Deklarasi Khilafah Islamiyyah Antara Perspektif Syariat dan Realita


Deklarasi Khilafah Islamiyyah Antara Perspektif Syariat dan Realita

Oleh: Asy Syaikh Al Habib Alawy bin Abdulqadir As Segaf

(Pembina Umum Yayasan Durar Saniyyah)

72036-khilafah-htSegalapuji milik Allah rabbul ‘alamin, shalawat dan salam atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du:

Khilafah Islamiyyah dan menyatukan seluruh umat Islam di bawah naungan satu penguasa yang menghukumi mereka dengan syariat Allah diatas manhaj Nubuwwah adalah cita-cita yang agung, setiap muslim menghendakinya dalam kehidupan ini. Hal diatas merupakan tujuan Islam yang agung, wujud persatuan yang tertinggi yang Allah dan rasul-Nya perintahkan. Allah berfirman (yang artinya),

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al Mu’minun: 51)

dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.”(QS. Ali Imran: 103)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal dan membenci tiga hal: ridha kepada kalian jika kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, dan kamu semuanya berpegang teguh kepada tali (agama) Allah serta tidak bercerai berai…” (HR Muslim: 1715)

Para ulama sepakat (ijmak) atas wajibnya mengangkat seorang pemimpin untuk kaum muslimim. Diantara ulama yang mentransmisi ijmak (konsensus)adalah Al Mawardi dalam “al Ahkaam al Sulthaniyyah”, hal. 15, Abul Ma’aaly al Juwainy dalam “Ghiyaatsu al Umam”, hal. 15, al Qadhi Iyadh dalam “Ikmal al Mu’lim”, 6/220, An Nawawi dalam “Syarh Shahih Muslim”, 12/205 dan banyak lagi yang lainnya. Teks-teks ijmak sangat banyak dalam referensi-referensinya dan tidak perlu kami sebutkan disini. Para ulama juga sepakat, bahwa tujuan utama dari Imamah (kepemimpinan) atau khilafah adalah apa yang disebutkan oleh para ulama melalui lisan dan buku-buku mereka. Imam al Mawardi merangkumnya dalam perkataan beliau, “Imamah ditegakkan untuk menjalankan misi nubuwwah dalam menjaga agama dan mengatur urusan dunia, menyerahkannya kepada orang yang mampu melakukannya dalam umat ini merupakan kewajiban yang disepakati.” Lanjutkan membaca

ISIS Di Mata Syaikh Ali Hasan Al Halaby


ISIS Di Mata Syaikh Ali Hasan Al Halaby

ISIS Khawarij gaya baruSyaikh Ali Hasan Al Halaby Al Atsary ketika ditanyakan kepada beliau bagaimana pendapat antum mengenai ISIS/Daish, maka murid dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany ini menjawabnya dalam sebuah tulisan yang berjudul “Daisy Khowarij Biladisy Syam Fi Dhouil Kitab Wa Sunnah”. Berikut ini kami rangkumkan sebagian jawaban beliau mengenai ISIS:

1.Banyak dari personil dan amir ISIS yang secara konsisten melancarkan tuduhan kepada mujahidin dari bumi Syam (Suriah) bahwa mereka sesat dan menjadi antek-antek dan kaki tangan orang kafir, dan siapa pun yang menuduh mereka maka tidak ada kebaikan padanya, karena Nabi berkata mengenai mereka sebagaimana yang diriwayatkan At Tirmidzi dan Ahmad: “Jika telah rusak penduduk Syam maka tidak ada kebaikan pada kalian”.

