RADIO RODJA ( CAHAYA SUNNAH YANG TERSYI’AR ) )


RADIO RODJA ( CAHAYA SUNNAH YANG TERSYI’AR ) )

Akan Tetapi yang ditanyakan adalah hukum mendengarkan Radio Rodja ? Masya Allah, Musibah… kasihan sekali ustadz yang mengaku “salafy” menggiring jama’ahnya untuk taqlid buta dengan qila wa qalanya, kasihan ust tersebut wallahi demi Allah kesihan ust tersebut.. dan lebih kesihan jama’ah yang diajak taqlid buta. Waiyadzubillah”

RADIO RODJA ( CAHAYA SUNNAH YANG TERSYI’AR )

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan Al Bykazi

Allah berfirman “Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah amat keras siksa-Nya.” (Al-Maa`idah:2)

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat serta salam tercurahkan pada baginda Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, beserta para shahabat yang telah membantu perjuangan dien islam di zaman generasi awal.

pembaca seiman,
Alhamdulillah, dakwah salafiyyah telah tersebar dari sabang sampai marauke, betapa senang nya hati kiranya negeri Indonesia ini terjamahi dengan dakwah tauhid dan senantiasa menjadi negeri yang diberkahi Allah ‘azza wajalla, semoga terijabah do’a kita ini Amiin,tersebarnya dakwah mulia ini tidak terepas dari dukungan sarana dan prasarana yang ada, disamping Ta’lim di rumah-rumah Allah (masjid), alhamdulillah didukung dari saran media yang ada dan dimanfaatkan pada zaman ini, salah satu dari sekian banyak media sunnah yang mengudara adalah Radio RODJA 756 AM, yang mana disana tersyi’arkan Ceramah-ceramah Assatidz Sunnah, dan diiringi dengan lantunan tilawah dari masyaikh serta jeda yang menyentuh hati, inilah RADIO RODJA 756 AM CAHAYA SUNNAH Yang tersyi’arkan.

Terlepas dari kedengkian Ahlul bida’ lantaran kekhawatiran kehilangan jama’ah sehingga mereka rajin membuat ta’lim – ta’lim habaaib untuk mengalihkan jama’ahnya dari keberadaan radio ini, bahkan mereka mendirikan radio syi’ar Bida’, maka terlepas dari itu semua, kita bersyukur bahwa Radio Rodja mengudara hingga seantero dunia,-semoga Allah memberikan balasan dengan kebaikan kepada ikhwan yang membantu mensyi’arkannya”.

ANEH..!! RADIO RODJA KOQ DIHUJAT..??

Ada jama’ah yang mengaku “salafy” namun mereka amat lucu dengan menanyakan hukum mendengarkan Radio Rodja..??

kiranya mereka menanyakan bagaimana hukum menuntut ilmu pada Ahli bida’? ini biasa
kiranya mereka menanyakan hukum Nasyid ? inipun terjawab.
kiranya mereka menanyakan hukum menggerak-gerakan jari? inipun dijawab.
Akan Tetapi yang ditanyakan adalah hukum mendengarkan Radio Rodja ? Masya Allah, Musibah… kasihan sekali ustadz yang mengaku “salafy” menggiring jama’ahnya untuk taqlid buta dengan qila wa qalanya, kasihan ust tersebut wallahi demi Allah kesihan ust tersebut.. dan lebih kesihan jama’ah yang diajak taqlid buta. Waiyadzubillah

SYI’ARKAN DAKWAH SALAF

Allah berfirman “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110)*

Sebagian ulama salaf mengatakan, “Mereka bisa menjadi umat terbaik jika mereka memenuhi syarat (yang disebutkan dalam ayat di atas). Siapa saja yang tidak memenuhi syarat di atas, maka dia bukanlah umat terbaik.”

Allah berfirman “Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah amat keras siksa-Nya.” (Al-Maa`idah:2)

Kiranya kita bersama-sama berasaskan dalil ini lalu kenapa kita saling menggunjing.?
wallahi kitab anda dan kami tentu sama, rujukan para ulama pun sama, lalu apakah yang dibedakan, sehingga hal-hal yang seharusnya berta’awun anda babat sehingga yang ada berpandangan jelek dan jelek kepada sebagian salafiyyin..?

oleh karena itu pembaca yang budiman, bersegeralah kita untuk menuntut ilmu ini lebih berharga bagi Ahlussunnah daripada menjual lisan untuk menyakiti saudara-saudara kita Salafiyyin, mensyi’arkan dakwah salaf lebih mulia bagi penuntut ilmu dibandingkan mensyi’arkan Tahdzir, Tabdi’ dan vonis-vonis menurunkan ‘izzah penuntut ilmu, sungguh ciri-ciri hizbiyyah telah jelas, dakwah hizbiyyah pun telah jelas, selama kita tidak melakukan hal-hal yang terjerumuskan diri pada hizb maka tidak selayaknya mereka menuduh hizbiyyin sururiyyin kepada sebagian salafiyyin.

