواتر وبانضمام الاخبار العامة لايبقى فيه مجال شك ، وأما علمهم بالصناعات فعمومات الاخبار المستفيضة دالة عليه ، حيث ورد فيها أن الحجة لا يكون جاهلا في شئ يقول : لا أدري ، مع ماورد أن عندهم علم ما كان وما يكون وأن علوم جميع الانبياء وصل إليهم ، مع أن أكثر الصناعات منسوبة إلى الانبياء عليهم السلام ، وقد فسر تعليم الاسماء لادم عليه السلام بما يشمل جميع الصناعات .
“Adapun kondisi para imam yang mengetahui bahasa-bahasa maka riwayat-riwayat tentang hal itu hampir mendekati mutawatir, ditambah dengan riwayat-riwayat umum yang tidak menyisakan lagi keraguan akan hal ini. Adapun ilmu mereka tentang keahlian-keahlian (keduniaan), maka keumuman riwayat yang banyak menunjukkan akan hal itu, karena telah datang dalam riwayat bahwasanya al-hujjah (imam) tidak boleh bodoh dalam sesuatu apapun yang ia berkata : “Aku tidak tahu”, disertai bahwasanya para imam mengetahui ilmu yang lalu, ilmu masa depan, dan bahwasanya ilmu seluruh para nabi telah sampai kepada para imam. Padahal mayoritas keahlian-keahlian dinisbahkan kepada para nabi ‘alaihim as-salaam, dan telah ditafsirkan pengajaran nama-nama kepada Adam ‘alaihis salaam mencakup seluruh keahilian-keahlian” (Bihaarul Anwaar 26/193)
Al-Majlisi telah menyebutkan dalil-dalil yang menunjukkan bahwa para imam syi’ah mengetahui seluruh keahlian dunia. Diantara dalil-dalil tersebut :

Pertama : Para imam syi’ah jika ditanya tidak boleh mengatakan “Saya tidak tahu” !!!

Lanjutkan membaca

BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 2) – Periwayatan Keledai !!


BANYOLAN KAUM SYI’AH (bag 2) – Periwayatan Keledai !!

syiah bukan islamTidak diragukan lagi bahwa agama syi’ah adalah agama yang berisi kekonyolan, kontradiktif, khurofat, dan penuh dengan banyolan. Ini semua menunjukkan bahwa agama syi’ah bukan dari Islam akan tetapi hasil karya orang-orang yang ingin merusak Islam dari dalam.
Berikut ini kami tampilkan banyolan-banyolan kaum syi’ah yang kami kumpulkan dari beberapa tulisan dari internet, disertai tambahan-tambahan dari kami.
Di antara banyolan-banyolan tersebut adalah :

Dalam kitab Al-Kaafi disebutkan :


Amirul Mukminin (Ali bin Abi Tholib) menyebutkan bahwa hewan yang pertama kali meninggal tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal adalah ‘Ufair (himar tunggangan Nabi-pen). Ia memutuskan tali kekangnya lalu iapun lari hingga mendatangi sumur bani Khutmah di Quba’, lalu iapun melemparkan dirinya dalam sumur tersebut. Maka sumur tersebut menjadi kuburannya. Lanjutkan membaca