2.Banyak dari amir ISIS yang mengobral janji kepada penduduk Syam bahwa mereka datang untuk menolong penduduk Syam, namun realita di lapangan menunjukkan bahwa mereka datang untuk memerangi tanah Syam dan justru mengganggap kafir penduduk Syam, dan menguras kekayaan alam mereka yang ada di ladang-ladang minyak, gudang-gudang gandum, dan di kota-kota yang mereka kuasai, sudah sepatutnya sabda Nabi dalam Bukhori dan Muslim disematkan pada mereka yaitu: “Barangsiapa hijrahnya dengan tujuan dunia yang ingin dia raih, atau wanita yang ingin dia nikahi, maka hijrahnya tersebut sesuai dengan apa yang dia inginkan”. Namun karunia hanya milik Allah kemudian berkat perjuangan Free Syrian Army melawan ISIS dan amir-amirnya, yang mengorbankan darah mereka untuk penduduk Syam. Lanjutkan membaca

ISIS (Khawarij) Mengkafirkan Pemerintah Muslim, Beda dengan Salafi (Bantahan terhadap Tokoh Syi’ah Indonesia) [Bag. 2]


ISIS (Khawarij) Mengkafirkan Pemerintah Muslim, Beda dengan Salafi (Bantahan terhadap Tokoh Syi’ah Indonesia) [Bag. 2]

ISIS-≠-SalafiTelah dimaklumi bahwa kelompok-kelompok Khawarij termasuk ISIS dan yang lainnya, mengkafirkan para penguasa muslim dan menjuluki mereka dengan thagut, bahkan ISIS berencana merebut Al-Haramain dari penguasa thagut Arab Saudi, menurut mereka.

Namun anehnya, ada sekelompok orang Syi’ah dan para simpatisan mereka yang menuduh bahwa Salafi sama dengan ISIS. Tulisan ringkas ini insya Allah akan membedah akar pengkafiran Khawarij terhadap para penguasa, yang sangat berbeda dengan aqidah Salafi, Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Makna Kekafiran dan Pembagiannya

Kekafiran (الكفر) secara bahasa maknanya adalah (الستر) dan (التغطية), yang berarti menutup. Sedangkan menurut syari’at, kekafiran adalah lawan dari keimanan (ضد الإيمان). Dan terbagi dalam lima jenis, yaitu:

1) Mendustakan (كفرالتكذيب)

2) Menentang (كفر الإباء والاستكبار)

3) Ragu (كفر الشك)

4) Berpaling (كفر الإعراض)

5) Kemunafikan (كفر النفاق)

[Lihat Madarijus Salikin, karya Al-Imam Ibnul Qoyyim, 1/335-338]

Adapun tingkatan kekafiran terbagi dua: Lanjutkan membaca

Persamaan Antara ISIS dan Syi’ah (Bantahan terhadap Tokoh Syi’ah Indonesia) [Bag. 1]


Persamaan Antara ISIS dan Syi’ah (Bantahan terhadap Tokoh Syi’ah Indonesia) [Bag. 1]

Dunia lagi dihebohkan dengan berita-berita tentang kekejaman ISIS, sebuah gerakan berhaluan Teroris Khawarij yang telah memproklamasikan diri sebagai negara di Iraq dan Syam. ISIS mengkafirkan kaum muslimin dan membantai dengan cara yang sangat kejam dan sadis.

Apa hubungannya antara ISIS dengan Syi’ah? Adakah hubunganya dengan Salafi?

Kenyataan berbicara, ISIS dan Iran adalah pendukung rezim Syi’ah Suriah yang membantai Salafi. Tidak heran, ulama besar Salafi, ahli hadits kota suci Madinah, Asy-Syaikh Al-‘Allamah Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr hafizhahullah memperingatkan dengan keras bahaya kelompok ISIS ini. Beliau berkata,

“Selang beberapa waktu terjadi peperangan di Suriah antara pemerintah dan para penentangnya, masuklah sekelompok orang dari ISIS ini ke Suriah, bukan untuk memerangi pemerintah, akan tetapi memerangi Ahlus Sunnah (Salafi) yang menentang pemerintah[1] dan membunuh Ahlus Sunnah (Salafi) dengan cara yang sangat kejam, dan telah masyhur cara membunuh mereka terhadap orang yang ingin mereka bunuh, dengan menggunakan pisau-pisau yang merupakan cara terjelek dan tersadis dalam membunuh manusia.” [Risalah Fitnatul Khilafah Ad-Da’isyiah Al-‘Iraqiyah Al-Maz’umah]