RENUNGKANLAH NASHIHAT SYAIKH SALIM IED AL HILALI Hafizhahullah

Syaikh Salim ied al hilali hafizhahullahu berkata, “Perkara lain yang juga harus kita
perhatikan adalah, bahwa kita memiliki beberapa syabab, yaitu para pemuda
yang tidak kita ragukan keikhlasan mereka, namun kita ragukan metodologi
mereka, atau kita mempermasalahkan cara atau manhaj mereka. Ada dari
orang-orang ini yang mengumpulkan (mencari-cari) kesalahan para penuntut
ilmu atau da’i (penyeru) dakwah ini. Mereka himpun setiap kesalahan yang
akan diperbuat oleh para da’i atau penuntut ilmu ini , kemudian mereka
menelpon masyaikh dan menceritakan kesalahan-kesalahan Ini adalah metode yang jelek, dan orang-orang tersebut, sekali lagi saya
katakan, saya tidak ragu dengan keikhlasan mereka, namun cara yang mereka
pergunakan ini adalah tidak benar dan cara ini dapat merusak persaudaraan
dan menjadikan hati saling bermusuhan antara satu dengan lainnya, baik
diantara ahlul ilmi maupun masyarakatsecara umum. Ini merupakan jalan yang
buruk!!! Ini jalan yang rusak!! Oleh karena itu mereka seharusnya takut
kepada Allah Tabaroka wa Ta’ala!!”

RADIO RODJA ADALAH RADIO SALAFY BUKAN HIZBY

Berikut ini adalah Profile Radio Rodja 756 AM :
“Atas pertolongan dan kemudahan yang diberikan oleh Alloh Ta’ala radio Rodja pertama kali mengudara di tahun 2005 dengan sarana yang serba sederhana dan hanya bias menjangkau jarak 2 km.

Dengan pertolongan Alloh Ta’ala,radio Rodja pada jalur AM mengudara pada bulan mei 2007 dan mendapat sambutan yang positif serta dukungan dari kaum Muslimin,walaupun baru beberapa bulan mengudara, dengan jangkauan yang cukup luas, kaum Muslimin merasakan manfaat yang besar dalam menambah wawasan ilmu syar’i

MAKSUD DAN TUJUAN PENDIRIAN

* Menumbuhkan semangat dan kecintaan kaum muslimin terhadap ilmu -ilmu Islam.
* Memenuhi kebutuhan kaum muslimin dalam penyebaran dakwah dan informasi

VISI

Menjadi media dakwah Islam yang Istiqomah menyampaikan Tasfiyyah dan Tarbiyyah dengan senantiasa merujuk kepada pemahaman generasi pertama dan utama ummat ini.

MISI

1. Kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shalih
2. Pemurnian Syariat Islam dari segala bentuk syirik,bid’ah dan pemikiran sesat.
3. Membina kaum muslimin dengan ajaran Islam yang murni dan beramal dengannya.
4. Menghidupkan metode ilmiah dengan berdasar kepada Al Quran dan As Sunnah sesuai pemahaman salafus Shalih.

FORMAT ACARA

Radio Rodja dalam penyelenggaraan penyiarannya diformat sebagai media Dakwah dan Informasi Islam.

MATERI SIARAN.

Materi siaran yang kami selenggarakan,diantaranya :

1. Siaran Langsung Pengajian bekerjasama dengan Masjid-Masjid tempat Kajian Ilmiyah yang diisi oleh Asatidzah Ahlus Sunnah
2. Siaran langsung Kajian Ilmiyah dari studio
3. Siaran Langsung Dialog Interaktif permasalahan umum ( Keamanan/ketertiban masyarakat,Kesehatan dll)
4. Materi Kajian dari CD/MP3 yang dibeli dari Produsen secara lepas.
5. Link dari Radio2 Ahlus Sunnah Lain.
6. Link dari Radio Al Qur’an Al Karim Saudi Arabia.” (sumber : radiorodja.com)

maka kami katakan kepada mereka yang hadadiyyin, pada mereka yang semberono menghajr dan menggiring umat pada fanatik, kiranya kalian benar mana burhan kalian, janganlah kalian hanya berani menulis dan mengupload tulisan di internet-internet, tanpa bertabayun terlebih dahulu.