Lanjutkan membaca

Seruan Ulama Besar Arab Saudi Terkait ISIS


Seruan Ulama Besar Arab Saudi Terkait ISIS

ISIS Khawarij gaya baruUlama Besar Arab Saudi, Ahli Hadits Kota Suci Madinah, Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr  hafizhahullah berkata dalam risalah “Fitnatul Khilafah Ad-Da’isyiah Al-‘Iraqiyah Al-Maz’umah” di website resmi beliau,

 

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وحده وصلى الله وسلم على من لا نبي بعده نبينا محمد وعلى آله وصحبه. أما بعد؛

Sungguh telah lahir di Iraq beberapa tahun yang lalu, sebuah kelompok yang menamakan diri Daulah (Negara) Islam Iraq dan Syam, dan dikenal dengan empat huruf awal nama daulah khayalan tersebut yaitu [داعش] (ISIS), dan muncul bersamaan dengan itu, sebagaimana yang disebutkan oleh sebagian orang yang mengamati tingkah pola dan pergerakan mereka, sejumlah nama sebagai julukan bagi anggota mereka dengan sebutan: Abu Fulan Al-Fulani atau Abu Fulan bin Fulan, kuniah (julukan) yang disertai penisbatan kepada negeri atau kabilah, inilah kebiasaan orang-orang majhul (yang tidak dikenal), bersembunyi di balik julukan dan penisbatan.

Selang beberapa waktu terjadi peperangan di Suriah antara pemerintah[1] dan para penentangnya, masuklah sekelompok orang dari ISIS ini ke Suriah, bukan untuk memerangi pemerintah, akan tetapi memerangi Ahlus Sunnah yang menentang pemerintah dan membunuh Ahlus Sunnah dengan cara yang sangat kejam, dan telah masyhur cara membunuh mereka terhadap orang yang ingin mereka bunuh, dengan menggunakan pisau-pisau yang merupakan cara terjelek dan tersadis dalam membunuh manusia. Lanjutkan membaca

Bolehkah Berbaiat kepada ISIS atau Kelompok Lainnya dan Apa Kewajiban Pemerintah?


Bolehkah Berbaiat kepada ISIS atau Kelompok Lainnya dan Apa Kewajiban Pemerintah?

Fatwa Anggota Dewan Fatwa Kerajaan Arab Saudi, Asy-Syaikh Al-’Allamah Al-Faqih Prof. DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah tentang Hukum Baiat kepada Selain Pemerintah dan Apa Kewajiban Pemerintah,

البيعة لمن تكون ؟ وهل يجوز أن يبايع أكثر من واحد ؟

البيعة لا تكون إلا لولي أمر المسلمين، وهذه البيعات المتعددة مبتدعة، وهي من إفرازات الاختلاف، والواجب على المسلمين الذين هم في بلد واحد وفي مملكة واحدة أن تكون بيعتهم واحدة لإمام واحد، ولا يجوز المبايعات المتعددة، وإنما هذا من إفرازات تجوز المبايعات من اختلافات هذا العصر، ومن الجهل بالدين.

وقد نهى الرسول صلى الله عليه وسلم عن التفرق في البيعة وتعدد البيعة، وقال: ((من جاءكم وأمركم جميع على واحد منكم، يريد تفريق جماعتكم، فاضربوا عنقه))[1]، أو كما قال صلى الله عليه وسلم، وإذا وجد من ينازع ولي الأمر الطاعة، ويرد شق العصا وتفريق الجماعة، فقد أمر النبي صلى الله عليه وسلم ولي الأمر وأمر المسلمين معه بقتال هذا الباغي، قال تعالى: {وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَـأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّه} الحجرات: 9.

وقد قاتل أمير المؤمنين علي بن أبي طالب ومعه أكابر الصحابة، قاتلوا الخوارج البغاة حتى قضوا عليهم، وأخمدوا شوكتهم، وأراحوا المسلمين من شرهم، وهذه سنة الرسول صلى الله عليه وسلم؛ فإنه أمر بقتال البغاة وبقتال الخوارج الذين يريدون شق عصا الطاعة، وذلك من أجل الحفاظ على جماعة المسلمين وعلى كيان المسلمين من التفرق والاختلاف.

Tanya: Untuk siapakah baiat? Bolehkah berbaiat kepada lebih dari seorang (pemimpin)?

Jawab: Lanjutkan membaca

Nasehat Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Tentang ISIS dan Khilafah Khayalan Mereka


Nasehat Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Tentang ISIS dan Khilafah Khayalan Mereka

Oleh: Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al Abbad Al Badr hafizhahullah

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وحده وصلى الله وسلم على من لا نبي بعده نبينا محمد وعلى آله وصحبه. أما بعد؛

ISIS Khawarij gaya baruBeberapa tahun lalu, di Iraq lahir sebuah kelompok yang menamakan diri mereka دولة الإسلام بالعراق والشام (dalam versi bahasa Inggris: Islamic State of Iraq and Sham; ISIS), dan dikenal juga dengan singkatan [داعش] yang diambil dari huruf-huruf awal nama daulah khayalan tersebut. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian pengamat yang mengikuti perkembangan mereka, munculnya daulah khayalan ini diikuti dengan munculnya sejumlah nama: Abu Fulan Al Fulani atau Abu Fulan bin Fulan, yaitu berupa kun-yah yang disertai penisbatan kepada suatu negeri atau kabilah. Inilah kebiasaan orang-orangmajhul (orang yang tidak jelas) yang bersembunyi di balik kun-yah dan penisbatan.

Kemudian setelah beberapa waktu terjadinya peperangan di Suriah antara pemerintah dan para penentangnya, masuklah sekelompok orang dari ISIS ini ke Suriah. Bukan untuk membantu memerangi pemerintah Suriah, namun malah memerangi Ahlus Sunnah yang berjuang melawan pemerintah Suriah dan membantai Ahlus Sunnah. Dan sudah masyhur bahwa cara mereka membunuhi orang-orang yang ingin mereka bunuh seenaknya yaitu dengan menggunakan golok-golok yang merupakan cara terburuk dan tersadis.

Di awal bulan Ramadhan tahun ini (1435 H) mereka mengubah nama mereka menjadi الخلافة الإسلامية (Al-Khilafah Al-Islamiyah). Khalifahnya yang disebut dengan Abu Bakar Al Baghdadi berkhutbah di sebuah masjid jami’ di Mosul. Diantara yang ia katakan dalam khutbahnya: “Aku dijadikan pemimpin bagi kalian padahal aku bukan orang yang terbaik di antara kalian”. Sungguh ia telah berkata benar, bahwa ia bukanlah orang yang terbaik di antara mereka, karena ia telah membunuhi orang seenaknya dengan golok-golok. Apabila pembunuhan tersebut atas perintahnya, atau ia mengetahuinya atau ia menyetujuinya, maka justru ia adalah orang yang terburuk di antara mereka. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam:

من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه، لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا، ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه، لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا

barangsiapa mengajak kepada jalan petunjuk, maka ia mendapatkan pahala semisal pahala orang yang mengikutinya. tanpa mengurangi pahala orang yang mengkutinya itu sedikitpun. Dan barangsiapa mengajak keada kesesatan, maka ia mendapatkan dosa semisal dosa orang yang mengikutinya. tanpa mengurangi dosa orang yang mengkutinya itu sedikitpun” (HR. Muslim, 6804) Lanjutkan membaca