“Tunjukkan burhan kalian kalau kalian memang berada di dalam kebenaran! ….. bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar” (Al-Baqarah:111)

tidaklah cukup kalian beragumen “ini Radio Hizbiyyin, ini surruriyiin”
wallahu’alam, saya khawatir justru yang bicara bersikap seperti apa yang dia katakan..!!

Imam Waqii’ pernah berkata :

أَهْلُ الْعِلْمِ يَكْتُبُوْنَ مَا لَهُمْ وَمَا عَلَيْهِمْ وَأَهْلُ الأَهْوَاءِ لاَ يَكْتُبُوْنَ إِلاَّ مَا لَهُمْ

“Para ahli ilmu mereka menuliskan apa yang mendukung mereka dan apa yang bertentangan dengan mereka, adapun ahlul ahwaa (pengikut hawa nafsu) maka mereka tidak menuliskan kecuali yang mendukung mereka” (Sunan Ad-Daaruquthni 1/27 no 36).

NASHIHAT KEPADA PENUNTUT ILMU

Kalian adalah salafy sejati..
Janganlah kalian rusakan Nama itu dengan sikap angkuh dan mendengki pada sesama..
tidakah kalian ingat..!! ketika kalian mula-mula menuntut ilmu..?
Apa yang kalian dengar..?
Yakni tidak lain dan tidak bukan Wasiat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan kepadanya, niscaya Allah akan pahamkan dia tentang agama(nya).” (Muttafaqun ‘alaih),

Itulah motivasi anda wahai penuntut ilmu pada pertama kali anda belajar dien ini…
Katakan kepada kami :
Apakah kalian mendapatkan Hidayah lantaran permusuhan..?
Apakah kalian mengaji sunnah, yang pertama kali kalian dengar adalah kalimat tahdzir..?
wallahi, tidak..!! wahai saudaraku..

yang pertama kali kalian dengar adalah Qalallahu, Qalarasul wa qala shahabat, bil ilm ash shahihah,

oleh karena itu janganlah kau coreng, dan kau lukai niat Ikhlasmu dengan memusuhi sesama..!!

coba renungkan Hadist ini :

“Perumpamaan apa yang aku bawa dari petunjuk dan ilmu adalah seperti air hujan yang banyak yang menyirami bumi, maka di antara bumi tersebut terdapat tanah yang subur, menyerap air lalu menumbuhkan rumput dan ilalang yang banyak. Dan di antaranya terdapat tanah yang kering yang dapat menahan air maka Allah memberikan manfaat kepada manusia dengannya sehingga mereka bisa minum darinya, mengairi tanaman dengannya dan bercocok tanam dengan airnya. Dan air hujan itu pun ada juga yang turun kepada tanah/lembah yang tandus, tidak bisa menahan air dan tidak pula menumbuhkan rumput-rumputan. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan orang yang mengambil manfaat dengan apa yang aku bawa, maka ia mengetahui dan mengajarkan ilmunya kepada yang lainnya, dan perumpamaan orang yang tidak perhatian sama sekali dengan ilmu tersebut dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya.” (HR. Al-Bukhariy)

Tidaklah dikumpulkan dalam perumpamaan tersebut antara dua kelompok yang pertama kecuali karena kebersamaan mereka dalam kemanfaatan dari ilmu yang mereka miliki walaupun derajat kemanfaatannya bertingkat-tingkat. Dan disendirikanlah kelompok ketiga yang tercela karena tidak adanya kemanfaatan darinya. (Fathul Baarii 1/177)

Waiyadzubillah kiranya kita lama mengaji namun tiada sedikitpun manfaat..!!
Katakan Tidak..!! jika hawa nafsu meskipun itu dari Ustadz anda..
Katakan Tdak…!! Jika mentahdzir menjadi pokok manhaj, meskipun Ust anda mengatakannya.

Satu kalimat terakhir bagimu penuntut ilmu :
“INSYA ALLAH KALIAN TERMASUK ORANG YANG IKHLAS NAMUN RUGI KIRANYA JIKA KEIKHLASAN ITU TERCORENG PADA BENALU SIKAP KERAS PADA SESAMA SALAFIYYIN”

Dari Saudaramu Se-Islam

Abu Usaamah Sufyan Al Bykazi

Sumber :  Di sini

About these ads